
" untungnya tidak ada yang luka ya nona " kata dokter Gina,dokter yang bertugas jaga di apartemen lantai 6 itu,dia memeriksa belakang kepala Rania serta tengkuknya yang hanya terdapat benjolan serta lecet memar yang tidak terlalu parah....setelah mengompres memar tersebut dengan air es,dokter itu mengoleskan salep yang mengandung minyak dan menimbulkan efek dingin di kulit lalu menutup tengkuk dengan perban agar mengurangi resiko terkena tekanan lebih lanjut.
" tapi tidak ada kemungkinan bisa lebih parah kan dok " tanya Dion pada dokter itu,dokter Gina menggeleng tersenyum ramah pada Rania.
" hindari beraktifitas fisik yang berlebihan dulu ya,minimal 2 hari untuk mencegah kemungkinan efek memar itu berlanjut dan menimbulkan rasa nyeri....sehabis mandi....kembali olesi memarnya ya nona....lalu kalau nona bisa menjaga memarnya tidak terbentur pada apapun bisa ditutup perban lagi,atau di biarkan saja terbuka selama masih bersih dan kering " Rania mengangguk paham lengannya dipegang Dion kembali ketika permisi dan beranjak dari kursi.
" terima kasih ya dok " kata Rania dan Dion berbarengan
" kalau ada masalah berlanjut,bisa datang lagi untuk di periksa " dokter itu berkata lembut dan ramah saat menawarkan.
########
" maafkan aku ya pak Dion....jadinya aku tidak bisa memasak untuk kita " kata Rania setelah sampai dikamar.
" kamu istirahat dan tidak boleh melakukan apapun....aku akan menelpon untuk memesan makan malam kita " Dion membantu Rania menata bantal di kepala tempat tidur,dan membuat Rania berada di zona nyaman dengan posisi setengah berbaring disana.
lalu dia juga duduk bersandar disamping Rania dan mulai dengan kesibukannya membuka salah satu aplikasi di hape dan memperlihatkannya pada Rania pilihan rumah makan dan resto yang ada jasa delivery nya juga.
" kamu mau jenis makanan apa ? " Dion menggeser beberapa dan mengklik resto yang kira-kira Rania tertarik.
" terserah pak Dion saja ingin makan apa " sahut Rania yang diprotes Dion dengan gelengan kepala.
" kamu yang milih,dan aku ngikut kamu "
" tapi bagaimana kalau tidak sesuai dengan selera kamu ? "
" tidak masalah....aku juga suka makanan khas indo"
" bener ? " Rania menatap tidak yakin.....dan Dion mengusap wajahnya dengan sayang disertai anggukan.
" aku ingin makan mie Aceh dengan seapod kepiting dan udang....hanya ini yang ingin kumakan ....tadi nya aku ingin masak dan buat sendiri,aku pernah mempelajarinya tapi belum pernah mencoba membuatnya,kupikir tidak terlalu sulit,tapi kejadian tadi.....jadi gagal "
" kurasa itu juga bikin aku tertarik sayang....oke....aku ambil restoran yang menyajikan menu khas makanan Aceh itu ya ? " Dion tersenyum dan mulai memainkan jari pada layar hapenya untuk memesan makanan sesuai dengan selera Rania.
#########
" biar aku saja yang cuci piringnya,kamu cukup duduk saja " kata Dion mencegah Rania yang sudah berdiri lebih dulu dari kursi di meja makan dan ingin mengangkat beberapa piring kotor yang habis mereka makan malam tadi,pria itu tanggap dengan mengangkat piring itu ke wastapel sementara Rania membereskan meja,membersihkannya dan menata nya seperti semula,lalu dia beralih membantu Dion yang sedikit canggung berdiri dimuka wastapel cuci piring dan agak lambat melakukan pekerjaan itu....bukannya apa-apa,dia mengerjakannya dengan begitu hati-hati khawatir Pring yang dia cuci akan jatuh karena tangan dan busa sabun yang licin.
" pak CEO,maaf ya....aku jadi membuatmu harus berhadapan dengan piring yang kotor ini " Rania tersenyum usil....bergerak tangkas membilas piring yang sudah dicuci Dion dan sebelum itu terkena air,dia masih sempat-semoatnya bertindak jahil,mengoles busa sabun yang melimpah itu lalu mencolek pipi Dion dengan busa itu,tentu saja Dion terkejut dan langsung meringis kecil....tapi akhirnya terkekeh juga mendapati tawa Rania yang seperti mendapat mainan baru.
" senang ya....mengerjai aku "
__ADS_1
" makanya pak....jangan sok-sokan pake bisa nyuci piring segala,ini mah....cucian piring kotornya cuman tujuh buah....tapi ngerjain nya hampir seperempat jam " tanpa bermaksud mengejek Rania masih tertawa kecil disela celotehannya.....dan senang meletakan tumpukan busa ditelapak tangannya lalu mengarahkannya kewajah Dion....dia suka bermain air serta busa dan hal itu membuat Dion juga terbawa suasana,sekalipun piring dan gelas itu sudah selesai di cuci semua tapi mereka masih asyik bercanda dengan saling serang dan colek busa sabun.
" sudah....nyerah " Dion tertawa karena wajah mereka berdua sudah tidak berbentuk,penuh dengan busa dan sampai kerambut muka seta basah oleh air.....untuk menghentikan kekalahannya pada Rania yang tangguh urusan main-main itu,dia mengangkat kaki Rania dan membopongnya keluar dari dapur masuk ke kamar,persis seorang bapak yang menghentikan bocahnya yang tidak mau berhenti dari permainannya.
" pak Dion....kok brenti sih ...kan masih Seru " kata Rania sedikit tidak rela Dion menurunkannya di kamar mandi dan mencuci mukanya dengan air keran di wastapel.
" seru apa an....? coba liat jam....udah setengah sebelas malam .....kita harus tidur " kata Dion seperti sebuah perintah yang tak lagi bisa dibantah,mereka akhirnya sama-sama mencuci muka dengan sabun lalu menggosok gigi dan setelah itu,baru Rania kembali digendong Dion ketempat tidur meski gadis itu menolak karena tidak setuju.
" pak Dion " kata Rania ketika dia berada direngkuhan Dion yang setengah berbaring di tempat tidur,menelusuri wajah pria itu dengan jemarinya diantara posisinya yang miring kesamping
" Hem....apa ? " tanya Dion menunduk melihat wajah Rania yang mendongak dan bersandar di lengannya.
" menurutmu ? " Rania langsung cemberut diberi pertanyaan balik itu....gemas dia mencubit kecil pinggang Dion yang dipeluknya
" kalau orang baik itu....bila ditanya jawab,bukan nya balik nanya....kalau aku tahu jawabannya,emang aku masih nanya ? " dia berkata dengan sedikit gerutuan kecilnya.
" jawabannya gampang kok....karena kamu cantik "
" cantik ? jawaban apa itu "
" karena kamu menarik "
__ADS_1
" tidak memuaskan "
" karena kamu menggemaskan "
" tetap gak pas "
" karena aku tergila-gila padamu "
" masih belum cukup " karena Rania seperti mengerjainya terus Dion memegang pipi Rania,lalu menariknya dengan tambahan senyum gemas.
" karena kamu menyerahkan diri padaku,sudah puas ? " Rania terbelalak,kehilangan kata-kata lagi,tak tahu harus berkomentar apa selanjutnya.
" bukannya itu istilah seorang penjahat yang merasa bersalah lalu menyerahkan diri ke polisi ? begitu kan biasanya sebutannya ? " Dion tak bisa untuk terus menahan senyumnya oleh ujaran khas Rania itu.
" yah....mungkin kamu adalah penjahat cinta "
" aku bersalah apa padamu pak Dion ? "
" entahlah....bisa jadi kamu jatuh cinta pada ku,sehingga dengan tidak ragunya kamu bersikap begitu"
" salah....yang benar,aku tidak bisa.....menolak pesona pak Dion Anggara sejak kulihat ditebing itu " Dion tertegun pada pengakuan Rania yang tanpa bermaksud menutupi perasaannya itu,dan dia tak bisa mengelak untuk tidak merasa tersanjung.
__ADS_1
" kamu tidak akan pernah salah menempatkan perasaan mu padaku,karena aku akan membalas perasaanmu lebih dari apa yang aku terima darimu " Dion meraup wajah Rania,mengusap dan membelainya dengan sepenuh perasaan sayangnya,dan entah kenapa Rania berkali lipat merasa begitu nyaman dengan kepemilikan yang diberikan pria itu,merasa sangat dicintai dan disayangi secara berlimpah serta merasakan tenang dan terlindungi dengan perasaan itu.