KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 24 : BATASAN UNTUK SEBUTAN NYONYA


__ADS_3

" maafkan aku nona " Darren setelah mendengar pertanyaan Rania itu menyahut dengan suara datar saja,


" tapi aku tidak mungkin membuat asumsi yang salah pada publik dikemudian hari yang membuat pak Dion akan mendapat gosip miring....misalnya....Dion Anggara sedang menyembunyikan seorang wanita disalah satu rumah mewahnya .....saya ingin menjaga semuanya dari kemungkinan hal itu terjadi "


" tapi kita tahu bahwa bukan begitu kenyataannya " sahut Rania masih berkutat pada perasaan dan pendapatnya.


" tapi itu bisa menjaga kemungkinan keburukan dari kedua belah pihak ....para orang atau antek Abian Delvano tidak akan memperkirakan ini....keberadaanmu akan aman dan namamu akan terjaga dengan posisimu sebagai nyonya tuan Anggara,itu bersifat mutlak dan sulit untuk diutak-atik siapapun termasuk dari media,karena yang membuat Abian nanti mencium keberadaanmu hanyalah ketika kamu diketahui disembunyikan oleh Dion....tapi dengan statusmu sebagai istrinya mereka seperti harus berhadapan dengan satu tembok yang sedikit sukar untuk Meraka robohkan....anggap itu sebagai tameng perlindungan padamu....dan pak Dion merasa beruntung disatu sisi oleh bukti yang kamu miliki,dan kalian sama-sama saling merasa diuntungkan....bukankah andai kamu diketahui oleh mereka.....mungkin kamu tidak akan berada disini hari ini " Rania bungkam seribu bahasa....ya . ....Dion tidak memiliki keuntungan apapun dengan keberadaan dia disini selain anggapan sebagai imbalan balas Budi.


" Ya.... pak Darren.....hanya ini alasannya kan? " dia mencoba bersikap bahwa apa yang dia ucapkan tidaklah berpengaruh besar bagi dirinya pribadi,dan dia harusnya lebih menjaga diri dan hati untuk tidak terlibat dengan Dion Anggara lebih jauh lagi....hubungan mereka tak lebih hanya seperti simbiosis mutualisme,Dion merasa diuntungkan dengan bukti darinya,dan dia merasa dilindungi oleh pembalasan dari pria itu....tapi tidak bisa memastikan semua ini akan berlangsung sampai kapan.....dan dia kembali kekehidupannya yang biasa.


" hanya itu setahuku" sahut Darren dalam ketenangannya dan Rania merasa kecewa.....dia apakah sudah terlanjur berharap lebih pada hubungan dia dan Dion Anggara ?


" Baiklah....aku terima alasanmu "


" ya...maka dari itu ....mulai lah membiasakan diri dengan status barumu,Nyonya Anggara....biarkan publik menganggap begitu,biar kalian sama -sama terjaga dari skandal buruk media ....."


" apa ini memang atas keinginan pak Dion ? "


" Ya.....dia yang menyatakan itu,untuk kebaikan dia dan untuk kebaikan Nona Rania "


" dengan status palsu itu kamu menyuruhku bisa tersenyum lega ? " Rania ingin tersenyum kecut,tapi dia tahu tidak ada gunanya....Darren dan Dion berada pada pemikiran mereka yang benar


" berdamai dan nikmati saja meski ini hanya status buatan "


" yah .....aku walaupun merasa tenang tapi juga merasa malu pada diriku untuk sesuatu yang kita sembunyikan.... tentang pembohongan publik ini " Rania duduk disofa....tapi Darren tetap berdiri,dengan tatapan yang sama menantangnya dengan dirinya.....tapi mereka berada pada dua pemikiran berbeda,Rania merasa putus asa dengan semua pengakuan itu sedangkan Darren merasa tenang karena dia sudah menyampaikan apa yang seharusnya dia sampaikan sebagai sesuatu yang jadi tugasnya walaupun dia memahami wajah Rania yang berlumur keputusasaan.

__ADS_1


" publik tidak merasa dirugikan dengan bentukan pendapat seperti ini ....bahkan menghadirkan satu nilai positif.untuk nona...aku yakin.....nona Rania lambat laun akan terbiasa dan menerima " sekarang Darren mengangguk pada Rania yang tetap diam mencerna pendapatnya.


" tunggu nona....aku akan membawakan kemari asisten sebagai teman nona sekaligus mengambil hape baru buat nona " tapi Rania tetap seperti tidak bersemangat lagi,merasakan jiwanya seperti tertukar dengan situasi dirinya yang diharuskan tinggal disini,merasa beruntung....merasa bahagia....merasa tenang sementara dia tahu sisi hati dalam dirinya seperti hampa dan dalam ketidakpastian.


" pak Darren " teguran Rania membuat Darren menoleh,menghentikan langkahnya


" kalau ini terasa memberatkan bagi pak Dion......sebaiknya tidak usah sampai seperti ini.....aku yang justru merasa tidak enak....karena bagaimanapun aku mengkhawatirkan sanggahan pak Dion nanti ketika orang lebih ingin mendapat kejelasan tentang statusnya....yah.....dia kan orang yang begitu berpengaruh,sedangkan aku.....mendapat penilaian buruk tidaklah seberapa dibanding pendapat orang tentangnya "


" Jika pak Dion sendiri yang meminta ku membuat pernyataan itu,tentulah dia sudah memikirkan apa yang terjadi kedepannya,jadi Nona Rania tidak harus memikirkan semua itu " sahutan Darren sangat tenang dan begitu diplomatis.


"Dan....." Darren berhenti,seperti ragu untuk melanjutkan.


" mungkin pak Dion begitu mengistimewakan keberadaan kamu nona....jadi segala sesuatu yang dia putuskan harus sesuai standar kesenangan dan kebaikanmu dimatanya "


#######


" Hai Emira " Rania bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangannya dengan sikap manisnya.


" Boleh aku memanggilmu Emi saja ? sepertinya itu sebutan yang sangat pas untukmu dariku "


" terserah nona " Emira mengangguk,merasa begitu diterima kehadirannya.


" yah....kalau begitu sepakat dan berteman mulai dari sekarang " Rania menjabat tangan Emira erat dengan sikap yang hangat.


" nona menerimaku sebagai asistenmu? "

__ADS_1


" tentu saja......dan tolong jangan memanggilku nona ....panggil saja aku dengan sebutan Rania...."


" maaf Nona,tapi saya tidak bisa menuruti permintaan itu " Emira melirik pada Darren yang tak bergeming ditempat duduknya.....tapi ketika menyanggahnya Rania juga mencoba untuk mengetahui pendapat dari sudut pandang Darren sekaligus perwakilan dari suara Dion itu.


" tidak apa Emi,kita kupikir seumuran.....dan biar terasa sedikit akrab....tanpa batas....aku merasa tidak nyaman dengan sebutan nona ini karena...."


" yah....karena nona harusnya sebagai Nyonya Anggara....dan Emira harus mengetahuinya " Rania menatap Darren yang memutus ucapannya dengan kalimat yang begitu sempurna pengucapannya....dan dia kesulitan untuk penyanggahan apapun saat Darren menambahkan lagi dengan kalimat pernyataan ini.


" Emira .....aku memang memanggilnya Nona Rania,tapi karena aku tidak bekerja untuk dia,posisiku adalah bawahan dari suaminya,sedangkan kamu....mulai dari hari ini jangan lupakan sebutan Nyonya Rania dirumah ini.....karena kamu bekerja dalam batasan perintah dari pak Dion Anggara....kuharap kamu mengerti "


" baik pak Darren " Emira merasa bersyukur tadi dia sempat melakukan bantahan untuk menyanggah larangan Rania yang ingin dirinya dipanggil dengan sebutan nama saja.....yang pada kenyataannya Darren tidak menyetujui itu.


" Baiklah.....sekarang Emira....kamu bisa berbincang dengan nona Rania,dan tentukan kamar pribadimu disalah satu kamar dibawah ini....dan aku akan kembali kekota....dan apakah masih ada yang terasa mengganjal nona Rania ? " Darren sengaja memusatkan perhatian sepenuhnya pada Rania yang memilih bungkam kehilangan suara....dia tahu Rania pasti keberatan dengan peraturan yang dibuatnya itu,itu hanya sekedar penegasan bahwa Rania dan Emira memiliki batasan walaupun pada akhirnya mereka bisa berteman....dia tidak mau Emira nanti tidak membentuk sekat antara seorang Nyonya dengan asisten nya.


" aku sangat tidak menyukai batasan ini,pak Darren,... tapi meski begitu aku akan mencoba menerima " kata Rania dengan begitu terusterangnya....tanpa merasa sungkan menyuarakan isi hati dan pendapatnya yang begitu berbeda.


" hanya untuk sebuah penyebutan antara Nona dan Nyonya....dan aku menginginkan tidak pada kedua kata itu,bagiku cukup Emira mengetahui statusku dan tidak perlu dengan sebutan terhormat itu....seperti membentuk celah diantara kami "


" tidak juga. ..nona....aku hanya ingin Emira terbiasa dan membiasakan diri supaya bila berada dilingkup umum posisi kalian memiliki istilah tersendiri .....baiklah....cukup jelaskan ? atau ada lagi yang tidak berkenan ? " Emira dan Rania sama-sama saling pandang seperti perasaan mereka yang sama untuk kesulitan menerima perkataan Darren itu,tapi mereka memilih tersenyum samar seperti sebuah o isyarat penuh makna....seperti saling berkata dengan suara sama,tenang saja ....ketika Darren pergi....kita bebas mau berbicara dan menyebut hal apapun tanpa perasaan sungkan dan adanya batasan.


" Tidak ada pak Darren " Rania menarik satu senyum.....sadar bagaimanapun dia akan menerima keputusan Darren tanpa pilihan itu...toh Darren tidak akan memantau nya selama 24 jam bukan ? jadi Darren pun tidak memiliki kekuasaan yang mutlak untuk mengatur apa yang harus dia perbuat dan apa yang harus dia katakan,sampai detik pemikiran ini Rania sedikit merasa sangat tenang,bahkan sangat tenang....seperti bukan sebuah keterpaksaan.


" sekarang apa kamu akan langsung pergi tanpa sempat menikmati makanan yang dibuat Bi Yati tadi ? " dia memilih berkata sesuatu yang melenceng dari topik sebelumnya,dan suasana kaku tadi perlahan tapi pasti agak sedikit mencair,dengan suara yang dibentuk sehalus dan selembut mungkin dan sikap yang sangat luwes sekali... dia tersenyum cerah pada Darren .....yang walaupun pria itu mengangguk setuju tanpa suara,tapi Darren tahu dan sangat bisa membaca penolakan hati Rania dalam sikap tak bersyarat darinya.....meski tertekan Darren bisa memahami kalau Rania tetap mau belajar menerima posisi dan semua yang berada disekitarnya sekarang....Darren merasa berterima kasih pada sikap Rania ini,yang tidak mempersulit semua penjelasan dan peraturan yang dia berikan....karena dia tahu itu untuk kebaikan gadis itu kedepannya nanti.....!


" Yah nona....aku akan meluangkan sedikit waktu untuk bisa makan sore bersamamu " Darren mencoba menciptakan perasaan santai itu dari segala kekakuan yang terjadi diruang tengah itu tadi.

__ADS_1



" terima kasih pak Darren atas penerimaan tawarannya " Rania beranjak dari duduknya,dan menarik tangan Emira tanpa canggung untuk melangkah berdampingan dengannya menuju ruang makan dirumah besar itu...mendahului Darren yang menyunggingkan satu senyuman lega sekaligus senangnya,setidaknya tugas untuk memberikan satu teman buat nona Rania sudah berhasil dia lakukan.... dan pak Dion tentu akan merasa tenang setelah mendapat kabar ini !


__ADS_2