KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 14 : TES KECIL


__ADS_3

" dan kamu...." Rania membalikkan keadaan....mencoba bersikap santai dari situasi yang menjeratnya saat ini....dia sudah bisa merunut rangkaian kejadian....dia sekarang sedang diincar....keberadaan dia dicurigai sebagai titik kunci yang menyimpan rahasia terbesar Abian yang sempat ingin melenyapkan Dion dari peristiwa percakapan tadi siang.


" apa yang membuat pak Dion mengikuti ku sampai kesini ? dan bisakah kamu membuatku tidak memiliki pemikiran negatif seperti Richo dan dua pria tadi ? "


" Pemikiran negatif ? " Dion mengulang kalimat itu dengan gaya lucu.


" apa aku terlihat seperti pria mesum heh....? " Dion mengulum senyuman....dan dia menyeringai lebar.


" Bu....bukan begitu....maksudku....mungkin kamu ingin mengincarku....mungkin....mencelakakan aku ? atau lebih lagi....membunuhku ? " Rania salah tingkah menyuarakan dugaan sepihaknya itu.


" hahaha...." Dion terkekeh....sungguh....Rania baginya sangat menggemaskan sekali.


" tampangku terlihat seperti psycopat ? "


" tidak " Rania menggeleng....merasa geli sendiri,ya....tentu saja Dion berkata begitu,dia bego sekali sih....memang Dion pria seperti apa ?


" Aku mengincarmu atas dasar apa ? " Dion mencondongkan tubuh dari duduknya.


" Ingin membunuhmu ? oleh motif apa ? aku bahkan baru mengenalmu malam ini....untuk melakukan pelecehan seperti Richo ? kurasa aku tidak harus melakukannya seperti itu kan ? " Dion berdiri dari duduknya ...diluar dugaan berpindah duduk disofa kecil muat satu orang yang Rania duduki dan duduk mendempet Rania yang terkejut setengah mati.


" Aku tidak harus susah payah melakukan adegan kasar.....bukannya tadi belum apa-apa aku sudah bisa mencium kamu ? " Rania mendelik....tak berkutik....dia nyaris meloncat dari duduknya dan tapi Dion justru menarik tangannya kuat....dan dia terduduk kembali.


" Jadi Miss Rania....kamu ingat tadi apa yang kukatakan ? " Dion mendekatkan wajah pada Rania yang seperti mati kutu....tak bergerak.. menatap nyalang tak berkedip.....dia menatap Bibir Dion yang terlihat begitu menarik....dan terkejut sendiri pada pemikiran kotornya yang sepintas hadir itu.


" Pak....Di...on " Bibir Dion terarah lurus menuju bibirnya....dan Sialnya Rania seperti menantikannya.....


" kamu kenapa jadi mudah ditaklukkan ? " ucapan Dion mengembalikannya pada dunia realita ....benar ....dia bahkan baru kenal Dion sekarang....tapi kenapa dia seperti wanita yang terlihat gampangan ? wanita tak punya harga diri ? kata-kata Dion seperti mengingatkannya....benar sekali...


dan dia malu setengah mati .....wajahnya memerah oleh rasa panas....dia ingin tenggelam kedasar bumi.

__ADS_1


" Kamu benar " Rania mendorong tubuh Dion dan berhasil berdiri dari sofa tapi sekali lagi dia kalah cepat....Dion sontak berdiri juga dan menarik pinggangnya.....dalam satu sentakan dan Rania terhuyung jatuh dalam pelukan pria itu....wajahnya bahkan membentur dada Dion dan hidungnya mencium aroma wangi maskulin mewah yang membuatnya menggelepar


" Benar apa ? " kata Dion dengan suara lembut ....Rania mendongak....mata itu.....seperti membuatnya tak bisa berpijak kebumi....Tuhan....apa yang terjadi padanya ?


" Benar kalau aku mudah saja untuk menaklukanmu ? benar karena aku tidak harus barbar untuk menciummu ? jadi aku hanya ingin mematahkan ucapanmu tadi .....bahwa aku untuk mendapat satu saja didirimu aku tidak harus susah payah kan ? "


" tentu tidak " bantah Rania menggeleng kuat.


" Aku hanya sedikit terpesona pada...."dia mengeleng berulangkali....masih dalam rengkuhan Dion...


" terpesona pada ketampananku ? ".


" Pak Dion .....anda terlalu percaya diri "


" mengapa tidak ? toh tadi kamu barusan mengatakannya untuk pengakuan "


"OhYa ? " Dion mengedipkan mata seperti tidak percaya.....dia menatap Rania seolah menantangnya.


" Baiklah....aku terima jawabanmu....tapi setelah aku buktikan sendiri....apa benar kamu tidak terpengaruh pada diriku " setelah berucap hal itu.....Dion menundukkan wajah....dan menarik lembut tengkuk Rania....dan tanpa aba-aba ....mendaratkan bibinya....dan sudah bisa dipastikan Rania takluk pada serangan mendadak itu.....ciuman Dion lembut tapi sangat berpengaruh .....jiwa dan tubuhnya bergetar dalam pelukan pria itu dan Dion bisa merasakannya....merasa mendapat penerimaan yang awalnya dalam keraguan.....lalu lambat laun ...Rania yang sedikitpun tidak berpengalaman....sedikit pasif dan membiarkan Dion yang menguasainya.


Keraguan Rania yang diam itu dimanfaaatkan Dion untuk menjelajah bibirnya lebih jauh.....pertahanan Rania yang memang seperti tak ada tameng penolakan itu tanpa sadar berjinjit dan mengalungkan tangan melingkar memeluk leher Dion....perubahan ritme dari ragu....dan sebentuk pengenalan awal terlindas cepat begitu saja....bahkan saat gesekan tekanan tubuh Dion yang seperti membuat Rania terdorong dan terduduk disofa panjang dan Dion terus menekannya dengan tubuhnya hingga dia semakin terperangkap pada menjadi setengah berbaring dan ciuman itu terus berlanjut.....lebih panas ...bibir dan lidah terus bergerak serasi.....Rania sudah bisa melakukan perlawanan sentuhan bibir itu.....dan tak ada yang ingin menghentikan.


Ketika ciuman dan pagutan kuat itu terus berpadu dan berpacu....bunyi dering hape Dion menghentikan semua scene panas luar biasa itu....seketika ciuman itu terbuai dan terlepas....keduanya tersengal mencari udara karena kehabisan nafas....enggan untuk mengangkat tubuhnya dari posisinya diatas tubuh Rania....Dion hanya memiringkan sedikit tubuh dan masih berbaring disamping Rania.....mengambil hape dikantong celana jeans-nya dan menggeser untuk mengangkat panggilan itu.


" Pak Dion ....anda dimana ? masih mengikuti gadis tadi ? " suara Darren begitu jelas sekali.


" kalau iya kenapa ? apa para tamuku sudah menyadari kalau aku tidak ada ditengah mereka ? kau tahu Darren....kau begitu menggangguku " Dion tersenyum sambil melirik pada Rania yang terpaku....Rania bergegas bangun tapi Dion berkeras menahan tubuhnya dengan memeluk pinggangnya.


" Diam disini dulu Ara...." seperti sebuah perintah yang dominan....Rania sungguh begitu diam saja tanpa perlawanan ...dia sadar Dion baru saja sudah menguasai nya sepenuhnya.

__ADS_1


" Maksud pak Dion aku mengganggumu apa ? kamu sedang ngapain ? "


" kamu membuat kesibukanku terusik ? "


" terusik bagaimana ? " telinga Darren tadi menangkap kalau Dion menyebut nama Ara ? apa maksud Dion itu merujuk pada gadis itu ?


" Pak Dion bersama dia ? " dia maksudnya mereka sama-sama tahu adalah Rania.


" Hem...." Rania tidak ingin mendengar percakapan itu lebih jauh....dia tetap bersikeras bangkit dan Dion tidak menahannya....tapi memberi isyarat membiarkan dengan matanya.


" aku belum menuju ke intinya....menunggu Rania mengganti bajunya dulu " kuping Darren terasa merah mendengar kalimat bersayap itu.....padahal maksud Dion adalah percakapannya dengan Rania belum.pada inti tujuan dia datang ketempat gadis itu.....karena terhenti oleh godaan dari dirinya yang terlalu besar untuk mengabaikan keinginan.....mencium Rania dan diluar perhitungannya Rania menyambutnya .....!


" Maksud pak Dion.....pak Dion bertindak jauh pada gadis itu ? "


" jangan mesum Darren .....cepat katakan apa maksud kamu menelponku "


" ya....banyak tamu yang merasa pak Dion tiba-tiba lenyap....termasuk tuan besar "


" katakan saja pada ayah aku sedang menyelidiki kasus yang menimpaku "


" sudah....tapi tuan begitu mencemaskan mu "


' oke....mungkin satu jam lagi aku balik....beritahu ayah ....agar tidak usah khawatir....aku baik-baik saja "


" baik pak Dion " tapi sebelum telpon benar-benar ditutup Darren menyempatkan diri berkata seperti sebuah nasehat bernada peringatan ringkas.


" buat gadis itu juga baik-baik saja " dia tahu siapa Dion.....tidak mudah bagi wanita pada pandangan pertama untuk bisa terlepas dari jerat pesonanya.


" Tenang Darren.....aku hanya sedikit mengetes bibir merahnya " itu yang disambung Dion dalam hati dengan senyum cerahnya tapi dia tidak menyuarakannya pada Darren......dan hanya menutup telpon tanpa jawaban.....dan meniggalkan segurat penasaran di benak asisten setianya itu.

__ADS_1


__ADS_2