
Rania mengantarkan kepergian Dion dan Darren sampai diteras rumah tanpa bersuara apapun dan juga tanpa menampilkan ekspresi apapun....meski disatu sisi Dion cukup senang gadis itu bisa bersikap seperti biasa tapi jujur dia juga merasa kehilangan karakter asli Rania yang sebenarnya.....hari masih pagi dan diluar masih sedikit gelap....karena waktu baru menunjukkan pukul setengah 6 pagi
" semoga kamu bisa bertahan untuk sementara disini...oke..." Dion ingin meraih tangan Rania,menggapainya tapi gadis itu memilih menyembunyikan tangan tersebut dengan menyatukan kedua tangan didepan tubuhnya....Darren memperhatikan semua itu dari balik kaca mobil yang dia kemudikan....mobilnya beranjak pergi keluar halaman lebih dulu.
" Rania.....jangan sungkan untuk menghubungiku atau ke nomor Darren kalau kamu merasa perlu sesuatu" Dion menambahkan tapi bagi Rania tetap hanya diam... namun hatinya berkata.....aku hanya perlu dirimu pak Dion.
" iya... " hanya itu jawaban darinya....Dion ingin mengatakan hal yang lebih banyak,tapi memilih untuk mengurungkannya.....menarik nafasnya....untuk sesaat menyentuh pipi Rania lembut....hanya menyentuh pipinya....tapj seperti tadi malam.....Rania mampu untuk tidak bereaksi.
" aku akan secepatnya kembali,mungkin kurang dari seminggu " melihat reaksi Rania sekali lagi....tapi gadis itu tidak ingin mengangkat kepalanya.
" kamu masih marah ? " Rania menggeleng....
" kalau begitu jangan seperti ini....aku jadi berat untuk ningggalin kamu "
" meski begitu pak Dion tetap harus pergi kan ? "
" berbeda kalau aku bisa pergi dengan perasan tenang dan senang ....dibanding dengan menyimpan ganjalan "
" ya sudah....pak Dion mau aku bagaimana ? " tanya Rania serba salah....mengangkat kepala dan sungguh Dion merasa takluk pada perasaan berlumur cinta dari gadis ini....dia merasa kalah dan ingin menyerah....tinggal untuk sehari dua lagi....dan .....tidak bisa menahan hati serta keinginannya....Dion menarik pinggang Rania dan langsung mencium bibirnya....Rania yang terkejut tak bisa bergerak dan juga tidak menolak....ciuman pria itu begitu dalam,lama dan sangat berkesan.....
" sekarang sudah " pagutan bibir itu terlepas....Rania mendongak dengan ekspresi lemah.
" jangan lagi bersikap jutek seperti tadi....kalau tidak ingin aku akhirnya ....." Dion menarik tengkuk Rania sekali lagi....dan memagut bibirnya lebih panas kali ini....dia berkata dengan suara seraknya yang tertahan.
__ADS_1
" atau aku akan membatalkan kepergian ku .....dan menghabiskan hari-hari bersamamu dirumah ini....dikamar ini saja.....dan kamu....benar-benar tak akan bisa turun dari tempat yang kamu tiduri tadi malam ....kamu paham sekarang....? " mata Rania mengerjap,seperti tidak rela Dion mengatakan itu tapi juga sangat tidak setuju....dia menggeleng lemah...
" aku tahu pak Dion....aku salah....sekarang pergilah .....aku akan menantimu....sampai satu Minggu kan ? tidak boleh lebih....tidak boleh kurang...." Rania menating jari kelingking dan Dion tertawa kecil....menarik pipi Rania gemas,sampai gadis itu meringis.
" Dan kalau aku datang kamu akan memberikan sambutan seperti apa ? " pertanyaan Dion wajar saja....tapi wajah Rania sudah memerah....dan gadis itu membalikkan tubuh atletis Dion agar menghadap kemobilnya dan sedikit mendorongnya agar pria itu secepatnya masuk ke mobilnya itu.
" tidak ada pak Dion....sungguh tidak akan ada " dia hanya berbisik kecil tapi Dion merasa seperti satu isyarat yang diharapkannya....namun ketika berbalik,Rania sudah hilang dari sisinya dan melangkah cepat menuju pintu....ingin menutupnya dan melambaikan tangan dengan wajahnya yang begitu menggemaskan....lalu hilang dibalik pintu yang ditutupnya.
#########
Rania bergegas menaiki tangga dan masuk ke kamar,menuju balkon dan memperhatikan deru mesin mobil Dion yang pergi keluar dari pagar.....menatap sampai mobil itu benar-benar menghilang....masih berdiri lama dalam kesedihan sampai dia merasa jenuh dan memutuskan kembali kekamar.
Berbaring beberapa waktu dan meraih hapenya yang teronggok di tempat tidur.....tadi Darren menyerahkan hape itu dan berkata bahwa siang ini akan datang hape baru untuknya.....ada beberapa panggilan tak terjawab....dari Leo....tapi dia melihat jam Leo menelpon....pukul dua belas malam,berarti Leo menelpon saat hape sedang ditangan Darren....ini masih terlalu pagi menelpon balik pria itu....dan dia teringat ayahnya .....ayahnya pasti sudah bangun sepagi ini....mempersiapkan untuk berjualan di pasar kecil....dan biasanya menelponnya terlebih dahulu untuk membangunkannya....apa dia saja yang menelpon ayahnya itu lebih dulu.
" Ara " ayahnya terkejut mendapati Rania yang menelponnya ....dia sudah mengangkat telpon putrinya itu pada deringan kelima.
" tidak....aku hanya lebih cepat bangun saja dari biasa....dan teringat ayah " Rania merasa tercekik....bagaimana perasaan ayahnya kalau dia sekarang berada ditempat seperti sekarang....?
" ayah sehat .....dan mau pergi jualan ? "
" iya Ara sayang.....OhYa....kapan kamu pulang kerumah....."
" mungkin sebulan lagi ayah....aku masih bekerja "
__ADS_1
" kamu tabung kan uangnya ? ayah pun juga menabung disini....meski sedikit-sedikit....ayah ingin tahun depan kamu bisa kuliah " begitu besar keinginan dan harapan ayahnya sehingga sangat mampu membuat Rania terharu.
" ayah jangan mencemaskan hal itu....cukup Rania saja yang menabungnya.....uang ayah untuk keperluan ayah saja .....ayah jangan memikirkan kuliahku....tahun depan Rania pasti mendaftar kuliah....dari hasil jerih payah ini "
" iya Nak....tapi tetap ayah tidak bisa menghabiskannya sendirian.....itu sudah jadi tanggung jawab ayah "
" baiklah ayah...." dan telpon akhirnya ditutup .....Rania menghempaskan tubuhnya ketempat tidur....dia tidak tahu akan seberapa lama bisa bertahan ditempat ini.....dia terbiasa dengan ritme kerja dari pagi hari sampai malam hari.....dan ini menjadi hal baru baginya.... segalanya sejak kejadian dia merekam kejadian digudang itu.....semua alur kehidupannya seketika berubah 180 derajat....dan dia tidak bisa membayangkan kehidupan seperti apa yang telah menantinya kedepannya.
#######
Beberapa karyawan wanita termasuk Emira Yolanda dan satu rekannya berdiri dari duduknya dan menegakkan tubuh dengan sikap hormat ketika Dion dan Darren melangkah masuk dari pintu luar utama perusahaan Anggara Global Corf menuju lift ekslusif khusus petinggi perusahaan....Emira adalah seorang gadis menarik yang berusia sekitar 26 tahun,dia berada diposisi seorang resepsionis dan selalu tampil ramah menyambut para tamu dari berbagai kelas dan level yang datang.....dia baru direkrut dan bekerja di perusahaan itu sejak satu tahun lalu dan kinerja nya cukup bisa diperhitungkan.
" siapa nama gadis resepsionis itu Darren ? " tanya Dion ketika mereka berada didalam lift.....tahun lalu Darren yang melakukan perekrutan dan persetujuan karyawan itu dibagian HRD karena saat itu dia berada diluar negeri untuk pengembangan bisnis terbarunya....dan Darren yang mewakili serta memegang hak penuh untuk menggantikannya.
" namanya Emira Yolanda....kenapa ? "
" kamu panggil dia keruangan ku....aku mau dia yang akan menemani Rania untuk satu bulan kedepan "
" Baik pak " Darren langsung setuju karena bagaimanapun bosnya itu tentu memiliki alasan kenapa memilih Emira sebagai asisten yang akan bekerja untuk nona Rania...karena pembawaan supel dan luwes wanita itu ....tentu akan mudah bagi Rania bergaul dengannya.....!
#########*********########
*Visual Emira Yolanda*
__ADS_1
.