KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 54 : DI SUPERMARKET


__ADS_3

" ini apa namanya Rania ? " Dion membaca salah satu botol bulat seperti bumbu dapur dalam kemasan kecil yang dimasukkan Rania kedalam keranjang, ketika dia melihat gadis itu memilih beberapa diantaranya dari barisan rak yang menyediakan perlengkapan memasak,saat itu mereka berdua sedang berada di supermarket di lantai apartemen Dion tersebut.


. " Garlic powder " Dia mengangkat alis dengan ekspresi bertanya kepada Rania,yang dibalas gadis itu dengan menyunggingkan senyum kecil.


" tunggu....tidak usah dijawab " Dion mengangkat telapak tangan,sedikit menyipitkan mata....menahan Rania yang sudah membuka mulut ingin menjawab pertanyaan nya.


" mungkin ini sejenis bumbu dapur seperti bawang bubuk gitu,sayang....aku benarkan ? " tebaknya menambahkan,dan Rania memberinya applaus tepuk tangan meriah dan acungan jempol.


" wah....wah....CEO ini ternyata pintar juga ya untuk menebak urusan dapur " Rania bersandar manja kebahu Dion,dengan tangan menggamit lengan Dion yang mendorong trolly belanja.


" memang pak Dion waktu tinggal diluar negeri tidak pernah masak gitu ? " Rania menoleh dengan pendar mata nya yang bersinar....tersenyum manis dan Dion gemas ....lalu menowel sekilas pipi bening gadis itu,dan menggeleng kecil.


" kupikir itu hanya urusan perempuan ya ? aku bahkan tidak memiliki beberapa peralatan dapur diapartemenku di luar negeri selain hanya tahu wajan,panci ,spatula dan teplon,kedapur juga hampir - hampir tidak pernah....alias bisa dihitung dengan jari,aku lebih memilih makan diluar daripada pusing dengan segala ***** bengeknya itu " jawab Dion lugas,dan menghentikan langkahnya saat Rania kembali berhenti untuk memilih beberapa bumbu berbentuk kemasan lagi,ada penyedap,garam, gula,minyak goreng dan yang lainnya.....


" yah....aku pikir itu juga bagus,hee.....bukannya seorang pria itu hanya fokos untuk mencari duitnya....dan wanita tugasnya mengurus rumah tangga suaminya,contohnya seperti memasak ini ......" Rania menjawab tanpa berpikir.....dan mencomot beberapa bumbu masak lagi,sudah setengah trolly terisi.....mereka akan ke rak bagian sayur dan segala jenis lauk dalam kemasan yang sudah dibersihkan


" tapi kok....pak Dion tumben ingin berbelanja beginian ? terpaksa ya berhubung aku yang memilih ingin masak sendiri ?" tapi pertanyaan polosnya itu membuat dia dapat sentilan kecil dihidungnya yang dilakukan Dion,seketika hidung mancungnya berwarna kemerahan.....Rania meringis.


" ni anak Cantik..... bisa gak seh.... kalau ngomong itu di filter dulu .....asal nyerocos terus " tapi sentilan tadi digantikan Dion dengan usapan lembut dihidungnya itu.


" yang ngajak tadi perasaan bukannya aku gitu ya ? " Dion mengetuk-ngetuk dagunya,seperti mengingat kembali....dan Rania nyengir....berjinjit sedikit untuk menggapai wajah Dion,lalu mencuri satu ciuman kecil di pipi pria itu,tak peduli pada mata Dion yang nyaris terkejut serta terperangah tak percaya pada keagresifan nya itu,dia mengedarkan mata antara malu sekaligus bangga pada beberapa orang dan pasangan lain yang berada disitu,dan kebetulan memperhatikan mereka atau hanya sekedar mencuri pandang menatapnya.


" ini ditempat umum sayang " Dion setengah berbisik seperti melarang,tapi bibirnya tersenyum senang.

__ADS_1


" setidaknya kalau hanya kita berdua kamu bisa bersikap lebih hot dari tadi,Hem " dia mengedipkan mata dengan gaya modusnya,dan Rania mencubit pinggangnya menahan tawa kecilnya yang penuh makna


" pak Dion tadi memang ngajak aku jalan....tapi tidak nentuin jalan kemana.....aku yang bilang ingin belanja dan memasak sendiri untuk makan malam kita " Rania bersikeras membela dirinya....dia berhenti berjalan,menunggu Dion membelokkan kereta di tikungan menuju rak yang menyediakan sayuran segar dan segala jenis daging,ayam dan ikan segar.


" iya....iya...." Dion mengangguk patuh....menurut apapun pembelaan Rania.


" terserah kamu lah.....kamu benar kan ? " komentar Dion yang tersenyum memandangi punggung Rania yang sudah berjalan mendahuluinya,tampak dari kejauhan bagaimana sosoknya yang seperti bocah kecil yang sangat menarik perhatian.....begitu menggemaskan berada diantara hal-hal yang disukainya.


" pak Dion....tetap berdiri disitu ya....aku mau ambil foto kamu " Rania memamerkan senyum cerahnya....mengeluarkan hape dari tas nya,mengabaikan Dion yang seperti menolak untuk diambil pose dirinya.


" hei....kamu tidak akan senekat itu " tapi terlambat....Rania sudah menjepretkan beberapa fotonya yang seperti terlihat natural itu diantara bagian rak dan didepan kereta dorong itu,....Rania bergegas mendekat pada Dion kembali dan melakukan foto Selfi beberapa kali sambil merapatkan tubuh kesamping Dion.


" satu ... .dua....senyum...." lantaran melihat Dion wajahnya terlihat tegang memandang kekamera, Rania menyentuh kedua wajah pria itu,menekan dan mengelusnya sesaat seperti melenturkan urat pipinya dari ketegangan.


" tuh kan bagus....." Rania memuji dan tersenyum puas sekali pada hasil kamera yang diambilnya sendiri itu... Dion pun tak bisa tidak mengagumi ketika Rania mengarahkan dan menggeser galeri hp dimana ada foto dia sendiri yang diambil Rania tadi,


" kamu berbakat juga ya ? " Dion menepuk-nepuk bahu Rania.


" tapi kapan kita memasaknya kalau kamu cuman sibuk foto-foto begini " katanya setengah bertanya pada Rania dan gadis itu tersipu sendiri merasa tersindir secara halus sekali.


" iya....aku akan memilih bahan memasak beberapa hal lagi,pak Dion tetap saja disitu...menunggu...." dan kebetulan pas dia berkata begitu hape Dion berbunyi....pria itu disibukkan untuk menerima siapa orang yang sudah menelponnya....dia memberi isyarat anggukan pada Rania.


" oke....aku harus bicara dulu dengan Darren " Dion melihat pada nama yang tertulis di hape nya itu,beralih menatap Rania.

__ADS_1


" kamu lanjutin belanja kamu,aku tunggu disini " tanpa menunggu Dion berucap dua kali,Rania mengangguk menyetujui isyaratnya dan meraih trolly yang awalnya dipegang Dion.....beranjak ke setiap rak dan mulai berkutat dengan kesibukannya itu.


" Darren....ada apa ? "


" ada satu saham yang ditawarkan akan dijual oleh Arrayan Gruf sore tadi.....kamu sudah melihat dan mengetahuinya ? " tanya Darren langsung ke intinya.


" iya....tadi aku sudah memantau perkembangan harganya.....menunggu angkanya menurun baru akan melakukan timbang harga...."


" kamu bermaksud membelinya lagi ? "


" sampai bergeser turun sedikit,aku baru negosiasi ....."


" masih dengan nama pembeli yang tidak mereka ketahui itu kamu ? "


" Hem " deheman kecil pertanda mengiyakan itu di sambut Darren dengan decak pujian.....perusahaan Arrayan sedang keropos didalam saat ini,beberapa saham ada yang sudah terjual dan jatuh ketangan Dion.....tapi mereka sedikitpun tidak tahu kalau Dion lah yang membeli saham itu secara rahasia....mungkin lambat laun ketika tersadar akan hal itu,semua sudah terlambat.....Arrayan Gruf akan terombang ambing dan berada dibawah kuasa Dion nantinya.....hanya tinggal menunggu beberapa bagian saja sebagai penyempurna kemenangan itu.


kesibukan Dion yang berbicara dengan Darren itu tidak memperhatikan pada seseorang pria yang berdiri tersudut di salah satu belakang rak dan berdempet ke dinding....pria itu menggunakan masker dan sedari tadi mengamati Dion dan Rania dari jarak yang tidak terlalu jauh....sekarang....dia menanti kesempatan.....saat melihat lawan menjadi lengah.....melihat Dion dan Rania terpisah.....Dengan Dion yang sibuk bicara ditelpon....dan Rania yang sibuk berbelanja dengan mendorong kereta.....


Tanpa sengaja trolly Rania menabrak seorang wanita muda yang seperti tergesa-gesa berjalan kearahnya.....dan hal itu membuat wanita itu terjatuh dan dia memegang kereta yang di pegang Rania sebagai penyangga tubuhnya yang kehilangan keseimbangan....dan kereta itu pun terbalik menindih wanita itu....dan segala belanjaan Rania berhamburan....


Rania bergegas ingin membantu wanita muda itu.....yang seperti mengulurkan tangan meminta bantuan.....tapi entah kenapa pandangan mata Rania tanpa sengaja melihat dengan jeli pada Dion yang berjarak sepuluh meter darinya.....pria itu seperti bersandar pada sebuah rak yang tersusun aneka biskuit dalam kemasan kaleng.


Dan melihat kalau rak itu seperti bergoyang dan mau runtuh....dia mengalihkan pandangan.....dan sesaat terpana ditempat.....melihat seorang pria yang seperti sengaja mendorong rak dibelakang Dion itu.....jarak pria itu hanya 4 meter tak jauh dari Dion,tangan pria itu memegang rak dan terlihat begitu jelas oleh Rania....dia akan menggoyang rak itu agar apa yang tersusun disana jatuh dan menimpa Dion....Rania hanya berfirasat sesuatu yang buruk akan terjadi....dia tak ingin berpikir panjang berteriak sambil berlari kearah Dion....dan membatalkan maksudnya untuk menolong wanita itu

__ADS_1


" pak Dion....awas...." Rania berhasil mencapai kearah Dion yang masih terperangah terkejut....dan Rania sempat mendorong Dion kuat agar tubuhnya menjauh dari rak yang seperti akan ambruk itu.....bertepatan dengan tubuh Dion yang terpelanting kesamping kerah lain nyaris terjungkal seiring dengan suara bunyi kaleng biskuit yang berjatuhan kebawah dan beberapa diantaranya langsung menimpa pada tubuh bagian belakang Rania terutama punggung gadis itu....sesaat kepala Rania terasa pusing dan berputar karena dua kaleng biskuit sempat mengenai tengkuk dan bagian belakang kepalanya......pandangannya mengabur dan buram seketika !!!.


__ADS_2