
" Aku tidak bisa ayah....itu kan acara orang-orang tua" protes Leonel pada suara ayahnya yang ada di handhone yang dia pegang ditangan.
" itu hari jadi perusahaan Anggara Global Corf sekalian ulang tahun putra dari sahabat ayah itu....pergilah Leo...." kata pak Herman setengah memaksa tapi dengan logat meminta kepada putra sulung nya itu....berhubung dia tidak bisa berhadir pada undangan itu karena harus mengurus pembangunan supermarket cabang yang ada di Semarang....dia tahu putranya Leo bukanlah anak yang suka membaur diacara pesta atau perayaan sejenisnya...dan dia tidak pernah memaksa Leo untuk bisa memenuhinya....tapi ini ceritanya berbeda.....masa Leo tidak bisa menggantikan dirinya ,padahal Yanuar Anggara mengundangnya sejak seminggu yang lalu.
" aduh ayah " Leo menggaruk jidatnya....merasa tertekan tapi juga merasa harus mengabulkan permintaan ayahnya.
" Baiklah....aku bawa teman ya ...kan nanti Leo hanya bisa gigit jari dengan tampang blo'on diacara itu....kalau ada teman kan setidaknya Leo bisa sedikit lebih betah "
" terserah kamu....tuh minta temani Rania....dia bekerja gak tuh...."
" Maksud ayah....Nia boleh ijin gak kerja buat nemenin Leo ? "
" Tentu saja..... kalau untuk mengurangi bebanmu..." pak Herman tertawa setengah berkelakar lebar.....dia sangat mengerti kondisi dan keadaan teman anaknya itu....dan sejak dulu juga memang menyukai gadis kecil sahabat Leo itu.
" Belikan dia baju untuk hadir ke pesta itu
" siap ayah.... " Leo sangat senang sekali pada kata-kata ayahnya itu.
" ah....ayah tau saja maunya aku..... " Leo akhirnya berbalik begitu setuju dengan rasa antusias pada usulan ayahnya.....setidaknya ayah tidak mempermasalahkan siapa yang akan jadi temannya....dan seperti mendukung kalau Leo pergi dengan Rania untuk mewakili dirinya.
########
Leo celingak celinguk mencari keberadaan Rania tapi tidak kelihatan batang hidungnya....Lo bukannya tadi dia lihat Rania datang ke supermarket ini ....terus dia kemana?....dia beranjak kesana sini dan bertanya pada pelayan lain termasuk pada Sinta karyawan yang menangani bagian kasir.
" PSssuuttt......" Leo menegur Sinta yang sedang bermain aplikasi tiktok dihapenya....maklum kondisi supermarket agak sepi bila waktu menunjukkan pukul setengah delapan malam itu,Sinta mendongak merasa ada yang menegur dan mengusik keasyikannya.
" Nia mana ? kamu liat dia kan ? perasaan tadi dia masuk kerja kok " dia berdiri di muka meja counter.
" iya....dia Dateng kok " angguk Sinta menanggapi.
__ADS_1
" kurasa dia sedang mengatur dan meletakkan barang kerak yang berdatangan dari truk tadi....mungkin dibagian belakang " Sinta menduga dan Leo bergegas meninggalkannya....mencari kesetiap sudut rak dimana ada beberapa pelayan yang memang sedang menyusun barang-barang yang dijual di supermarket itu....dan dia melihat Rania agak dipojok , sedang menempelkan nama-nama benda dengan label harga tiap kemasan, pada sebuah rak yang menjual perlengkapan untuk mandi tersebut.
" Nia " Leo datang mendadak dan menarik-narik ujung rambut Rania yang diikat seperti ekor kuda.
" Apaan Leo " Rania sedikit mengerutu diganggu seperti itu....tapi dia sedikit heran melihat tampang temannya yang kelihatan senang itu.
" temani aku kepesta ya ? .....ayah yang meminta ku dan ayah ngijinin kamu yang nemenin aku ? " tangan leo juga bergerak membantu pekerjaan Rania yang hampir selesai di bagian rak pajangan itu....supaya cepat selesai.
" Apa ? pesta ? becanda ? " Rania melongo....sebelum tersenyum nyengir merasa lucu.
" ayahmu tahu kan aku bekerja.....kalau gak kerja....tentu gajiku tidak jalan sehari "
" Mana ada ....." bantah Leo mengusik pendapat sepihak Rania itu.
" kalau ayah yang minta....kamu nemenin aku sudah termasuk digaji Lo....jadi percaya deh gajihmu gak bakalan dipotong "
" emang pesta apaan ? pasti pesta orang dewasa kan ? orang tua gitu?....kan ayahmu yang minta diwakilkan jadi....pasti temen ayahmu ?"
" Rania,bisa gak sih nanya itu satu-satu,gak berderet " sahut Leo setengah mengeluh.
"....Iya ....kata ayah tadi .....ulang tahun perusahaan apa sih...." Leo menggaruk pelipisnya yang perasaan jadi makin gatal karena bingung pada kelupaannya itu.
" Gak penting deh....pokoknya itu temen ayah....sekalian katanya itu ulang tahun putra pemilik perusahaan itu......undangannya ada kok dilaci meja ayah....nanti kita bawa undangan itu...gawat kan kalau lupa juga....entar dikira kita tamu nyasar yang tak diundang "
" iyalah " Rania terkikik pada kepolosan dan kelemotan Leo itu...maklum mereka kan masih berusia tergolong remaja.....24 tahun untuk Rania dan Leo satu tahun diatasnya....sedikit belum cepat mengerti pada urusan orang yang lebih dewasa.
" lagian nanti orang akan mengira kamu juga masih bayik yang ditinggal ibunya gitu " dia menyeringai usil pada Leo yang mencibir.
" jadi kamu oke gitu nemenin aku ? "
__ADS_1
" oke....selama kamu jamin urusan gaji aku gak bermasalah "
" aku pastikan....malahan ayah nyuruh aku nemenin kamu beli baju dan kita nyalon dulu " kicau Leo lebih tampak bersemangat dan Rania terlonjak senang.....ingin bertepuk tangan girang.
" yyuuuhhhuuu.....aku mau....wuih....senangnya....kita bakalan tampil menawan untuk malam ini? " Leo tersenyum lebar merasa senang sekali pada sambutan Rania yang bahagia.
" Tapi gak papa? ....jadi Putri untuk satu malam ini saja kan " kekeh Leo tapi tidak menyurutkan senyum manis Rania itu.
" itu acara orang tua Lo....kita bisa ketularan tua"
" gak juga.....yang penting kita masih muda dan berselera muda.. .apa masalahnya...."
" awas ya kalau sampai om-om disana pada terjerat sama kamu " tantang Leo sengaja menakut-nakuti Rania.
" ya gak mungkin lah....om-omnya tentu pada bawa bini dan pasangan kan ? lagian aku mana ada jadi Putri tunggal ditempat itu ....kan masih banyak gadis bangsawan lain "
" iya sih....tapi kita liat saja entar....pasti setelah dari salon....kamu akan berubah total " kata Leo sok menduga sesuatu yang belum terjadi.
" oho.....terima kasih Abang Leo " Rania menowel pipi mulus Leo dengan suara yang bernada sedikitpun tidak percaya.....dia hanya terlalu senang akan berdandan cantik untuk malam ini....dan didandani para kapster salon lagi....bakalan jadi cinderela untuk satu malam dia....dia tersenyum mesem-mesem sendiri,dan Leo pun ketularan pada senyum temannya yang sudah membayangkan banyak hal itu.
#########
" Noh kan .....kamu cantik banget " Leo memutari sahabatnya didepan salah satu cermin rias salon langganan mamanya itu....matanya berkeda-kedip menatap Rania dari ujung rambut sampai ujung kaki....Rania memakai gaun yang dia belikan dan atas pilihannya tadi....gaun maron berlengan sebatas siku.... dan gaun itu menjuntai sampai kebawah lutut....memperlihatkan kaki ramping mulusnya yang menggunakan sandal tali lancip tapi berhak datar dan tidak terlalu tinggi....Rania tentu akan menjadi pusat perhatian disana......dan Leo akan bangga bersanding disampingnya.
" takut aku entar mati gaya disana....kamu cantiknya kebangetan....gimana kalau ada om-om yang menggoda kamu " kata Leo dengan perasaan mulai tergetar.....dia merasa syok sekaligus kagum karena untuk pertama kalinya dia melihat secara langsung sahabatnya yang biasa tampil minim make up itu sekarang tampak glow dan wah luar biasa....kecantikan Rania begitu memukau dan memancar kesekitar....tanpa sadar dia mengusap dadanya yang berdegup dalam getar....khawatir degupannya kedengaran ketelinga Rania.
" jangan salahin aku lah ....salahin Daddy kamu yang nyuruh ngajak aku " Rania terkikik geli pada wajah cemas Leo itu....dia maklum kalau Leo jadi demam panggung karena Leo memang tidak suka hadir pada sebuah pesta....begitu juga dirinya yang sedikitpun tidak pernah ikut atau berperan serta pada sebuah perhelatan besar apalagi bertaraf mewah seperti yang akan mereka hadiri.
" ayo dah....kapan berangkatnya....entar keburu larut....lagian habis dari pesta ada sesuatu yang akan aku ceritakan dan perlihatkan padamu " Leo membungkuk dan mengulurkan sikunya yang disilangkan agar Rania bisa memegang dan mengalungkan lengannya disitu.
__ADS_1