
Yang tampak dilorong hotel hanyalah seorang pelayan seperti office boy,dia memang sedang menggunakan seragam pelayan hotel.....wajahnya tidak terlalu jelas dan mendorong sebuah kereta berisi berapa perlengkapan dalam kamar hotel seperti sprei,selimut dan tirai.....wajah pria itu terlindung kereta yang tingginya setinggi wajahnya,ketika direply rekaman CCTV dan menunjukkan waktu nyaris pukul 12 malam itu,anehnya hanya pria itu yang masih berkeliaran,tampak jelas sepertinya hanya dia yang bukan pelayan hotel yang sebenarnya alias pelayan samaran.....dia berhenti tepat dimuka kamar Dion menginap tadi malam dan menempelkan tulisan yang diambilnya dari dalam tumpukan sprei dan menempelkannya di samping pintu.
" coba di slowmo sedikit bagian garis wajah pelayan itu Darren.....mungkin kita akan melihat beberapa petunjuk " kata Dion disaat mereka berdua duduk berdampingan dibelakang meja kerja Darren dan mengamati tablet Darren yang menayangkan rekaman CCTV.
" aku menduga orang itu anteknya si Abian " dia menambahkan dengan gumaman lirih sambil mengusap dagu setengah berpikir
" nah....itu tebakan yang sedikit masuk akal,masalahnya pas tadi aku check data pelanggan hotel tadi malam,Abian masuk dalam list pencarian " sahut Darren mengatur tampilan layar dan mengklik beberapa sudut,memperlambat foto rekaman si pembuat tulisan.
" tapi tidak terlalu mirip sama dua asisten Abian " cetus Dion mengamati begitu seksama rekaman yang diperlambat itu......dia mengingat sesuatu.....
" tunggu,kalau dilihat dari postur tubuh kayaknya bukan deh dua asisten itu....." Dion mengerutkan alis,melirik pada Darren setelah beberapa kali lebih seksama mengamati lebih teliti supaya tidak ada yang terlewatkan.
" tunggu aku cek lagi " Dion mencari rekaman di hp tentang pemukulan yang dialami Charlie di gudang yang dilakukan Abian dan dua asistennya itu.... rencana ingin mencocokkan wajah dua asisten dengan yang dia lihat dari seorang penyamar pelayan, melakukan perbandingan wajah pada rekaman di hape Rania
" ini hanya tampak dari samping,seperti mirip Charlie " kata Darren dan kali ini ucapannya terasa sangat berpengaruh ditelinga Dion....pria ganteng itu sontak menoleh terkejut mendengar pendapatnya itu.
" Charlie ? " Dion tanpa sadar mencengkeram tangan Darren yang menggerakkan beberapa tampilan enggel rekaman....seperti men shoot layar....hanya tampak samping,sepintas memang sangat mirip Charlie.
" kalau ini kerjaan Charlie....aku tidak heran kalau pas tadi kita makan siang dia ada ditempat yang sama dengan aku dan Rania makan di resto seberang jalan....tidak mungkin karena faktor kebetulan "
" berarti maksudmu Charlie diperintah bos Abian ? " tanya Darren menutup layar tablet kembali.
" buat apa coba ? bukannya dia harusnya menghindar dari Abian karena dia tidak berhasil mendapatkan rekaman CCTV depan hotel Athena,dia gagal karena kedahuluan olehku ? " jawaban gamblang yang paling jitu dan masuk akal,Dion memeras otaknya berpikir.
" lalu kalau bukan dari suruhan Abian....dan ini memang Charlie.....artinya....dia bekerja sendiri untuk menguntitku,dia tidak kenal aku....aku ingat sekali ketika aku mengejarnya saat dia naek sepeda motor dulu dia sedikitpun tidak tahu aku,kita harus tahu posisinya sebagai seorang mekanik,itu hanya berhubungan dengan mobilku,bukan dengan pengemudinya " Dion berdiri dari duduknya,berjalan mondar-mandir.
" dan darimana coba dia tahu keberadaan Rania...."
" mungkin kah ketika dia kabur dari mu dijalan itu,dia memutuskan berbalik untuk mengiringimu sampai kerumah dan sejak itu mengamati Rania dari kejauhan....lalu mengikuti aku yang membawa Rania sampai kekota untuk bertemu denganmu .....dan tahu kamar kamu menginap " kacau....Dion kian gelisah....wajahnya memerah mendengar penelusuran alur sesuai pemikiran dan tebakan Darren itu.
########
__ADS_1
" Darren,ketika aku dan Rania pulang,mobilmu tetap mengiring di belakangku,tapi jaga jarak sekitar 10 meter " kata Dion sebelum dia dan Darren ingin masuk keruangannya kembali,dia sengaja memelankan suaranya dan mendekatkan mulut ketelinga Darren itu.
" sebaiknya rahasiakan ini dulu dari Rania,dia tidak tahu apapun soal kejadian tadi malam "
" kurasa itu adalah ide bagus....biarkan jika memang si pengintai sedang menguntit kamu dan Rania,dia sedang tidak merasa di awasi juga oleh kita " handel pintu di buka oleh Dion lebih dulu tapi Rania tidak ada didalam ruangan.
Tapi ketika masuk ke kamar khusus dia melihat Rania sedang bicara dengan seseorang ditelpon dan apa yang bisa ditangkap Dion gadis itu seperti terlihat menahan amarah.
" aku bilang padamu,tolong jangan menelpon aku lagi "
" hei....kita bahkan sudah putus ketika malam itu kamu bercinta dengan Arnella.....kalaupun kalian tidak melakukan apapun,dan kamu sudah ketahuan aku memiliki hubungan khusus dengan dia dibelakangku,bagiku kita sudah end " Rania tidak melihat kehadiran Dion....gadis itu bicara sambil berdiri di muka kaca jendela.
" aku bahkan tidak peduli dengan hubunganku dengan Nella,please Nia.....aku akan mendatangimu dan akan datang ke ayahmu,aku yang akan menikahimu "
" jangan konyol " sentak Rania mulai kesal,tak bisa lagi menahan kejengkelan yang sampai kekepala.
" aku sudah bertunangan " dia berbohong.....dia memang dilamar oleh Dion tapi belum diresmikan secara legal....dia hanya ingin mengakhiri pembicaraan itu.
__ADS_1
" Dengan Dion Anggara ? kamu yakin .....Hem....kamu tahu siapa dia ? " Rania diam,dan suara menyebalkan Richo kembali terdengar membahana semakin memanaskan suasana
" dia itu kekasih Jenita,sepupu aku....kamu tahu wanita yang datang dengan ku dipesta Dion itu " astaga....Rania baru mengingat itu,....pantas Jenita tadi seperti dia pernah sangat mengenalnya,Jenita adalah wanita yang sama dengan yang datang bersama Richo di pesta Dion dan juga wanita yang ada di foto yang dikirim Leo lewat hp....ternyata Jenita adalah sepupu Richo.
" Dion bahkan ingin menikahinya " telinga Rania terasa memerah dan dia membeku,disaat kesadarannya belum pulih kedasar oleh perasaan nyeri yang tiba-tiba hadir,hp yang ada di genggaman tangannya diambil oleh Dion dan pria itu menempelkan hp Rania kedekat cuping telinganya,mendengarkan ucapan Richo lebih lanjut.
" jadi kamu tidak akan bersama Dion....pikirkanlah,lebih baik kamu kembali bersamaku "
" yang berpikir aku tidak akan menikah dengan Rania itu siapa ? kamu Richo ? "
" Di....on...." suara Richo terdengar terbata.
" aku akan menikah dengan Rania,dalam waktu dekat ini,dan kuharap kamu tidak usah lagi mencoba menghubungi dia "
" jangan kemaruk dan serakah kamu Dion....Jenita mau kamu apakan ? " pancing suara Richo yang walaupun tidak mengaktifkan loudspeaker tetap terdengar jelas karena Rania berdiri di samping Dion.
" bukannya kamu sangat mencintai dia "
" hubungan kami sudah berakhir ketika di LA .....Jenita memilih untuk tidak menerima tawaran pernikahan dariku,dan bagiku tidak ada pemaksaan untuk itu... jadi tidak ada yang perlu diungkit lagi....kurasa sudah cukup Richo....tidak ada hubungannya antara aku dan Jenita dengan gangguanmu terhadap calon istriku " kata Dion yang seperti sebuah peringatan tegas yang tak terbantah.....dan hp Rania itu dia tutup secara sepihak walaupun Richo masih ingin bicara terlalu banyak.
__ADS_1