KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 58 : PETUGAS ONLINE SHOP


__ADS_3

Rania dan Emira sedang duduk disofa ruang tamu ketika hp Emira tiba-tiba berdering dan gadis itu mengangkat nya, dari nomor tak dikenal dan tidak terdaftar di kontak.


" hello....dengan nona Emira ? " suara tak dikenal....Rania dan Emira saling berpandangan.


" i...ya ? " Emira sedikit waspada dan Rania mengerutkan alisnya.


" saya dari online shop....pak Dion Anggara memesan beberapa barang,tapi sayang nya ini saya tidak diijinkan security untuk naik kelantai yang di maksudkan....bisakah nona turun kebawah dan mendatangi saya agar serah terima barang ini cepat selesai ? "


" iya....baik " Rania menatap pada Emira setengah mencegah dia menyahut ucapan itu.


" Emi.....Pak Dion memesan barang apa ? perasaan tidak ada " Rania dalam proses berpikir ,mulai menggeser layar hp mencari kontak Dion.


" kamu jangan langsung ke bawah,biar aku telpon pak Dion dulu " Emira mengangguk dan menunggu....tapi sampai beberapa kali Rania mencoba menelpon Dion,pria itu tidak mengangkat panggilan darinya


" mungkin dia sedang rapat "


" pak Darren ? " tanya Emira


" coba kamu yang telpon dia " Rania menyarankan dan Emira menuruti anjurannya itu,mencoba menelpon Darren tapi sama dengan Dion pria itupun tidak mengangkat telpon dari Emira.,sementara petugas dari online shop itu mulai menelpon lagi,kali ini sedikit mendesak.


" baiklah Emi....sebaiknya kamu secepatnya turun ke bawah " putus Rania pada akhirnya,dan dia menutup pintu apartemen ketika Emira pergi,tapi selang lima menit setelah Emira turun ke lantai satu,bell pintu berdentang nyaring,...Rania berpikir itu adalah kehadiran Emira kembali,yang mungkin dia melupakan sesuatu dan tanpa perasaan macam-macam dia membuka pintu apartemen dan dua orang pria bermasker berdiri didepan pintu yang sudah dibuka.

__ADS_1


" ka....Li...." belum sempat dia menyelesaikan ucapannya itu dua pria itu sudah menerobos masuk dan mengunci pintunya.....ketika salah satunya membuka masker itu mata Rania sontak terbelalak .....dia adalah Charlie.


" maaf nona Rania,ikutlah denganku....tanpa kekerasan....aku juga tidak ingin bertindak yang mencelakakan nyawamu,tapi aku bisa bertindak begitu jika keadaan mendesak ku harus melakukan itu " Charlie berkata dengan campuran perkataan formal dan biasa,menerangkan maksud kehadirannya yang secara tiba-tiba


" memang kenapa ? " tanya Rania mulai gugup,takut dan suaranya sangat bergetar....dia pucat pasi,tapi bukan karena tampang Charlie yang mengerikan....tapi karena dia tahu siapa Charlie....dia adalah tekhnisi mekanik yang tega mensabotase rem mobil Dion dan nyaris membuat pria yang akan menjadi suaminya itu bertaruh nyawa....belum kejadian di supermarket tadi malam.....ya....Rania baru sadar jika sosok bermasker yang dia cari tadi malam adalah dan yang juga nyaris membuat Dion terluka adalah orang ini....dan dia sudah sangat mulai mengerti seluruh alur tadi....semua ini hanya rekayasa kejadian,Emira saat ini sedang tidak bersamanya.....karena dia harus turun ke bawah dan semua itu proses penipuan ,pengalihan perhatian....agar dia sendirian di apartemen sekarang.....dan tidak ada Emira.


" nona harus menggantikan ku untuk dijadikan tuan ku umpan agar bisa menyerang pak Dion....jadi nona....kalau nona sayang dengan nyawa kamu,ikut bersama kami....atau...." Charlie menatap pada temannya seperti sebuah isyarat,dan temannya mengangguk.


" dengan sangat terpaksa kamu harus kami habisi sekarang juga,disini " Rania seketika gemetar seluruh tubuh.....terpaku tapi juga tak bisa berbuat apapun,dia saat ini terkurung diapartemen dengan dua orang yang akan bertindak jahat padanya....dan dia tidak punya pilihan.


" kalau aku memilih tidak ikut kalian ? " dia bertanya dengan suara ketegasan yang dibuatnya walau dia hampir tercekik oleh perasaan ngerinya.


" apa setelah kamu skak Matt pak Dion tidak berhenti dari incaran pembunuhan lain ? kamu salah....justru pesaingnya akan semakin menggila "


" memang apa kompensasi saat aku ikut bersamamu ? kamu jamin pak Dion tidak akan diincar lagi ? " tanya Rania berani,dia mencoba tenang ketika Charlie bergerak dan mengitari wajahnya.


" apa untungnya kamu menyandera aku ? " Charlie memgedikkan bahu.


" karena kamu calon istri Dion Anggara ....bukan begitu nona ? kamu mengabaikan cincin kalian sendiri ? bukannya itu kamu dapatkan di hotel kemaren malam ?" Charlie berkata pelan,dan matanya bertumpu pada Cincin kawin di jari manis Rania....dan Rania tak bisa menutupi rasa cemas sekaligus kewaspadaan yang hadir tiba-tiba.


" kamu darimana tahu ? " tapi pertanyaan nya itu justru ditertawakan Charlie.....dia menatap Rania lagi dari atas kebawah.

__ADS_1


" hal - hal seperti itu gampang untuk dicari nona "


" benar apa kata pak Dion....kamu menguntit kami "


" Hem....kalau tidak,aku tidak akan berada disini sekarang "


" apa untungnya kamu menahanku ? aku tidak berarti untuk Pak Dion " Rania sengaja ingin mempengaruhi dan mengecoh pemikiran pria itu....sekalian untuk mengulur waktu.


" kita lihat saja besok Rania .....saat kamu bersamaku,aku jamin keadaanmu....tapi ketika kamu kuserahkan pada bos ku....saat itu mungkin kamu akan ditukar dengan beberapa hal....disitulah kamu akan tahu seberapa besar artinya kamu bagi pak Dion " Rania tercekat....bungkam....matanya tanpa sadar memerah....dia akan dijadikan umpan atau sejenis tumbal untuk melemahkan pertahanan Dion....dia tidak ingin berada diposisi ini,tapi bagaimana dia bisa keluar dari sini ? hp di jaket Charlie tiba-tiba berdering dan itu adalah telpon dari Thomas rekannya yang menjaga operator CCTV dilorong lantai ini.


" kamu sudah beres Charlie....aku tidak bisa berlama-lama menahan diri disini ....nanti mereka akan curiga kalau aku bukan rekan petugas mereka " Charlie tahu permainannya karena dia yang merancangnya.....Thomas dia minta untuk masuk keruang petugas operator CCTV yang berjumlah tiga orang....menarik dua orang untuk mengalihkan perhatian,dan satu orang sudah dia buat pingsan,jadi dia yang berada diruang CCTV sendirian mengenakan seragam yang petugasnya dia buat pingsan,dia khawatir kalau dua orang sudah kembali dan tahu kalau yang ada diruang CCTV bukan rekan mereka maka.....gerakan mereka akan tercium.


" oke " Charlie menutup telpon dan kali inj dari rekan atau kekasihnya Ditha yang berada dilantai bawah dan mengecoh perhatian dari Emira,berpura - pura sebagai petugas online shop....supaya penculikan Rania tidak mengalami halangan.


" ya Ditha ? " dia bicara pada kekasihnya itu,mendengarkan ketika hp dia tekan ke telinga.


" Emira sudah naik keatas....aku tidak mungkin menahannya lagi "


" baiklah " dan pembicaraan itu ditutup .....Charlie sekali lagi memberi Rania pilihan...ikut tanpa kekerasan,atau dia akan membawa Rania dengan mode dibuat pingsan.


" sekarang tentukan nona ....ikut atau memilih cara pemaksaan kami ? " Charlie menunggu dengan kepala dimiringkan dan Rania mau tidak mau harus berpikir cepat....bisa kah dia lolos dari tempat ini dan menyusul Emira....dia memandang Charlie semakin dalam,wajah Charlie sudah mulai berkerut tidak sabar,dan bell pintu apartemen berdentang .....ketiga orang yang ada disitu sudah bisa menebak itu siapa....dia pasti Emira....Rania berkeringat dingin,teman Charlie berada dibalik pintu dan membuka pintunya.....Rania secepat kilat menubruk tubuh Charlie dan mendorong perut Charlie dengan sundulan kepalanya,tapi Charlie sudah tahu gerakan kewaspadaan itu....langsung memukul tengkuk Rania,yang sontak meringis dan dia terbelalak kearah Emira yang sama terperanjatnya dipintu melihat semua kejadian tak terduga itu.

__ADS_1


__ADS_2