KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 26 : BEDA TIPIS ANTARA RENCANA DAN KEINGINAN


__ADS_3

" ini pak Dion....data orang yang mengetahui dan membawa bapak kerumah sakit Paramedika " Darren menyerahkan laporan dari orang suruhannya yang mendapatkannya dari petugas rumah sakit yang bersangkutan.



Dion menyambut laporan itu,dan menganalisa isinya,menatap Darren lalu pada laporan itu,berganti-ganti beberapa waktu....dan dia menggeleng beberapa kali seperti tidak menerima apa yang terpampang dalam data dan siapa yang bertanda tangan itu.



" kamu yakin ini tidak salah ,Darren ? " tanya Dion mengusap dagu dengan perasaan gundah.


" aku sedikit ingat dan yakin kalau orang yang menolongku ditebing itu adalah seorang wanita .....apa kamu sudah cek dan memastikan ini tidak keliru,benar-benar data dari kejadian itu ? "



" aku rasa tidak mungkin mereka menyerahkan data yang salah,mungkin memang yang menolong pak Dion seorang wanita,tapi jelas yang membawa bapak itu seorang pria dan bernama Leonel Adithama " Darren menjelaskan dengan ketenangan yang memastikan,pria itu memutar -mutar duduknya dikursi yang ada didepan Dion.



" begitukah ? " sahut Dion dengan suara ketidakpuasan.


" mungkinkah gadis itu meminta tolong pada orang lain ? "



" sudah bisa dipastikan begitu,jadi bagaimana pak ?"



" ya sudah....kita tetap akan mendatangi pria yang ada didata ini,siapa tahu dari dia kita bisa memperoleh keterangan yang kita inginkan,bagaimanapun kita tetap harus memberikan hadiah untuk semua yang sudah dia lakukan " Dion bicara dan melihat Darren yang masih membaca laporan itu dengan sesekali mengerutkan


alisnya membuatnya diserang keingintahuan.


" apa yang membuatmu tampak sangat serius ? "


" ini pak " Darren menyerahkan berkas itu lagi yang tadi dibacanya,agar dilihat dan diperhatikan lagi lebih seksama oleh bosnya.....rupanya didalam berkas data itu,terselip satu lembaran berisi identitas diri hasil dari fotokopi KTP pria yang bernama Leonel itu,dan sempat dilewatkan oleh mereka ...dan Dion sama sekali tidak mengerti apa yang mengundang ketertarikan Darren lebih lanjut.


" seperti pernah melihat pria ini,tapi dimana ya ? " Darren berusaha keras memutar otak....tapi belum bisa mengingatnya.....sedangkan Dion dia sama sekali tidak memiliki gambaran apapun jadi dia terkesan mengabaikannya.



" OhYa. ..mungkin pernah bertemu ditempat umum " komentar Dion wajar dan masuk akal yang akhirnya dianggukan Darren.....bagaimanapun dia memilih menyerah .....toh nanti juga mereka akan tahu siapa pria yang ada didata laporan itu,karena dia dan pak Dion akan mendatanginya sebagai ungkapan rasa terima kasih atas kebaikannya.



" kapan ? kita menemui pria itu ? "



" besok....sehabis rapat seluruh staff " Dion menyandarkan punggungnya dan entah kenapa sekelebat wajah Rania membayang dalam pikirannya,hal itu membuatnya sedikit menarik satu garis senyuman....sekarang pun dia bisa merasakan kalau dia ingin menemui gadis itu....dan ...tanpa sadar dia melirik jam tangannya,dan semua perilaku nya itu diperhatikan asistennya.



" kenapa kamu senyum seperti ada sesuatu yang menyenangkanmu ? " Dion beralih menatap Darren dari lamunannya yang sesaat melintas tadi.



" bagaimana pertemuanmu tadi dengan Rania....apa dia kelihatan segar,ceria,dan senang misalnya ? " dia menanyakan nya dengan wajahnya yang larut dalam penasaran.


" ketika aku VC Dengan nya.....dia ....." Dion menahan senyuman cerahnya.


" terlihat sangat manis "


__ADS_1


" Dan cantik " Darren menambahkan dan wajah Dion seketika berkerut seperti tidak suka Darren bicara soal Rania tentang memuji kecantikan gadis itu



" Darren......" Dion berkata sedikit dingin.


" Rania itu cantik .....tapi kamu tidak boleh menikmati kecantikannya.....itu......" Dion seperti memberi kata isyarat kiasan dan tersenyum seperti mengingatkan.


" adalah bagianku.....kamu cukup melihat sekali pandang ....dan tetap Rania hanya untuk diriku .....aku ingin memilikinya.....sekarang ataupun nanti "



" pak Dion " Darren berkata dalam sahutan pelan yang begitu tenang.


" semua orang meski bukan aku juga akan mengakui dia cantik...dan pak Dion tidak mungkin kan melarang setiap mata orang lain agar tidak melakukan pengakuan itu ? "



" kalau begitu aku akan menelpon Rania dan akan melarangnya untuk berdandan yang berlebihan....kecuali disaat aku akan datang....khususnya malam ini "



" apa ? tanpa perlu berdandan juga nona Rania itu sudah cantik "



" itulah " Dion menarik nafas putus asa.


" Dan aku kesulitan untuk menghalau mata orang-orang yang suka menatapnya ....yang pasti " Dion berdiri dari duduknya,mencondongkan tubuh.


" Rania hanya milikku "



" kenapa sekarang jadi terobsesi pada dia ? "



" entahlah " Dion keluar dari meja kerjanya,berjalan kejendela dan menatap kebawah dari balik pantulan kaca lantai 5 ruangannya.


" aku menginginkannya....malam ini aku akan kerumah itu...."



" pak Dion berubah pikiran ? " Darren memprotes dalam rasa tercengang yang tidak coba dia enyahkan.


" Bukannya tadi pagi pak Dion bilang akan kembali untuk satu Minggu kedepan bahkan lebih ? kenapa sekarang malam ini ingin kembali kesana ? pak Dion tidak sedang bercanda ? " Dion menggeleng....tersenyum kecil penuh makna.....bersidekap dan menatap Darren seksama


" pak Dion sudah bucin kah pada Rania ? ingat....kalian hanya satu malam bertemu " tapi Darren menyadari percintaan satu malam yang kerap dilalui bosnya ini tanpa perasaan setiap kali dia berkencan...akankah alasan Dion ingin kembali karena dia belum mendapatkan Rania dan hal itu membuatnya merasa penasaran.....entah....kalau pak Dion ingin mendapatkan gadis itu.....itu kan bagi Darren sangat berlebihan.....bukannya harusnya Rania adalah seorang gadis yang berada dibawah perlindungan bosnya itu.....dan bukan harus mengambil diri dan tubuhnya juga di miliki ? atau memang pak Dion memiliki niat dan rencana lainnya pada Rania lebih dari sekedar yang dia duga ?.



" aku ingin melegalkan gadis itu....dan aku akan melamarnya untuk malam ini...sekaligus ....." Dion bertahan lama dalam kediaman....dia memang terlanjur menyukai Rania dan entah kenapa tidak bisa membendung hasratnya yang luar biasa untuk mendapatkannya....dan dia yakin Rania akan menerimanya....tapi untuk memastikan tentang perasaan apa yang melandanya saat ini Dion sendiri juga tidak bisa menjabarkannya,


" kalau bisa akan aku buat malam ini sesuatu malam yang sangat berkesan terutama buat Rania "



" pak Dion berkata apa ? dan sadar dengan yang kamu katakan ? " jelas sekali terlihat ketidaksetujuan Darren pada kalimat ucapan Dion itu.....dan Dion tak bergeming.....seperti terlihat teguh pada pendapatnya sendiri.


" Bagaimana kalau Rania bukan seperti teman kencan satu malam' pak Dion selama ini ? bukannya itu berarti pak Dion akan mengambil sesuatu berharga yang dimilikinya "


__ADS_1


" mana ada wanita secantik Rania masih virgin ? " Dion membantah dalam penyangkalan.


" kita lihat saja malam ini saat aku berhasil mendapatkannya.....dia memang gadis yang baik .....tapi aku sangsi gadis seperti dia masih terjaga "



" kuharap pak Dion tidak main-main dalam hal ini "



" bukannya aku tadi bilang ingin melegalkan hubungan kami setelah malam ini ? aku serius terhadapnya Darren "



"serius saja ? tanpa cinta ? mana bisa ? kamu nanti akan melukai dia "



" tidak Darren.....aku tidak akan melukai wanita yang melakukan banyak hal untuk kebaikanku.....meski aku tidak tahu perasaan ku dan belum yakin itu.....aku tetap pada niatku.....Rania akan menjadi milikku secara seutuhnya dan secara pengakuan resmi "



" kuharap Pak Dion berpikir ulang tentang rencana ini .....aku khawatir pak Dion akan kecewa kalau gadis itu menolak mu dan melukai gadis itu juga nantinya " kata Darren dengan nada peringatan nya untuk kesekian kali.


" karena Rania itu aku yakin berbeda dalam semua hal jika dibandingkan dengan gadis lain "



" iya Darren " Dion melihat jam tangannya sekali lagi,sudah pukul setengah 8 malam....perjalanan akan memakan waktu satu jam lebih.....cukup.awal untuk memulai sesuatunya pada Rania,dan dia tidak berniat akan mengurungkan semua keinginannya.


" Sekarang kamu pulanglah....kamu sudah terlalu capek bolak-balik hampir berada dimobil seharian ini,istirahatkan dirimu "



" Dan pak Dion juga langsung pulang kan ? tidak jadi kan menemui Rania ? " tanya Darren dengan sepenuh perhatian dan rasa cemasnya.



" aku akan kembali menemui Rania untuk malam ini.....dan mungkin selanjutnya....kedepannya "



" ya Tuhan " tanpa sadar Darren memijit jidatnya yang mendadak sakit.


" aku berharap tidak ada hubungan sepintas lewat disini,dan pak Dion tidak akan melibatkan diri pada gadis itu "



" tapi aku sudah terlanjur begitu ingin mendapatkannya Darren....dan aku yakin Rania bisa kumiliki " Dion sekali lagi meyakinkan dirinya bahwa Rania akan menjadi miliknya seutuhnya seperti tadi malam. ....dia nyaris sedikit lagi.....Rania akan berada dibawah kepemilikannya .....



Darren memilih menyerah,mengedikkan bahu....duduk dari kursi dan berkata dari balik bahu.


" berarti pak Dion akan kembali kekantor pagi sekali ? nanti apa lagi kata tuan besar kalau kamu tidak pulang, .....kebisaan kencanmu akan dianggap kumat oleh beliau,heh....."



" dan itu jadi tugasmu " Dion mengedipkan mata penuh makna pada Darren yang meluruhkan bahunya.....bukannya Darren tidak bisa menyangkal dan membantah itu,tapi dia adalah putra kedua dikeluarga Anggara yang sudah dianggap seperti anak sendiri oleh mereka dan tinggal disana juga.....karena status Darren yang yatim piatu dan sudah dari usia 16 tahun diadopsi keluarga itu.


" kamu bisa bilang keayah.....nanti aku juga kembali kedunia asalku untuk bekerja,jadi selama aku tetap fokos dan tidak oleng serta tidak berdampak pada kinerjaku .....ayah tidak harus mencemaskan aku.....bila beliau bertanya lebih lanjut.....katakan juga aku sedang proses mencarikannya calon mantu yang selama ini diharapkan dariku "


__ADS_1


Darren tidak menanggapi apa-apa lagi selain tersenyum dengan wajah sayu,tanpa membalikkan punggung.....dia hanya berharap pak Dion memang melakukan hal yang sungguh-sungguh untuk menjadikan Rania sebagai pasangan hidupnya.....dan hanya untuk mendapatkan gadis itu saja.


__ADS_2