KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 48 : ADA CHARLIE


__ADS_3

" Pak Dion....buka ,aku suapin ya ? aaa...." Rania menyodorkan satu sendok soto ayam kedepan mulut Dion yang membuka mulut dengan gaya manutnya,sengaja dia melipat tangan diatas meja dan akhirnya memilih biar Rania saja yang memegang kendali untuk memberi makan dirinya....mereka saat itu berada diresto seberang jalan perusahaan Anggara,dan sengaja memilih ditempat keramaian ditengah orang banyak yang makan siang disitu juga.... suasana nya sedikit ramai sekali....dan Rania merasa senang akan hal itu.....walaupun tadi Dion memilih untuk makan siang diruangan khusus yang memisah dari orang lain,dan menu itupun menu pilihan Rania.....Ciri khas masakan indonesia,soto ayam.....sub buntut,sate daging dan Rendang.



" kalau seperti ini terus....aku sebenarnya bisa makan dikantor kalau kita Mesan untuk di paket kan dan bisa makan sambil bekerja " cetus Dion yang nyaris menghabiskan satu piring,tinggal dua sendok lagi,dan Rania begitu semangat menyuapinya.



" tapi kan beda rasanya makan ditempat umum sama memisah dari orang lain,entah kenapa rasanya sepi " Dion tersenyum kecil,dia sadar Rania ini memang berbeda,kalau disaat wanita atau gadis lain senangnya hanya makan berdua ditempat yang tidak ada orangnya,ini dia senang berkumpul dan melihat pemandangan orang lainnya.


" coba deh tadi kita makan ditempat tertutup yang tidak ada orang,belum tentu pak Dion habis begini cepat kan ? " Dion mengangguk setuju pada ucapan Rania itu,bahkan dia lebih sering tidak berselera untuk makan selain karena tuntutan perut yang merasa lapar minta di isi....sekedar pengganjal dan sering tidak habis setengah piring.



" Sekarang gantian aku yang nyuapin kamu " Dion ingin meraih piring Rania tapi gadis itu menggeleng cepat,merebut piring nya.....agar tidak diambil Dion itu.



" aku bisa sendiri pak Dion....ini tanganku " Rania memamerkan kesepuluh jemari tangannya yang direntangkan dimuka wajahnya....seperti bocah kecil yang belajar berhitung....tentu saja ekspresinya sangat begitu mendukung.



" itu berarti aku tadi dibilang kamu anak kecil dong sampai minta suapin kamu ? "



" yah....bisa jadi itu " kekeh Rania disela suapan terhadap makanannya,matanya mengerjap begitu jenaka.....dan dia melihat kesana kemari pada beberapa pengunjung yang makan disitu.....kebetulan meja mereka berada ditengah-tengah ruangan,dan pada saat itu,ada sesuatu yang menarik perhatiannya.....pandangannya seketika tertumbuk pada orang itu,dia seorang pria....bertopi dengan masker dan kaca mata hitam,menggunakan jaket dan pada saat itu mungkin sudah sejak tadi pria itu memperhatikan dan menatap Rania seksama,tanpa teralihkan.....tetapi ketika saat Rania pandangannya khusus bertumpu padanya .....pria itu menunduk dan dia pura-pura memperhatikan atau sedang membaca buku menu....



Rania sebenarnya menganggap orang itu seperti pernah dia lihat.....dan dia berfokos menatap pada Dion yang saat itu menerima telpon dari seseorang,sedang berbicara perlahan....dia memutuskan berhenti memperhatikan orang itu,tapi dia keliru,..justru dia merasa dia yang sedang diperhatikan....ketika Rania memandang lagi.....buru-buru orang itu membuang muka lagi,alis Rania berkerut tajam.....dimana dia pernah melihat orang itu ? Rania berpikir keras dan hal itu terjawabkan....ketika seorang pelayan membawakan minuman pesanan,Rania melihat pria itu menurunkan maskernya kedagu karena ingin meminum minuman itu,Rania terus melihatnya dan jleb....mata Rania terpaku,orang itu....dia Charlie !


__ADS_1


Ketika Dion selesai berbicara dengan seseorang di telpon tadi,Rania berkata lirih bahkan nyaris berbisik.....memegang pergelangan tangan Dion kuat sedikit meremasnya .....



" ada Charlie di arah pukul 4,pak Dion tidak harus melihat kearah itu,nanti dia tahu kalau kita sedang memperhatikannya dan mengetahui kehadirannya " kedua alis Dion terangkat.....mengikuti isyarat yang diberikan Rania,....tapi dengan gerakan mata perlahan dan hati - hatinya.....



" yang mana maksudmu sayang ? " dia bergumam lirih.



" itu yang pakai jaket coklat,dia melihat lagi keaku " Rania menunduk saat pandangannya bertabrakan dengan Charlie.....dan Dion seketika menoleh mencari sumber arah menurut informasi yang Rania berikan itu....kebetulan saat itu Charlie sedang menunduk dan menikmati makanannya dan satu kali pandangan saja Dion sudah yakin bahwa tebakan Rania itu benar adanya.



" kamu tunggu sebentar disini " Dion spontan bangkit dari duduknya.




" aku ingin mendekati Charlie dan kalau bisa langsung menangkapnya " sahut Dion sambil berjalan pergi dari meja mereka.



" tu....tunggu...." Rania tak bisa melarang Dion lagi,Dion sudah ingin mencapai meja Charlie dimana saat itu dia berada .....dan Charlie rupanya merasakan kalau Dion ingin mendekatinya,mendongak dan menoleh cepat .....dia refleks bangkit dari duduknya saat menyadari Dion yang sudah mencapai kearahnya....dia langsung bergegas pergi dengan langkah terburu-buru dan Dion pun mempercepat langkahnya agar bisa menyusul Charlie.....tapi kalah cepat....kali ini Charlie berlari cepat dan tidak lagi menoleh kebelakang.....dan menyeberang jalan dari jalur sebelah kanan dari restoran itu.....Dion tidak bisa lagi menyusulnya saat pria itu berhasil membuatnya kehilangan jejak terhalang oleh keramaian beberapa pejalan kaki lainnya.



" Pak Dion " Rania menyambut Dion yang datang kembali ke meja mereka dengan nafas nya yang sedikit memburu itu.


" kamu gagal mengejar Charlie lagi ? "

__ADS_1



" ya " Dion hanya bisa mengangguk lalu setelah itu menggeleng beberapa kali,menghempaskan pantatnya dikursi disebelah Rania,dan wajahnya terlihat bersungut kesal sekali.



" kenapa aku selalu gagal mendapatkan dan memburu dia ? " gemas Dion pada ucapannya sendiri.


" sialan .....dia pintar sekali tadi berkelit "



" sudah aku bilang dia tadi sedang memperhatikan kita " satu pemikiran akibat dari perkataan Rania hadir dibenak Dion saat itu juga.



" maksudmu " Dion mencondongkan tubuhnya kearah Rania,yang sedang mengusap-usap bahu untuk menenangkannya.


" dia kemungkinan sudah ada disini lebih dulu atau dia sengaja menguntit kehadiran kita "



" entahlah .....tapi kayaknya dia beriringan datang dengan kita,tapi dia tidak atau belum ingin memesan sesuatu " Rania mengamati Dion lebih jauh.


" kenapa pak Dion berpikir Charlie mengekor kita dibelakang tadi ? bisa saja kan dia juga kebetulan mampir untuk makan sesuatu disini,dan tanpa sengaja melihat atau bertemu kita,terutama kamu.....orang yang pernah ingin menghajarnya di malam kamu kena pisau dia itu ? "



" feeling aku lebih kuat kalau Charlie sengaja ingin menguntit kita,tidak mungkin karena faktor kebetulan saja " sahut Dion dengan pendapat dalam pemikirannya.


" Rania....sepertinya ada sesuatu yang mencurigakan dari Charlie setelah kejadian malam itu dengan gagalnya aku menangkap dia " cetus Dion yang sedikit menegangkan bagi Rania.


" Charlie sekarang berbalik membuntuti ku ....." entah kenapa Dion menduga kalau Charlie juga terlibat pada kejadian tadi malam ketika dia diteror dengan tulisan didinding dimuka pintu kamarnya.....dan itu sangat meresahkannya.

__ADS_1


" sayang....kita balik kekantor " Dion tidak ingin mengeluarkan dugaannya secepat itu pada Rania,dia hanya berdiri dan meraih tangan Rania untuk mengajaknya pergi dari restoran itu.....tapi meski dia tidak berkata apapun Rania sangat bisa merasakan ketegangan yang dia alami,dan diapun ketularan pada sesuatu yang Dion rasakan itu.


l


__ADS_2