KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 17 : PESONA RANIA


__ADS_3

"maaf Ra " Dion yang membuat Rania simpati justru pada ketidak marahannya pada penolakan Rania tadi,dia malahan tersenyum lembut....tidak....amat sangat lembut dan begitu penuh pemahaman...menggeser duduknya ketempat Rania,lalu menggenggam tangan gadis itu.....Rania yang begitu merasa malu sekali tak berani mengangkat wajahnya.....dia ingin mengutuk dirinya yang kenapa bisa selemah itu....apa karena. ....pak Dion pria yang sangat memukau dan sebegitu dewasa terhadapnya ? sehingga bersamanya dia seperti tidak mengalami rasa takut,sungkan atau sebangsanya yang penuh keraguan....tapi begitu dapat perlindungan.


" OhYa....tadi aku kebablasan....Laen kali ....tolong hentikan seperti ini tadi....agar lebih bisa bagiku menahan diri " ucapan Dion terhenti saat pintu diketuk dari luar,Dion bergegas turun diikuti Rania yang juga ingin cepat menjauh dari tempat tidur itu,bagaimanpun dia tidak mau seseorang siapapun itu yang tengah mengetuk pintu akan beranggapan yang negatif terhadap keberadaannya dengan pak Dion didalam kamar saat ini.


" Darren ....ada apa ? " tanya Dion yang membuka pintunya,dan ada asistennya Darren disana,Darren sesaat melihat kedalam kamar dimana ada Rania yang duduk di sofa.


" aku sudah memesankan pakaian untuk nona Rania .....tapi pengantarannya besok pagi "


" oke....trims....tidak masalah....tadi Rania sudah membawa sedikit pakaiannya dari rumah....ada dimobilku....tolong suruh security untuk membawakannya pada Rania " Dion menutup pintu kamar ,dan Rania sempat mendengar percakapan singkat itu sebelum Dion berjalan keluar kamar diikuti Darren...mereka menuruni tangga menuju lantai satu.


" apa yang terjadi sebenarnya pak.?...kenapa kamu membawa nona itu kesini " Darren dan Dion duduk berdampingan hanya berjarak satu batas duduk sofa tapi masih disofa yang sama....setelah tadi Darren menelpon security untuk mengeluarkan sebuah tas dibagasi mobil Dion itu.


" ini " Dion mengeluarkan hp Rania yang masih dia pegang dan mengambilnya dari kantong celana jeans-nya.


" lihat rekaman yang ada di hape Rania.....rupanya Rania mendapatkan itu entah seperti apa caranya....nanti kamu cek identitas Rania ....menurut dugaanku dia bekerja di perusahaan Arrayan Gruf....sehingga bisa merekam pembicaraan itu....pantas ketika kamu bilang padaku Rania pulang bersama temannya ditoilet tadi aku sudah heran kenapa dua bodyguard itu juga ikut keluar seiring kepergian Rania....entah kenapa untungnya aku tadi ingin mengikuti gadis itu,dan aku heran ada mobil dua pengawal Abian di depanku....dibelakang mobil yang ditumpangi Rania....dan aku merasa beruntung melakukan penyamaran tadi dari awalnya biar tidak ketahuan mereka "


" bagaimana pak Dion mendapatkan hape Rania ? "


" tadi pas gadis itu lengah....aku hanya penasaran apa yang membuat kedua pengawal itu mengejar Rania sampai kerumahnya ...kurasa mereka mencurigai Rania menyimpan sesuatu yang jadi rahasia mereka....yang mereka juga tidak jelas itu apa....jadi aku ambil sesuatu yang bisa kujadikan petunjuk dan keberuntungan besarnya kamu bisa temukan di hape itu " Darren mengangguk dan mulai mengutak-atik hape Rania,mengulik isi didalamnya dan dia sesaat terpana takjub.....setengah berseru setengah memuji .

__ADS_1


" pak Dion....wah....anda harus berterima kasih pada gadis itu,dia memiliki rahasia besar bos Abian dan itu berkaitan denganmu " Darren seperti ingin bersorak oleh rasa senang.


" itu sebab aku harus membawa Rania kesini,kurasa hanya ditempat ini dia sulit terdeteksi...aku ingin kamu menambah dua security lagi bertugas dibagian belakang....ketatkan CCTV....dan pembantu ? ada atau tidak ?" Darren menggeleng.


" Besok aku akan mencari "


" oke....kalau bisa satu orang gadis muda untuk menemani Rania.....aku tidak bisa membiarkan Rania sendirian dan tidak merasa betah disini "


" Apa tidak berlebihan ? lagipula gadis itu yang seperti apa ? siapa tahu nanti malah tidak cocok sama nona Rania " protes Darren yang bantahannya itu menurut Dion cukup masuk akal juga.


" oke....cobalah dulu Carikan tiga orang dan aku sendiri yang akan menyuruh Rania memilih salah satunya. ...siapa yang membuatnya merasa lebih nyaman sebagai teman...dan rahasiakan ini dari ayah dulu terutama dari orang-orang " Dion memberikan arahan yang begitu panjang lebar sekali tapi Darren tetap mudah mengerti.


" salin rekaman itu jadi konsep kita berbentuk satu memory chip....dan aku akan mengembalikan hape Rania....dan tolong belikan hape baru untuk dia....besok....." Dion melirik jam tangannya....ya Tuhan waktu rupanya begitu cepat berlalu....sudah pukul setengah dua belas....tidak mungkin bagi dia dan Darren akan pulang kekota tengah malam begini....mana mereka begitu lelah sekali.


" kita besok pagi saja kembali " Darren mengerutkan alis tidak mengerti.


" ini sudah terlalu malam....dan kita terlalu lelah untuk menyetir "


" baiklah....aku akan memilih salah satu kamar disini " dibawah ada dua kamar....dan dilantai atas ada tiga kamar....jadi dia bebas menentukan ingin tidur dimana .....lagipula apa yang pak Dion katakan memang benar. ...mereka sudah terlalu lelah untuk menyetir selarut malam ini.

__ADS_1


" oke....telpon kan ayahku aku belum bisa pulang....dan aku akan mengatakan ini pada Rania " Dion bangkit dari duduknya,menaiki lantai atas tapi tidak jadi ketika seorang security masuk dan membawakan tas Rania yang menyerupai koper kecil itu.


" Biar kubawa sendiri " kata Dion menyambut tas itu dan mencegah satpam menaiki tangga dan satpam itu berterima kasih untuk itu.


" Darren....kamu bisa memasak kan ? " sesaat Darren tersenyum bingung dengan pertanyaan itu....tapi dia tahu arah kemana tujuan bosnya itu bertanya begitu,lalu akhirnya mengangguk.


" pak Dion kelaparan ? " dia tahu bosnya ini tidak makan malam sejak tadi,dan Dion menyeringai....tapi pembicaraan itu terhenti saat Rania datang dari atas tangga dan menyela pembicaraan mereka.


" aku bisa memasak untuk kalian dan kurasa untukku juga " Rania tersenyum,mendekati Dion,meraih tas nya ditangan pria itu,tapi kembali meletakkan tas koper itu dan itu membuat Dion serta Darren tersenyum menghangat.


" jujur....tadi saat dipesta....aku hanya makan sedikit....ada banyak hal yang kupikirkan....pak Dion punya bahan masakan apa saja ? " Dion mengedikkan bahu dan mengalihkan tatapan pada Darren .


" tanya pada Darren .....kurasa dia punya jawabannya"


" sama tidak tahunya denganku....aku hanya memerintah security untuk berbelanja....coba kita periksa bersama, apa saja yang bisa kita masak untuk menu malam ini "


" ide bagus " Rania setengah berseru penuh semangat,dia bergegas menuruni tangga melewati tubuh Dion menuju dapur lebih dulu,mengabaikan keberadaan tas nya tadi dan juga mengabaikan dua pria itu yang saling melempar tatapan takjub dalam senyuman senang mereka....terutama Dion yang merasa senang dengan keberadaan gadis itu dan bagi Darren dia senang karena ada seorang wanita yang akan menggantikan tugasnya menjadi juru masak rumah ini untuk sementara....dan orang itu bukan hanya sangat cantik tapi juga menarik.


" kenapa dia seperti Pemilik rumah ini ....liat gayanya " gumam Darren tak bisa menahan suara kagumnya....dan Dion tanpa sadar menyikut pinggangnya.

__ADS_1


" paling tidak kamu merasa beruntung tugas mu untuk memasak bagi kita, karena tidak ada pembantu.... tergantikan oleh dia .....cukup jelas,assistenku ? " Dion mendahului Darren berjalan menuju dapur untuk menyusul Rania yang lebih dulu tiba disana....meninggalkan Darren yang tersenyum dengan gelengan kepala.


__ADS_2