KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 12 ; TIGA PRIA MISTERIUS


__ADS_3

" Pak Dion....siapa gadis itu ? " tanya Darren yang berjalan berdampingan bersama Dion kembali menuju kemuka acara....Dion menggeleng ....memutar ingatannya,dia seperti merasa pernah melihat gadis itu dan merasa begitu dekat dengannya....tapi kapan dan dimana ?.


" Darren .....apa kamu sudah mencari tahu keberadaan gadis yang menolongku itu ? " Darren ingin menjawab kalau orang suruhannya masih bekerja terutama yang harus di selediki bagian awal dan yang lebih penting adalah siapa yang merusak rem mobil Dion dan itu memerlukan rekaman CCTV keberadaan mobil Dion sebelum digunakan pas hari naas itu.....tapi dia terhalang oleh kehadiran Jenita yang datang menuju ketempat mereka.


" Dion .....selamat ultah " Jenita langsung mengulurkan tangan dan mencium kedua belah pipi Dion yang sebenarnya ingin menghindar tapi terlambat....Jenita sudah terlanjur dengan gaya beraninya memeluknya hangat.


" apa kabar Dion....aku begitu merindukanmu " Jenita mempererat pelukannya karena tidak ada sinyal penolakan dari Dion itu,dan dia jadi tambah berani.


" kapan kamu datang ke indo Jen ? " tanya Dion sekedar berbasa-basi,dan mencoba dengan gerakan lembutnya melepaskan diri dari pelukan wanita itu....dia merasa risih dan terutama ketika kedua orang yang tadi berasal dari toilet,yaitu....Rania dan Leo ingin melewati mereka....Rania tidak melepaskan tatapan kearahnya dan memandang pada Jenita juga.


" belum beberapa hari,beb...." Dion juga tanpa sadar memaku Rania yang tertuju kearahnya.....Dion sangat semakin tidak enak mendengar sebutan beb dari Jenita itu dan entah kenapa tidak senang kalau sampai Rania mendengarnya.


" OhYa " tubuh Dion terasa kaku ditempat.....merasa tak bisa mengalihkan tatapan sampai Rania dan Leo berlalu menuju kedalam ruangan kembali,dia setelah melepaskan diri buru -buru berkata pada Jenita.


" Maaf Jen.....aku harus kedalam " melangkah cepat meninggalkan Jenita,dan mengikuti langkah Leo dan Rania yang berjarak 10 langkah didepannya dan entah kenapa itu membuatnya ingin bertindak aneh.....dia merasa gerah melihat Kedekatan Rania dengan Leo itu....terutama pada tangan Leo yang bertengger dibahu gadis itu....punya hubungan apa mereka ? pikirnya dalam hati sambil mempercepat langkahnya....sudah nyaris mencapai mereka,bahkan Darren pun kesulitan mengejar langkah panjangnya.....


" Pak Dion .....selamat ya " seorang eksekutif dari perusahaan lain mendatanginya sekaligus mencegat langkahnya itu.....akhirnya Dion mengurungkan niatnya untuk mendekati Leo dan Rania lagi ....karena keberadaan eksekutif itu membuatnya memusatkan seluruh perhatiannya.


Ketika Darren mencapai kearahnya.....Dion berbisik kepada pria itu.

__ADS_1


" tolong awasi gadis itu " Darren mengerutkan alisnya bingung.


" Gadis yang mana ? " Darren balas berbisik.


" Yang ditoilet tadi "


" tapi buat apa ? "


" Aku tidak harus mengatakan alasannya " bisik Dion sedikit gemas pada keheranan assistennya itu.


########


" gadis bersama Richo sepertinya punya hubungan khusus dengan pak Dion " bisik Leo ditelinga Rania... mereka sedang menikmati menu makan malam yang mereka pilih dipesta itu....tapi Rania sedang tidak begitu memikirkan apa yang dibicarakan temannya.....keseluruhan otaknya mempunyai sentral untuk berpusat pada keinginannya yang menggebu memutar rekaman hpnya saja....dan Leo mulai menyadari perubahan Rania itu karena dia seperti bicara dengan patung bernyawa....hidup namun seperti tidak ada.


Dua pengawal itu entah mengapa mengedarkan pandangan dan Rania begitu sangat merasa diperhatikan....dia memperdalam kepalanya untuk semakin ditekuk tunduk....tidak mungkin kan salah satu pengawal yang tadi siang mencegat langkahnya bisa mengenali dia ? .....dia kan menggunakan masker.


" Leo....kita pulang yuk " gumam Rania merasa tidak nyaman.....seperti yang dia pikirkan pengawal siang tadi itu melihat padanya dengan begitu tajam lalu berbisik pada rekannya.


" kamu kenapa sih Nia ? kelihatan gelisah sekali " kata Leo menanggapi.

__ADS_1


" Baiklah....kamu tidak ingin menunggu selesaikan makanmu ? " tanya nya sekali lagi,semakin merasa aneh melihat wajah Rania yang memucat seakan tak berdarah itu.


" Tidak....aku mau pulang saja " Rania berdiri dari tempat duduknya lebih dulu dan diikuti Leo....jalannya begitu dipercepat sekali dan itu semakin mengherankan Leo yang seperti berpacu mengiring dibelakangnya....Darren yang duduk tidak jauh dari meja mereka dan sejak tadi dipinta Dion untuk mengawasi gadis itupun terpaksa bergegas bangkit dari duduknya lalu mendekati Dion dan berbisik untuk memberitahunya....padahal diluar dugaan Rania ataupun Darren sendiri....satu pengawal bernama Denny yang sejak awal melihat Rania merasa dia mengenali saat melihat pandangan gadis itu tadi,dan penasaran....saling memberi isyarat pada rekannya yang bernama Jerry dan mereka berdua sepakat untuk mengikuti Rania.


########


Kawasan rumah Rania adalah berada diantara deretan gang-gang yang tidak sempit tapi juga tidak bisa dikatakan lebar.....merupakan perumahan penduduk biasa dan dia sudah lama menempatinya seorang diri .....karena disitu dia menyewa rumah itu,sedangkan ayahnya tinggal dikawasan lain....dirumah mereka sendiri,dan mereka tidak berkumpul berdua karena Rania harus tinggal ditempat yang dia bisa mencapainya dengan mudah untuk pergi ketempat kerjanya.


" hati-hati ya Leo " kata Rania seperti memperingati dirinya sendiri sambil mengedarkan pandangan kesana kemari saat dia turun dari mobil Leo dan entah kenapa merasa mobil Leo milik ayahnya itu ketika dalam perjalanan tadi mereka seperti diikuti.....dia melongokkan wajah kejendela penumpang samping kemudi dan melambai sekali lagi pada temannya itu....


Ketika dia akan melangkah keteras dan mencari kunci rumah didalam tas dua orang berjaket hitam dengan kaca mata hitam dan tahu-tahu sudah berada didekatnya,tunggu .....Rania seperti mengenal mereka.....dan Rania memundurkan tubuhnya,mulai berkeringat dingin saat menyadari itu.....salah satunya melangkah perlahan kedekatnya dan Rania kian merapat kepintu....suasana disekitar rumahnya itu sangat sepi dan lengang....dia mulai dirayapi ketakutan.


Dia pria itu memakai jaket dan topi hitam yang sama....hanya itu tampilan pertama yang bisa Rania tangkap.....namun secara keseluruhan akhirnya dia menyadari mereka orang yang sama sebagai dua pengawal bigbos tadi.


" Ka.....kalian siapa ? " hening....dua pria itu tidak menjawab.....dan Rania semakin diliputi ketegangan yang kian menjadi namun sebuah suara hadir tiba-tiba meredam ketegangan yang meresahkan itu.


" Sayang....kamu belum masuk kedalam juga .....? ini sudah larut....bahaya untuk seorang gadis sepertimu berada diluar begini " pria yang baru datang itu juga memakai kaos putih yang dilapisi jaket putih.....celana jeans putih,topi putih,berkaca mata,sepatu kets putih dan mempunyai cambang yang menutupi dagunya.... dia itu datang langsung merengkuh bahu Rania lembut,mesra dan penuh kemantapan seakan Rania adalah kekasihnya.


Melihat kedatangan pemuda baru datang itu yang seperti kekasih Rania,....spontan saja dua pria misterius tadi mundur perlahan secara teratur setelah saling melempar pandangan penuh isyarat tanpa sempat mengatakan apapun dan bergegas pergi.

__ADS_1


Pria yang datang sendiri itu merebut kunci yang tadi sudah diambil Rania dari dalam tasnya dan dengan gerakan cepat membuka pintu rumah itu setelah memutar kunci tersebut lalu,tanpa menunggu Rania untuk bicara atau mencegahnya pria itu menarik tubuh dan tangan Rania yang sempat terkesima untuk masuk kedalam rumah dan dengan gesit....menutup pintunya lalu menguncinya.....Rania merasa lebih ketakutan saat ini....dia sekarang sama saja berada diterkaman mulut buaya setelah lepas dari Kandang singa....dan ini jauh lebih mengerikan.


" Kamu siapa " meski terdesak Rania tidak takut untuk menanyakan hal itu,tapi pria itu malah melesakkan tubuh Rania kebalik pintu dan memborgol kedua sisi wajahnya dengan kedua tangan pria itu direntangkan dekat telinganya bertumpu kedaun pintu dan seperti mengunci dirinya.


__ADS_2