
" sayang....kita tidak akan pulang kerumah dipinggiran kota dulu,soalnya besok malam kita kan akan makan malam kerumah ayah,jadi kita pulang keapartemen ku dulu " Kata Dion yang terasa kesulitan mengajak Rania bicara,selama perjalanan pulang dari kantor sejak Rania mendapat telpon dari Richo itu wajahnya terlihat begitu murung,dan Dion sangat tahu itu....
" pak Dion,sepertinya mobil mewah merah dibelakang mobilmu sudah ada sejak dari gerbang perusahaan kita " Darren mengirimkan sebuah pesan suara....Dion yang melihat notif pesan masuk,langsung mengklik dan membuka pesan itu dengan mendekatkannya ketelinga.....lalu melihat kebelakang melalui kaca spion mobil luar,benar apa kata Darren mobil itu mengikuti nya sejak dari dia menikung keluar dari pintu gerbang,dia melihat sekali lagi....memelankan laju mobil begitu sangat melambat,agar kemungkinan memberi kesempatan pada mobil merah itu untuk mendahuluinya....tapi persis seperti dugaan Darren dan dirinya,mobil itu juga melambat tetap berada dua meter dibelakang mobilnya.
" sayang " Dion sekali lagi menoleh pada Rania yang kali ini memilih untuk membalas pandangannya yang sedari tadi dia hanya fokos menatap keluar jendela.
" kita pulang ke apartemen saja ya ? kamu tidak keberatan kan ? "
" terserah pak Dion saja" sahut Rania lebih terkesan sebagai sahutan biasa yang bernada datar tapi tidak terasa nyaman didengar ditelinga Dion itu.
" bukannya aku hanya seseorang yang berada dibawah kendalimu ? " sebuah pertanyaan balik yang membuat Dion tertegun.
" Rania ? kenapa kamu berkata begitu ? kamu itu calon istriku,bahkan sudah lebih...." Dion mengulurkan tangan ingin meraih kepala Rania,tapi Rania menghindar secara halus dengan kepala yang dimiringkan kearah lain.
__ADS_1
" semoga benar begitu....aku lebih merasa khawatir pak Dion hanya tidak ingin mengingkari kata-kata sebelum mendapatkan aku,bukannya Jenita juga ingin kamu nikahi ?,bahkan hubungan kalian jauh lebih lama dibanding aku dengan kamu yang hanya beberapa hitungan hari " terlihat Dion mengeraskan rahangnya dan mencengkeram kemudi erat,merasa ingin marah oleh pertanyaan yang terasa sangat berat sebelah itu....tapi dia menahan diri dan hati,dia tahu Rania sedang terbakar emosi oleh pancingan Richo tadi.
" kita bicara di apartemen saja....dan tolong jangan menyulut emosi tidak berdasar antara kita sayang....apalagi yang kamu tidak memiliki kejelasan tentang cerita itu " sahut Dion dengan ketenangan yang mampu meredam perasaan panas dihati Rania sekarang,gadis itu kembali diam....memilih bungkam dalam kebekuan lagi.....dan Dion pun juga tidak berminat menambah topik permasalahan itu, mengurungkannya sementara untuk dibicarakan nanti karena perhatiannya pada tertuju pada mobil merah yang masih berada dibelakang....mengingat plat mobil itu dipikiran dan beberapa identifikasi lain ditubuh mobil yang bisa menjadi ciri khas dari yang bisa dia simpan diingatan.....tapi ketika dia berbelok untuk memasuki pintu gerbang apartemen mobil merah itu tidak lagi mengikuti mobil yang dikemudikan Dion itu,meneruskan perjalanan dengan jalur lurus didepan dan sekarang gantian mobil Darren yang mengikuti kearah mana mobil itu melaju.
##########
Apartemen Dion pun terkategori sebagai kawasan elit pemukiman yang hanya dihuni oleh kalangan jetset,ketika masuk melewati pintu gerbangnya harus menempelkan sejenis kartu tanda pengenal sebagai penghuni dan orang yang tinggal disitu ataupun tanda pengenal sebagai tamu,mengambil kartu parkir untuk pengendara mobil atau motor dan barulah bisa melewati palang pintu itu untuk bisa masuk kedalam halaman luasnya lebih jauh lagi.
Merupakan gedung dengan 50 lantai dan kapasitas jumlahnya sebanyak 500 unit apartemen,jadi untuk satu lantai hanya terdapat rata-rata 10 buah apartemen.....tapi terkhusus untuk lantai tempat apartemen Dion hanya terdapat 5 unit apartemen yang bisa dihuni saja.....sisa kawasan di lantai itu adalah segala kapasitas kebutuhan dan gaya hidup yang dibutuhkan oleh orang yang tinggal disitu,seperti sarana kesehatan,olahraga dan supermarket.
" kamu masuk saja kekamar dan atur semua pakaianmu dalam lemari sementara aku menelpon untuk membereskan beberapa urusan " Dion membuka pintu kamar tapi dia tidak masuk,dan hanya meminta Rania yang masuk lebih dulu.....Rania memang masuk tapi tidak menutup pintu kamar itu dan membiarkannya terbuka,dia melangkah dengan mata melihat kesegala arah....sedikit terperangah pada kemewahan kamar itu yang begitu berimbang dengan kamar dirumah Dion di pinggiran kota itu,juga tidak kalah menawannya dengan kamar hotel dimana dia tidur tadi malam.....dia keluar sekali lagi dan berdiri dimuka pintu,melihat Dion yang sibuk berkutat dengan satu iPad dihadapan dan satu tangan sambil menelpon seseorang,tapi dia merasa tidak jelas siapa orang yang ditelpon Dion itu walaupun dia sedikit bisa menebak orang itu adalah asisten Dion sendiri.
" kamu tetap saja ikuti mobil tadi kan ? "
__ADS_1
" mobil itu berhenti di sebuah restoran Jepang ....apa aku ikut turun kalau pengendaranya turun ? "
" tidak usah " cegah Dion sambil tangan nya bermain pada ipadnya.
" kamu cukup memantau dan melihat dari dalam mobil,ambil foto siapa orang yang keluar dari sana,setelah itu kamu tinggalkan pergi jika orang itu adalah orang yang kamu rasa kamu mengenalnya atau pernah melihatnya ....kurasa kalau kamu mengikuti mereka,mereka akan tahu itu dan menjaga kewaspadaan,....berbeda kalau kamu memakai mode penyamaran.
" baiklah....dan nona Rania apa perlu seseorang untuk menjaga dia ? mungkin aku akan menarik Emira "
" ya....kamu balik kerumah disana,dan untuk malam ini kamu menginap saja dulu,besok pagi sekali kamu bawa Emira kesini untuk menemani Rania sementara kita berada di kantor "
" oke " pembicaraan itu berakhir dan Rania mendengarkannya dari tempatnya berdiri,dia merasa ada sesuatu yang sengaja Dion tidak ceritakan padanya tapi dia memilih tidak akan menanyakannya karena mungkin Dion memiliki sudut pandang tersendiri untuk merahasiakan hal itu.
" sudah selesai beres-beresnya ? " Rania terkejut saat dia menutup pintu lemari dan tidak menyadari kehadiran Dion dikamar itu sejak tadi,mungkin karena dia menyibukkan diri itu dengan pemikiran yang terbawa pada lamunan pendek,bahkan Dion sudah melepas sepatu dan jas nya dan dia berbaring ditempat tidur dengan posisi tubuh yang dimiringkan memandang kearah Rania.
__ADS_1
" sekarang kemari dan kita lanjutkan pembicaraan di mobil tadi " Rania terpaku,seperti tidak mengindahkan perkataan Dion itu,tidak bergeming dari depan pintu lemari yang sudah tertutup.
" Rania....bukannya kamu merasa sedang dikendalikan olehku ? " terkejut....pada tambahan perkataan tenang Dion itu,mata Rania tanpa sadar menyorot tajam membentur mata Dion yang terlihat begitu tenang sekali.