
" wah. ...dasar bajingan Richo .... " geram Leo mendesiskan kemarahan lewat mulutnya yang terkatup rapat.
" Dia kulihat di mall bersama wanita yang sama dan fotonya kukirimkan padamu " Rania membuang muka,tanpa sadar matanya kembali berkaca ...padahal dia ingin melupakan moment menyesakkan diapartemen itu....kejadian yang sama sekali tidak terduga....dia pikir dia akan bertanya pada Richo tentang keberadaan wanita yang ada difoto kiriman Leo,tapi..... Richo justru ditemukannya bercinta dengan wanita lain yang ternyata temannya sendiri Arnella....jadi sebenarnya selingkuhan Richo itu bukan hanya Nella....melainkan juga wanita itu.....!
" Sorry Nia. ..aku jadi membuatmu teringat kembali pada kejadian brengsek itu " Leo mengusap-usap bahunya....memberinya ketenangan.
" Ayo....kita mau lihat orang yang berpesta ulang tahun kan ? " Leo kembali mengingatkan dengan satu tangan mengambil selembar tissue...dan menyodorkannya pada Rania.
" sudah....cepat hapus tangismu.....ngapain menangisi pria bajingan itu " Rania mengangguk....menuruti... menghempaskan nafas beberapa kali,mencari kelegaan dan secercah ruang lapang,dia bukan hanya harus melupakan Richo tapi juga membenci pria itu.....bergandengan tangan ingin beranjak melangkah....tapi tanpa sengaja diluar perhitungan dirinya....seorang pelayan pria yang membawa nampan aneka minuman jus yang ditating untuk diletakkan diatas meja dorong kakinya tanpa sengaja tertendang kereta dorong berisi minuman dan makanan itu...dan kereta itu berjalan sendiri lalu menabrak Rania.
Rania kehilangan keseimbangan dan tubuhnya terhuyung kemuka....tepat jatuh diatas deretan minuman dan makanan diatas meja dorong itu...untung Leo cepat menariknya dan akibatnya dada Rania tidak sepenuhnya kotor bernoda terkena beberapa makanan yang akhirnya bergetar tumpah itu.....hanya ada selebar telapak tangan mengenai dan mengotori gaunnya.
" Nona tidak papa ? " tatap pelayan itu dengan perasaan bersalah dan rasa takutnya kalau Rania akan memarahinya
" Maafkan saya Nona " pelayan itu sengaja menghampirinya tapi dengan kepala ditundukkan,tak berani menatapnya....wajahnya yang terlihat pasrah untuk dimarahi Rania dan bahkan mungkin akan dimarahi agensi EO yang mempekerjakannya karena sudah menyusahkan tamu dari costumer mereka.
" Tidak apa " Rania mengangguk dengan senyuman tipis yang menenangkannya,dia sangat tahu dan mengerti perasaan pelayan ini....memang dia juga tidak sengaja telah melakukan kesalahan itu....dan Rania tidak bermaksud ingin menyudutkannya lebih jauh....pelayan itu sama saja dengan orang kecil macam.dia....mereka bekerja dengan tenaga....untuk mendapatkan bayaran yang sesuai tetesan keringat mereka.
__ADS_1
" Nanti aku akan kebelakang untuk membersihkannya " kata Rania dengan suara rendahnya yang membuat pelayan tersebut tersenyum lega.
" Terima kasih Nona....ijinkan saya menemani anda menunjukkan jalan kebelakang " pelayan itu membungkuk sekali seperti memberi hormat dan dengan satu tawaran kata diakhir kalimat.
" Nia....perlu kutemani kebelakang ? " tawar Leo cepat.....merasa tidak nyaman ternyata Rania mendapat masalah seperti itu saat berada bersamanya.....seharusnya dia mengajak Rania agar dia bisa bersenang-senang ditempat ini....tidak tahunya.... setelah tadi bertemu Richo mantannya.....Rania malah harus mendapat kesusahan baru pada dirinya.
" Gak usah....aku sama dia saja " Rania menunjuk dengan isyarat dagu pada pelayan tadi....dan pelayan itu mengangguk tanda mengerti maksudnya....setidaknya dia merasa dapat menebus kesalahannya dengan menunjukkan jalan pada Rania.
#######
Sementara pak Yanuar sebagai ayahnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala tapi tersenyum dalam kepasrahan saja.....melihat putranya tak bisa berkutik dikerjai dengan kue oleh teman-teman dan seluruh orang yang menyayanginya.
" lepaskan jas pak Dion " kata Darren seperti perintah dan membantu Dion melepaskan jas nya yang begitu kotor bernoda....tapi dia berusaha keras untuk tidak tersenyum walaupun dia tidak kuat lagi untuk menahannya dan wajahnya berkerut merasa lucu dan bahunya bergerak - gerak bergetar menahan tawa itu....dan itu diketahui Dion....mata Dion sontak memelototinya
" apa aku jadi kelihatan lucu Darren ? " Darren tidak mungkin untuk menggeleng karena dia tahu pak Dion bisa membaca dan menebak dari kerutan diwajahnya.....percuma dia berbohong ....jadi dia lebih baik jujur saja ya kan ? atau Dion akan tambah murka padanya.....dan Darren mengangguk sedikit dalam keraguan.....Dion menggertakkan gigi gemas tanpa bisa marah ....wajahnya memerah
" ya pastilah.....mereka sangat keterlaluan " keluh Dion dengan wajah kaku yang begitu penuh kecemberutan....dia tak bisa menghilangkan kerutan pada wajah kesalnya
__ADS_1
" bukan lucu....hanya ketampanan pak Dion agak berkurang " Darren sengaja mencoba menghibur....tapi Dion mengibaskan tangan keudara seakan tidak mengggubris ujarannya itu.
" Katakan saja kau tidak siap menyebutku jadi jelek gara-gara kue ulang tahun itu....akh....aku jadi trauma dengan kue ultah....." Darren tetap menahan senyum gelinya pada gerutuan bosnya itu.
" Biar kubantu pak Dion membersihkan wajah dengan tissue " kata Darren dengan sigap meraih tissue diatas meja....mencemaskan wajah bosnya yang masih berkerut kesal karenanya.....ini...namanya definisi bos CEO yang ternistakan dipestanya sendiri....hah....Darren sekali lagi ingin tertawa geli.
" Gak usah " Dion menampik kebaikan Darren itu.
" aku mau cuci muka kebelakang dulu .....kamu siapkan saja jasku yang baru " Belum sempat berkata panjang lebar lagi Dion sudah beranjak pergi menuju pintu samping keluar arah toilet yang terletak dibelakang gedung itu.
########
Pada seluruh kejadian tadi Richo memang duduk disamping Jenita.....sahabat sekaligus sepupunya itu,dia adalah putri tunggal dari adik ayahnya yaitu Tante Clara.....dan sepupunya itu baru kembali dari kuliah di LA... .usianya sebenarnya tiga tahun lebih tua dari Richo yang berusia 27 tahun itu....dan Jenita memiliki target tersendiri dalam kepulangannya kali ini.....dia ingin meraih hati Dion Anggara kembali....karena dia masih menyimpan rasa pada pria yang pernah menjalin hubungan sesaat lalu dengannya itu.
Dan mereka memilih tempat duduk agak dimuka....tapi pas acara tiup lilin dan nyanyian selamat ulang tahun dari para tamu khusus teman-teman Dion itu Jenita maju kepanggung dan bermaksud mendekati Dion Anggara untuk mengucapkan selamat ulang tahun darinya sekalian bermaksud mengakrabkan diri dengannya tapi sayangnya dia tidak bisa menerobos masuk pada kumpulan teman-teman Dion dan pada keriuhan ramai itu ...akibatnya dia hanya bisa terbengong ditempat....dibibir panggung dan tidak bisa membaur ketempat Dion.
Sedangkan Richo yang membalikkan badan dan mengamati keberadaan Rania....melihat semua kejadian gadis itu sedang bermasalah dengan gaun kotornya yang bernoda dan dia melihat Rania beranjak kearah pintu samping belakang dipimpin seorang pelayan sebagai penunjuk jalan.....dan merasa ingin mendekati Rania kembali yang begitu tampak memukau sekali,dia juga beranjak dari duduknya dan berjalan mengikuti Rania tanpa diketahui gadis itu.
__ADS_1