
" jadi kapan kamu come back dari rumah ayahmu ?" tanya Leo ketika dia dan Rania berbincang ditelpon....Rania barusan menelpon Leo untuk mengabari kalau dia tidak bisa kesupermarket untuk bekerja karena harus pulang kerumah ayahnya,dan Leo memakluminya,temannya itu seperti tidak terlalu setuju pada alasan Rania yang kemungkinan dia juga tidak akan bekerja untuk satu Minggu kedepan.
" kan aku bilang satu Minggu atau mungkin lebih "
" apa tidak terlalu lama kamu pulang kampungnya,apa kondisi ayahmu sedang tidak sehat jadi kamu harus pulang selama itu? " tanya Leo dengan nada menyelidik.
" masa aku pulang harus menunggu ayah sakit dulu ? ada -ada saja kamu ini Leo ....yang pasti mumpung aku pulang ya malas nanggung lah .....entar masih lama juga lagi pulangnya,lagian .....aku juga sesekali istirahat dan bersantai dulu lah....mungkin hampir 10 bulan aku kerja full dari pagi sampai malam" Rania mengutarakan pendapatnya,dia saat itu berdiri di balkon dan sedang menyandarkan tubuh ke pagar balkon kamar yang ditempatinya.....sambil menelpon itu pandangan matanya lurus ke bawah....tepat kehalaman depan dan pagar rumah.
" ya deh....ya deh " Leo akhirnya tertawa lepas.
" tapi lain kali jangan kelamaan nganggurnya kan ? bukannya tahun depan kamu mau daftar kuliah ? "
" iya Leo....." Rania menyahut ringan setengah bercanda.
" lagipula tabunganku sudah sangat banyak dari hasil kerja keras,cukup untuk bersantai selama setengah tahun "
" percaya kok " pembicaraan itu terhenti saat Pandangan Rania yang tertuju lurus kebawah menangkap sebuah mobil yang kalau tidak salah itu mobil Dion sedang berhenti dimuka pagar.....dan suara klakson dipencet berulang kali,seorang satpam bergegas keluar dari pos penjagaan dan membukakan pintu pagar,mobil meluncur masuk,berhenti tepat di muka teras dan tidak sampai digarasi dan Memang tampak Dion yang keluar dari mobil.
Melihat itu entah kenapa perasaan Rania diliputi rasa bahagia yang luar biasa,bergegas dia menutup sesi percakapan telpon dengan Leo,dan keluar dari kamarnya setengah berlari menuruni tangga menuju lantai bawah.
#########
Dion yang keluar dari mobil dan tidak memasukkan mobil ke garasi,seorang security yang Lain dari yang membuka pagar tadi mendekat kearahnya,dan menyambut kunci mobil yang diulurkan Dion.
__ADS_1
" tolong masukkan kegarasi,aku akan tidur disini malam ini " kata Dion sambil menutupi dadanya dengan telapak tangan,dan dia menggigit bibir saat merasakan nyeri dari luka yang mengenai dada tadi,security itu memperhatikan keadaan nya sebelum masuk kemobil Dion.
" baik tuan...tapi....tuan Dion kenapa ? " security itu mulai mencemaskan kondisi majikannya itu.
" tidak apa...." Dion meringis,dia melepas tangan dari dadanya....dan telapak tangannya dipenuhi oleh darah....security itu memegang bahunya bermaksud membantunya setelah terkejut beberapa detik.
" aku baik - baik saja.....tolong keluarkan jas sama tas ku dimobil ....bawa masuk kerumah " bertepatan dengan itu Rania sudah membuka pintu rumah,terkejut saat melihat kemeja putih Dion yang berwarna merah itu.
" Pak Dion " Rania bergegas menyampiri Dion....memegang tubuh pria itu dan mengamatinya seksama .....benar....Dion sedang terluka.
" ya ampun " Rania mengulurkan tangan untuk memapah bahu pria itu agar masuk kedalam rumah,security tadi juga masih ingin membantu tapi Dion mencegahnya lalu berkata.
" pak tolong.....siapkan perlengkapan p3k saja....."
" tidak usah....dokter pribadiku terlalu jauh menyusul ku kemari,sementara dokter lain tentu keberatan mendatangi pasien malam-malam begini,lagipula lukanya tidak terlalu parah "
" iya tuan " security itu mengangguk patuh.....membantu Dion masuk kerumah tapi hanya sampai pintu saja ,lalu kembali ke mobil Dion untuk memasukkan mobil itu kedalam garasi.
Rania memapah tubuh Dion sampai duduk disofa ruang tengah,lalu dia membantu pria itu melepaskan pakaiannya yang sudah kotor dan basah oleh noda darah.
" sebenarnya apa yang terjadi ? kenapa pak Dion sampai terluka begini ? " Rania bicara dengan tangan yang tanpa keraguan dan rasa sungkan melepaskan setiap kancing kemeja pria itu.....membantunya mengeluarkan dari dalam celana panjangnya lalu membawa pakaian itu kebagian ujung dapur untuk di masukkan kemesin cuci,dia juga membawa baskom kecil berisi air dingin keruang tengah.
" aku akan mencari handuk kecil buat bersihin lukanya dulu " dia berkata pada Dion yang dari tadi memperhatikan tindak tanduknya,dan bergegas kembali menaiki tangga menuju lantai satu,mencari dilemari pakaian dan tidak menemukan apapun,jadi dia berniat membangunkan BI Yati saja untuk menanyakan apa dia menyimpan handuk kecil.
__ADS_1
Security tadi sudah datang kembali dan masuk kerumah dengan membawakan jas,tas Dion dan perlengkapan P3k.....seiring Rania yang sudah berada diujung anak tangga terbawah.
" pak.....anda mempunyai handuk kecil .....aku ingin membersihkan luka pak Dion "
" Ada nyonya....sebentar saya ambilkan " dan Rania memutuskan menunggu,tidak jadi membangunkan BI Yati,pembantu rumah itu.....mengeluarkan semua yang dibutuhkan untuk merawat luka itu dari dalam kotak P3k.
" pak Dion belum bilang apa -apa kenapa jadi terluka begini " Rania duduk disamping Dion,dan kerutan diwajahnya sangat memperlihatkan rasa cemasnya.
" kamu ingat Charlie ? .....itu....pria yang ada didalam rekaman hapemu,tekhnisi yang dipukuli anak buah bos Abian " Dion menjawab perlahan....dan ucapan Dia terhenti lagi saat security masuk dan membawakan handuk kecil ,menyerahkannya pada Rania yang cepat menyambutnya....mencelupkannya kewadah air dalam baskom.....memeras handuk itu kuat....lalu mengusapkannya perlahan pada luka Dion....begitu berulang-ulang sampai Dada Dion yang tadi penuh noda merah sudah bersih dan hanya memperlihatkan tonjolan otot dan lekuk keindahan tubuh sispax pria itu.
" Hem....trus. ..." Rania tidak berkomentar lebih banyak,tangannya hanya sibuk bekerja tapi telinganya mencerna apa yang diceritakan Dion secara mendetail dan panjang lebar itu.
" ya akhirnya aku terluka begini kan ? charlie ternyata membawa pisau untuk membalas serangan ku"
" maksud aku kenapa juga pak Dion mengejar Charlie ?" kata Rania keluar dari ruang tengah itu menuju dapur ....membuang air bernoda tadi kewastapel,lalu mencuci handuk tadi sampai bersih,lalu mengganti air yang tadi dibuang dengan air hangat yang dituang dari termos.
" aku ingin menangkap Charlie saat itu juga " Rania yang sudah kembali dari dapur terdiam sesaat ketika duduk kembali kedekat Dion....mengusapkan air hangat yang dibilas pada handuk itu kedada pria itu kembali.
" tapi tidak harus kan disaat kamu seorang diri begini....mestinya pak Dion bersabar dulu lah.....untungnya kan Charlie tidak menyerangmu secara membabi buta.....cukup satu luka saja "
" seharusnya aku tadi tidak terluka,hanya lengah sesaat dan aku tidak mempersiapkan itu,aku pikir Charlie tidak bersenjata "
" seharusnya kamu lebih memperhatikan kemungkinan ada teman Charlie yang membantunya,dan kamu diserang habis-habisan di jalan itu dan terluka parah....atau lebih lagi,toh.....kamu hanya sendiri " Rania tanpa sadar bergidik ketika memikirkan perkataan nya sendiri itu,dia mencecar Dion dengan nada suara yang memancarkan ketakutannya dengan tangannya sambil bekerja mengoleskan revanol pada kapas luka,dan mengusapnya kedada Dion,.....lalu mengoleskan obat merah secara perlahan dan hati-hati,setelahnya baru menutupnya dengan sedikit perban yang dia gunting memanjang dan dilipat kecil,terakhir menutupnya dengan plester luka tahan air.
__ADS_1
" yah....aku tidak sempat memikirkan itu " gumam Dion yang tak sedikitpun melepaskan tatapannya dari Rania dan gadis itu setelah membereskan semua keperluan perawatan itu,baru menarik nafas lega dan membalas tatapan Dion,baru menyadari bahwa sejak tadi pun dia sudah terlalu lama dipandangi pria itu dengan begitu dalam dan penuh makna,wajahnya sontak merona,dan untuk menghalau semua itu,dia bergegas kedapur untuk mengembalikan baskom bekas air hangat tadi.....dan setelah menarik nafas berulang kali dia baru memberanikan diri kembali keruang tengah untuk mendekati Dion lagi.