KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 62 : INVESTIGASI


__ADS_3

" apa yang terjadi Emira ? " Dion bertanya pada Emira dengan dua tangan yang bergerak cepat melepaskan tali yang mengikat kaki dan tangan Emira,dan gadis itu mengusap pergelangan tangan dan kaki nya yang memerah dan terasa memar serta ngilu akibat bekas ikatan itu.


" Rania ? Rania mana ? dia tidak mengangkat telpon ku ? " pandangan Dion tertuju pada hp Rania yang terletak diatas meja dan dia melihat pada wajah pucat Emira beberapa detik.


" mana Rania Emira ? " wajah Emira menunduk takut sebelum dia mulai mencoba bersuara ditengah tataan tajam mata elang Dion



" Rania dibawa dua orang penculik yang sudah mengikat tangan dan kaki ku tadi pak Dion ? " sedikitpun Emira tidak berani mengangkat wajahnya,terutama karena pandangan mata Dion yang menghujam dan seperti menyudutkannya.



" kamu jangan main - main Emira " bantah Dion berusaha dalam penyangkalan,meraih hp Rania dan membukanya,ada beberapa notif panggilan masuk darinya.


" ini apartemen,ada security dan CCTV .....bagaimana Rania bisa di culik,dan bagaimana Caranya " tanpa sadar dia terduduk ,lalu teringat pada rekaman Charlie digudang itu,dan dia membuka hp nya sendiri,memperlihatkannya pada Emira.


" apakah ada orang ini yang telah menculik Rania ? " dia menating hp dan memperlihatkan layar pada Emira,setelah menscren shot wajah Charlie dan menzoom nya,Emira lekas mengangguk karena memang ketika pintu terbuka tadi dan dia berdiri di ambang nya dia sempat melihat wajah Charlie tanpa masker.



" mereka menjebak saya pak " Emira bicara dengan nada sedikit takut.


" awalnya seorang petugas online shop menelpon saya,menyuruh saya kebawah untuk mengambil pesanan yang katanya dari bapak,makanya nyonya Rania menelpon pak Dion,dan saya menelpon pak Darren,tapi sayangnya tidak ada yang mengangkat,sementara orang olshop itu terus mendesak saya agar turun kebawah,mau tidak mau saya menurutinya....."



" Dan ketika sampai ke apartemen ini,bagaimana kejadiannya? " tanya Dion memutus ucapan Emira lagi,sambil matanya mengedar kesekeliling ruangan.mencari dan melihat sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk.



" saya berada di muka pintu yang sudah di buka dari dalam,dan ketika saya masuk,pintu sudah dikunci kembali oleh seseorang dan nona Rania dipukul oleh orang yang fotonya pak Dion perlihatkan,saya sempat melihat wajah nya ditutup dengan saputangan dan seiring itu wajah saya juga seperti dibekap dengan saputangan,dan setelah itu saya pingsan,saya tidak tahu lagi apa yang terjadi, ketika tersadar kondisi saya sudah seperti yang pak Dion lihat tadi " Emira menjelaskan panjang lebar,tangannya kembali mengurut-urut bekas ikatan di pergelangan dan kakinya.


__ADS_1


" jadi ketika aku menelpon Rania dan Darren menelpon kamu kondisimu sudah seperti ini ? " tanya Dion dengan menyelidik.



" iya pak.....saya mendengar dan tahu hp nyonya berbunyi dan hp saya sendiri,tapi saya tidak bisa mengangkatnya ,maafkan saya pak ".



" mana paket olshop itu,yang kamu inginkan terima " tanya Dion tapi matanya sembari melihat lagi pada ambang pintu yang masih terbuka,dia berjalan kearah sana karena melihat ada satu kotak bingkisan paket yang tergeletak begitu saja dan seperti habis terinjak,dia meraih dan merobek kertas pembungkus paket dalam satu sentakan,dan kotak itu tidak berisi apapun selain selembar kertas putih yang hanya berisikan sebuah pesan singkat yang bertuliskan : nona Rania aman bersamaku,aku adalah orang yang pernah kamu pukul dijalan disuatu malam itu,tunggu aku menghubungimu !.


ternyata firasatnya mengatakan hal yang benar dan Charlie lah pelaku yang menculik Rania,Dion meremas kertas itu,dan mengambil hp nya sambil bicara dengan Darren untuk memberitahu asistennya dia keluar dari apartemen nya menuju lift yang bergerak membawanya kelantai satu,dia akan melapor pada petugas keamanan disitu.


########


" bagaimana sistem keamanan disini ? " kata Dion duduk diseberang meja dengan manajer pengelola apartemen itu


" calon istri saya telah di culik oleh dua orang yang masuk keapartemen saya " setelah menjelaskan inti poko persoalan yang terjadi Dion berucap hal itu dalam ketegasan,dan Darren yang berdiri diambang pintu,lalu menatap wajahnya dengan aura seperti menenangkan kegusaran hatinya itu,manajer apartemen itu memancarkan wajah bersalah yang kental terutama karena Dion bukanlah seseorang yang bisa dianggap sembarangan,dan dia sangat berpengaruh dikota itu.




" ruangan operator dimasuki seorang penyusup manajer,salah satu petugas dibuat pingsan dan dia menggunakan seragam petugas yang pingsan tadi,lalu penyusup itu yang mengontrol CCTV,entah apa yang terjadi dan dilantai berapa dia sempat mengendalikan keadaan....."



" apa sudah dicek,cepat bereskan dan cek secepatnya " perintah si manajer pada dua petugas itu,lalu dia beralih bicara pada Dion.


" maafkan kami pak,sepertinya penyusup itulah yang sudah menculik calon istri anda,bukannya anda tinggal dilantai 5 ? " kembali bicara pada kedua petugas itu.


" cek ...apakah CCTV yang diretas itu dilantai 5 dan koordinasi dengan petugas security suruh pimpinan security untuk menghadap padaku tentang kejadian ini " ketika dua petugas itu sudah pergi,manajer itu kembali meminta maaf pada Dion.


" sangat disesalkan semua ini harus terjadi selama 5 tahun gedung apartemen ini berdiri,dan kami untuk seluruh staff meminta maaf atas semua ini " manajer itu berkata dengan nada penuh penyesalan sekali.

__ADS_1


" kita harus secepatnya melaporkan kejadian ini pada pihak kepolisian "



" tidak pak " Dion cepat menggeleng dalam bantahan


" saya khawatir akan terjadi masalah pada Rania jika kita begitu gegabah membawa kejadian ini pada pihak yang berwajib,untuk sementara kita terpaksa menunggu perkembangan dari si penculik ,untuk mengetahui apa yang sebenarnya mereka inginkan dengan menculik calon istri saya "



" sudah dapat dipastikan kalau mereka tentu ingin minta uang tebusan pada anda " manajer itu melanjutkan ucapan Dion,



" masih dalam proses menebak saja,kita harus menunggu apa yang diinginkan mereka dalam kepastiannya " Dion beranjak dari duduknya


" saya datang melaporkan ini hanya untuk melakukan pengaduan sambil mencari informasi apa yang terjadi di gedung ini,ternyata memang penculik itu menggunakan kepintaran mereka untuk menyusup dan meretas area CCTV sehingga Rania diculik luput dari pengawasan operator dan ini mutlak tidak bisa dipersalahkan pada pihak keamanan disini "



" iya pak,terima kasih atas pemahamannya " lalu tak lama berselang ketika Dion sudah ingin keluar bersama Darren,kepala pimpinan keamanan dan security masuk keruangan manajer itu dan memberikan pelaporan tegasnya.



" tadi salah satu staf security sempat menemukan hal yang mencurigakan dan kami sudah meminta CCTV di lobby untuk diperiksa, ketika tadi ada dua orang pria dari lantai atas membawa seorang wanita pingsan yang dibungkus dengan selimut,kemungkinan itu korban penculikan " pimpinan security itu angkat bicara.



" benar,dia adalah calon istri pak Dion Anggara,dan untuk sementara tutup rapat kasus ini dulu dari awak media dan kita tidak akan melaporkan ini dulu kepada pihak yang berwenang karena dikhawatirkan akan terjadi sesuatu pada nona yang diculik itu " security itu mengangguk hormat mendapat perintah itu.



" tolong secepatnya laporan hasil cek rekaman CCTV di lobby itu dibawakan kepada saya,saya tunggu diruangan apartemen saya " pinta Dion tegas dalam penuturannya kepada pihak manajer dan sekaligus petugas security itu sebelum dia pergi dan permisi dari ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2