
Pesta itu digelar di grandbalroom hotel weston.....mengusung tema mewah nan megah ....baru turun dari mobil Leo saja Rania merasa perutnya melilit merasa ngeri sekaligus menciut....karena semua yang hadir itu adalah kalangan jetset dan para pejabat eksekutif....sebenarnya ayah Leo juga termasuk orang kaya....tapi hanya seujung kuku dibanding para tamu yang berdatangan itu....mereka berdua saling pandang terutama Leo....busyet....dia melirik kartu undangan yang ada ditangannya....mencocokkan sekali lagi pada pamflet tulisan ditembok dimuka pagar gedung.....meyakinkan kalau mereka tidak salah sasaran masuk....tapi kenyataannya penglihatannya tidak keliru.
\* HARI JADI ANGGARA GLOBAL CORF \*
Tuhkan ? Leo memang tidak menyalahkan tulisan besar itu....sama persis dengan undangan yang bertujuan bagi ayahnya....dia pikir ini hanya orang dewasa yang akan menghadirinya....ternyata dari berbagai kelas....usia dan kasta....mereka seperti seimut makhluk bernama semut....tapi apalah daya....sudah terlanjur dia menyetujui permintaan bukan maen itu.
Dia merasakan Rania juga meremas pergelangan sikunya sambil berbisik lirih....mereka ragu untuk melanjutkan langkah.
" Kamu yakin ini pesta teman ayah kamu ? " Rania memastikan dengan bertanya.
" heeh....barusan aku mencek keundangan " Leo melambaikan undangan itu kedepan wajah Rania.....temannya itu mengangguk dan menatap kesekitar....kapasitas ballroom yang mampu menampung ribuan tamu dengan tempat duduk dan berdiri itu sudah setengahnya di isi oleh para tamu yang datang silih berganti dengan pasangan
Masing-masing....tidak didominasi orang tua seperti yang Leo katakan....bahkan pasangan muda seperti mereka juga banyak yang datang....
Dan mata Rania tanpa sadar tertumbuk pada tulisan besar seperti spanduk itu ....yang tadi berulangkali dibaca Leo temannya....hah....itu....Rania merasa kerongkongannya tercekik....Anggara Corf....ini hari jadi perusahaan Anggara? dia teringat pada rekaman dan pada seluruh sketsa kejadian yang dia lihat hari ini....dan itu membuat jiwanya merasa tegang.
" ayo lah " Leo mencoba tidak insecure....menggamit lengan Rania kedalam genggaman tangannya....telapak tangan Rania entah kenapa berubah menjadi seperti es dingin yang lembab....dia melirik pada Rania yang sedikit memucat.
" dahlah....bagaimanapun kita tetap harus masuk...pede lah....sudah cantik dan ganteng gini " kata Leo mencoba menenangkan Rania sekaligus menghibur diri sendiri.
" keep gentle....toh...kita juga termasuk undangan..." dia tersenyum lembut pada Rania yang terpaksa memaksakan senyuman dari perasaan kacaunya.....Leo memang sangat tidak tahu apa yang menimpa dirinya....dia pikir Rania merasa minder dengan situasi ditempat itu.
" Yang pasti berkat datang sama kamu....aku jadi lebih percaya diri " bisik Leo jujur setengah memuji karena pada kenyataannya dia memang merasakan hal itu....entah apa jadinya dia kalau datang sendiri atau ditemani orang lain....mungkin dia memilih nekat tidak jadi masuk ke gedung didepan mereka ini....apalagi bagi dirinya yang sama sekali tidak terbiasa pada suasana pesta.
########
Diluar dugaan didepan pintu masuk....ternyata Yanuar Anggara sendiri dengan beberapa asisten dan para pejabat eksekutif yang menyambut para tamu didepan pintu....dan yang begitu mencengangkan pak Yanuar yang terlihat ramah serta begitu familiar dan menawan itu langsung menyapa Leo tanpa sungkan dan hal itu mampu membuat pasangan muda itu takjub tercengang.
__ADS_1
" Kamu putra dari Herman Adithama kan ? " pak Yanuar menggenggam tangan Leo hangat ketika berjabatan tangan itu.
" untung Herman mengirim foto kamu tadi di we 'a....tentu om tidak akan menyapa dan mengenali kamu " Leo dan Rania sesaat berpandangan dengan saling melempar senyum pada kejadian tidak terduga itu...terutama Leo yang langsung menghirup udara penuh nafas kelegaannya.....ayahnya memang patut diacungi jempol....dia merasa tidak seperti anak hilang ditempat itu.
" Iya om....selamat om atas hari jadi perusahaannya " pak Yanuar tersenyum lebar....menepuk punggung Leo hangat ketika memeluknya sesaat.
" makasih sudah menyempatkan hadir nak....sampaikan pada ayahmu juga "
" iya om...."
" ucapkan selamat pada putraku Dion juga....dia ada didalam....masuklah....dan nikmati pestanya " pak Yanuar memberi isyarat mempersilahkan pada mereka berdua dan sesaat memandang Rania lama dengan senyuman tipis sebelum mengangguk dan menangkup kedua telapak tangan didepan di dada sebagai cara menghormati penuh kesopanan pada kehadiran Rania.
"Leo " Rania berbisik pada temannya itu....mereka memilih salah satu meja dan kursi yang agak disudut dan sedikut jauh dari keramaian serta banyak.orang....namun tampak jelas melihat pada keseluruhan panggung tempat acara berlangsung....
" kamu tahu putra yang mengadakan pesta ini ? " Leo sesaat menolehkan kepala,mengerutkan kening dan menggeleng....
" Dion Anggara kamu tidak tahu ? masa ? ayahmu tidak pernah mengenalkan kalian "
" itu beda cerita Nia....kan sudah kamu ketahui aku tidak pernah atau jarang hadir kepesta modelan begini...kalaupun pernah bisa dihitung dengan jari...ini pun sama pak Yanuar aku baru tahu malam ini....ayah sudah menyebutkan nama itu....tapi tadi aku melupakannya....dan ketemu beliau juga baru sekarang ini. . .ternyata kamu bisa rasakan sendiri kan ? pak Yanuar ternyata sangat baik dan ramah....kecemasan aku tadi begitu sangat berlebihan "
" iya ya " Rania mengangguk setuju...mereka kembali memperhatikan keseluruhan acara....pertama sambutan-sambutan....dari orang -orang terkait....lalu penyambutan hari jadi perusahaan yang berdiri ke 31 tahun itu....merupakan waktu yang lama bagi sebuah perusahaan bisnis ternama untuk berkecimpung didunia usaha....dan setelah itu acara tiup lilin ulang tahun putra Anggara tersebut....hal yang dinanti -nantikan mereka terutama Rania....dia sudah tegang sejak tadi.
Dan semua orang yang awalnya duduk pada berdiri dan malahan ingin melangkah maju ke panggung untuk melihat acara pemotongan kue dan segala macam agenda ritual ulangtahun itu berlangsung......termasuk Rania juga....dia menarik tangan Leo ingin mengajaknya maju kemuka .....sudah berdiri dari duduknya tapi sebuah tangan memegang pergelangan tangannya itu dan itu adalah Richo. ...mantan kekasihnya yang baru putus beberapa hari lalu dengannya.
__ADS_1
" Nia...." Richo juga beralih menatap pada Leo dengan rasa tidak sukanya....lalu kembali menatap Rania dengan berbagai perasaan yang campur aduk antara kagum,memuji,dan juga menyesali....!
" Sungguh tidak menyangka kamu bisa hadir di pesta ini " perasaan Rania yang masih sangat marah pada Richo berubah semakin tidak nyaman dan sangat iesal sekali.
" Aku hanya mene....." ucapan Rania terhenti ketika Leo cepat berdiri dan meraih sikunya seperti memeluknya ,memotong ucapannya yang akan bicara hal sebenarnya.
" ya tentulah....memangnya cuman kamu yang bisa hadir disini ? Rania menurutmu tidak bisa ? " Leo berkata datar sekaligus dingin....dia juga masih tidak bisa menahan geram pada pria yang sudah menyakiti sahabatnya ini.
" kami memegang undangan dari pak Yanuar " Leo menambahkan dengan dagu yang terangkat ...dia tidak mau Rania terlihat seperti direndahkan hanya karena kehadirannya untuk menemani Leo saja yang datang karena menggantikan peran ayahnya.
" OhYaaaa " Richo tersenyum dengan tatapan merendahkan.....dia sejak dulu memang tidak pernah suka dengan sahabat Rania ini dan selalu berpikir untuk menyingkirkannya.
" Heh Leo....aku gak nanya....aku hanya menyapa kekasihku " Richo kembali menatap Rania yang menggerakkan gigi menahan amarahnya....sayang ini ditempat umum dan dipesta lagi....padahal bukan hanya Rania....Leo pun ingin sekali merontokkan gigi dia yang sudah putus urat malu dan seakan memiliki tampang tidak berdosa itu.
" hai sayang....kamu sangat cantik sekali malam ini"Leo sudah menggenggam tangan membentuk kepalan....bersiap ingin memukul Richo yang terlihat Dimata Rania begitu menyebalkan itu.
" Diam kamu Richo " ancam Rania ketus dengan suara direndahkan tapi penuh nada peringatan.
" Enyah kau dari sini dan jangan ganggu kami " dia menggenggam tangan Leo erat sebagai isyarat untuk menahan diri dan emosi....karena ini pesta dan akan sangat memalukan kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti perkelahian misalnya.
" Beb....kok kamu sekasar itu....ini pesta orang....kita sama-sama tamu " kata Richo dengan nada menantang dan Rania sungguh merasa muak dan ingin meremas wajah yang beberapa bulan lalu bisa-bisanya dia begitu sangat mencintainya.
" Aku begitu senang Lo bisa melihatmu lagi setelah diapartemen itu " Richo berkata mendayu.setengah merayu....berbisik tepat ditelinga Rania dengan sengaja membungkukkan badan menyamakan tingginya dengan tubuh Rania,dan setengah menggesekkan bibir kedekat leher putih mulus gadis itu....Rania sontak mundur untuk menyingkir dan menepiskan wajah Richo dengan mata nya yang melotot tajam.
" jangan sadis kayak gitu ....hilang Lo cantiknya....padahal kamu .....sangat..... cantik....pake banget " Richo terkekeh dengan senyum lebarnya yang menggoda dan seperti mempermainkan Rania....mengusap-usap dagunya dan matanya yang menyorot seperti ingin menelanjangi Rania .....sungguh Rania merasa dilecehkan dan dia sudah ingin menampar pria itu tak peduli ini ditempat umum saat sebuah suara dari belakang Richo menegur pria itu.
" Ayo Richo " seorang wanita cantik dengan aura sedikit lebih dewasa dari mereka dan sama persis dengan yang ada difoto yang dikirim Leo menarik tangan Richo setelah hanya melirik sinis pada Rania yang terpana.....begitu juga dengan Leo yang berdiri tak jauh darinya....keduanya saling berpandangan karena sama-sama penasaran dan saling ingin mengetahui lebih jauh siapa wanita itu dan punya hubungan apa sama Richo.....yang pasti mereka seperti pasangan mesra yang tampak begitu elegan....ganteng dan cantik ....tapi anehnya kenapa Richo tidak datang bersama Arnella sahabatnya sekaligus yang tega menikung dirinya itu ?
__ADS_1