KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 11 : APAKAH ORANG YANG SAMA


__ADS_3

Richo yang berbalik terbelalak saat melihat pria itu...masih dengan posisi yang sama dan dia tidak menduga kalau Rania memanfaaatkan kelengahannya itu untuk bisa lolos dari kungkungannya,Rania menendang perut Richo dengan gerakan lututnya yang berontak dan Rania berhasil bergeser mundur kepojok.


" keterlaluan kamu Richo " kata Dion yang memang tahu siapa Richo walaupun tidak mengenalnya terlalu jauh....amarahnya memuncak....berani-beraninya Richo ini melakukan tindakan tidak senonoh di acara pestanya ini....bergegas dia masuk seiring Richo yang bangkit....Richo tidak bisa mengelak saat Dion mencengkeram kerah bajunya lalu menamparnya kuat dan Richo terpelanting membentur dinding....meringis terkapar....!


Rania ingin bangkit dengan kesusahan ketika dia menyaksikan bagaimana Dion menghajar Richo itu...dia merasa ngeri melihat keberadaan Richo yang nyaris tidak berdaya, Rania mengurungkan niatnya untuk menjauh dari tempat itu dan semakin meringkuk ke pojok.


" bedebah kamu....sunggguh memalukan....orang sepertimu berbuat hal begini " Dion tersengal ,masih dengan gelengan kepala seakan tak percaya pada sosok Richo ini....setelah melayangkan pukulan terakhir dan Richo berlutut memeluk kakinya.


" please Dion....lepasin aku "


" pergi kamu Richo....dan aku tidak ingin melihat batang hidungmu lagi " Richo bergegas bangkit dan secepatnya pergi dari tempat itu dengan kondisi pakaian dan tubuhnya yang berantakan.


Dion mendekati gadis itu....Namun dia tidak mengenalnya....dia hanya merasa seperti pernah melihatnya....sedangkan Rania....meski dulu wajah Dion berdarah dia ingat pria itu....tapi dia memilih tidak menyuarakannya,dan bangun dari sikap terpojoknya itu.


" terima kasih " Rania bangun sambil menyilangkan tangan didepan dadanya....karena bajunya yang sudah dirobek Richo tadi....dia tanpa sadar sudah mengabaikan tangan Dion yang terulur untuk menolongnya.....pria itu ingin merasa kesal tapi langsung mengerti bahwa baju Rania sudah tidak pantas untuk dilihat....Dion cepat berbalik dan meraih hape di kantong celananya.


" Darren....bawakan jas ku ketoilet dua lembar....jangan satu....ingat dua...." dan setelah mengatakan itu,Dion baru berbalik tapi tidak menatap kearah Rania yang masih tercengang memperhatikannya.


" kamu siapa ? apa kamu kenal sama Richo tadi ? " Rania mengangguk....tapi dalam hati semakin dipenuhi tanda tanya....benarkah kalau dia tadi tidak salah dengar Richo menyebut orang ini Dion ? apa dia Dion Anggara ? tapi tadi juga dia mendengar Dion mengatakan tidak ingin melihat batang hidung Richo lagi dipestanya.....berarti tebakannya itu dibenarkan bukan....? pria ini pastilah Dion Anggara itu....pria yang ditolongnya beberapa hari yang lalu.....dan apakah dia juga pria yang sama yang dimaksud oleh para petinggi perusahaan tempat dia bekerja ?


" Laen kali kamu jangan berurusan lagi sama orang seperti dia " Dion hanya melirik Rania sekilas saja dan bertutur seperti memperingatkan gadis itu,dan lagi -lagi Rania hanya menanggapinya dengan anggukan dikepala.....sungguh dia kehilangan suara untuk.hal yang akan dikatakannya.....tapi dalam hati dia setuju pada perkataan Dion itu.....tanpa diperingati kedua kalipun dia tidak akan berani berurusan dengan Richo lagi.....mantannya itu jauh sekali berubah.....Richo seperti tidak memiliki penghormatan terhadap Rania ....orang yang pernah menjadi kekasih nya nyaris satu tahun itu.


" kamu belum jawab pertanyaan aku ...." kata Dion lagi dan mengherankan Rania.....dia hanya menunjuk dirinya sendiri dengan isyarat dagu tanpa berani menggunakan tangan yang masih melingkar menutupi dadanya

__ADS_1


" iya....aku tadi bertanya kamu siapa ? "


" ouuhh....namaku Rania " seiring jawaban itu Darren masuk dengan tangan menenteng jas Dion dua lembar....dan menyerahkannya pada Dion sambil melihat bingung pada Rania


" Pak Dion....buat apa aku harus bawa jas dua " tapi baru saja Darren menyelesaikan kalimatnya....pertanyaan itu terjawabkan saat dia melihat Dion mengulurkan satu jas kepada Rania dan berkata pada gadis itu.


" pakai jas ini....dengan posisi terbalik....yang bagian belakang letakkan di depan....dengan begitu baju robekmu akan tertutupi " selesai dengan ucapannya itu datang Leo ketoilet wanita itu dan heran melihat kenapa ada dua pria didekat sahabatnya Rania.


" Nia.....apa yang terjadi " Leo memandang pada dua pria itu dengan sebegitu herannya....bergegas menghampiri Rania ,seperti memberi perlindungan padanya....dan keduanya juga membalas pandangannya.....tapi memilih tidak berkata apapun....Dion dan Darren akhirnya melangkah pergi keluar dari toilet wanita itu ......tertinggal Leo dan Rania yang masih terdiam disitu.


" Siapa dua pria itu Nia ? " tanya Leo heran sekali melihat kondisi Rania yang kusut Masai dan begitu berantakan.....kecemasan mulai hadir dari sikapnya itu.


" kenapa mereka berada didekatmu....? bukannya ini toilet wanita ? apa mereka....'"


" Benarkah ? lalu untuk apa mereka ada disini ? "


" pak Dion itu tadi yang sudah menolongku "


" bukannya dia pria yang dulu kita tolong di tebing " rupanya ingatan Leo juga lumayan tajam.


" perasaanku juga begitu "


" jadi pria yang kita tolong itu Dion yang menggelar pesta ini "

__ADS_1


" Bisa jadi begitu " kata Rania lekas berbalik sambil tangannya bergerak mengenakan jas pemberian Dion tadi.


" memang pak Dion menolongmu dari apa ? " Leo tetap mengawasi punggung Rania dan sambil benaknya berpikir keras.....menilik dari keadaan Rania itu....dia mulai mengerti situasi yang tadi telah terjadi.


" apa yang menimpa kamu Nia ?" suaranya sarat dengan kecemasan lagi.


" Richo tadi ingin berbuat kurang ajar padaku...." Rania tidak sanggup melanjutkan ucapannya dan dia berbalik kembali setelah merapikan jas Dion yang dia kenakan secara terbalik itu....mendengar keterangan singkat itu spontan Leo mulai terlonjak emosi kembali.....dia mulai merunut hal itu secara lebih terperinci.....dan sangat mengerti....kenapa Rania mengenakan jas seorang pria itu....dia pasti mendapatkannya dari pak Dion tadi.....


" Berarti tadi Richo yang ingin berbuat .....begitu padamu ?hal mesum ? " Rania mengangguk.


" Ya Tuhan....kurang ajar sekali dia " Leo mengeraskan rahangnya .....


" untung tadi ada pak Dion disini "


" itulah...." Rania bergidik ....tak bisa membayangkan andai tadi Dion tidak datang menolongnya....mungkin dia sudah kehilangan kehormatannya.


" Ya sudah....ayo kita keluar dari tempat ini " Leo memeluk kedua bahunya dan mengajaknya pergi dari tempat itu.


" kamu sudah berterima kasih pada pak Dion tadi ?"


" Sudah " tapi Rania tak bisa mengeyahkan pemikiran yang simpang siur dihatinya....kalau Dion tadi adalah orang yang sama dengan yang menjadi incaran petinggi perusahaan Arrayan.....apa yang harus dia lakukan sedangkan dia tahu akan hal ini.


" Leo....aku ingin pulang saja " dia lebih banyak ingin memutar kembali rekaman siang tadi ....biar lebih diperjelas siapa CEO Anggara yang nyawanya sedang menjadi incaran.

__ADS_1


__ADS_2