KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 33 : PENGAKUAN YANG MANIS


__ADS_3

" pak Dion tadi ingin bertanya apa ? " Rania mendekat pada Dion ketika masuk kekamar setelah kembali dari dapur untuk membantu Bi Yati membuatkan sarapan dan melihat Dion sedang memasang kemeja lengan pendek nya dan dia membantu pria itu mengancingkan kancing depannya,lalu memasukkan nya kedalam celana pria itu.....merapikannya....dan memasangkan jas pria itu.


Dion menarik pinggangnya,setengah memeluknya ketika dia selesai berpakaian itu


" aku ingin bertanya apa hubunganmu dengan Leonel Adithama ? " Rania yang meletakkan telapak tangan di dada Dion setelah mengancingkan jas pria itu....membalas tatapan Dion,sedikit mengerutkan alis indahnya yang melengkung dan terpahat begitu rapi itu.


" Leo ? temanku .. .memang kenapa pak Dion bertanya tentang dia ? apa ada masalah ? bukannya pak Dion pernah melihatnya.....dia datang bersamaku di pesta kemaren "


" apa kamu dan dia sangat dekat....yah...mungkin seperti sahabat " Dion tidak mengekspresikan perasaan cemburunya,ketika dipesta dia sebenarnya memperhatikan bagaimana cara Leo memperlakukan Rania.....dan itu membuatnya sedikit memiliki perasaan tidak tentram.


" ya " Rania mengangguk,dan dia bisa melihat pancaran kilat kecemburuan Dimata Dion tapi dicoba pria itu dengan mengalihkan perhatiannya,meraih wajah Rania dengan satu tangan masih memeluk pinggangnya dan mendekatkan tubuh mereka.


" sebegitu dekatnya sampai mungkin dia biasa cerita banyak hal padamu "


" Hem " Rania merasa tidak nyaman dengan pertanyaan itu,dia tahu Dion berusaha keras menetralisir perasaan cemburunya agar tidak tampak kepermukaan,tapi kenapa juga Dion bertanya soal Leo padanya ? bukannya mereka tidak saling kenal ? walaupun pada hakikatnya ayah mereka saling berteman.


" pak Dion belum jawab pertanyaanku,kenapa jadi bertanya seperti ini ? "


" karena aku ingin sekali tahu " Dion mengusap pipi Rania dengan jemarinya,sesekali menekannya,matanya terus-terusan menyorot penuh makna.


" siapa gadis yang menolongku dimalam kecelakaan ku itu,kecelakaan akibat sabotase rem mobil yang dilakukan Charlie dan yang kutipan percakapan itu kamu rekam.....apakah dia orang yang begitu dekat dengan Leo ? temannya ? pacarnya ? sahabatnya ? karena data Leo yang ada dilaporan rumah sakit itu....tapi yang setahuku dan seingatku meski tidak terlalu jelas... . aku yakin yang menolongku ditebing itu adalah seorang gadis,sedangkan yang membawaku ke rumah sakit adalah Leo ? jadi .....sayang.....bisakah kamu berikan aku satu jawaban tentang itu " Rania yang sudah terpana sedari tadi mendengarkan penjelasan pelan Dion itu mau tak mau seketika diam dan tanpa jawaban apapun,tapi Dion tetap menunggunya


" siapa gadis yang bersama Leo yang membawaku kerumah sakit itu ? apakah dia orang yang sama dengan yang telah menolongku ditebing itu ? atau dia orang yang berbeda ? " Dion sengaja tidak menyebutkan nama Rania dari setiap celah pertanyaannya,menunggu Rania sendiri yang membuka suara....dan bicara yang sejujurnya.

__ADS_1


" dia orang yang sama " Rania membalas tatapan Dion,mengunci pria itu dengan tatapan yang sama dalamnya.


" aku hanya menunggumu untuk mengenaliku dan mengingatku dengan ingatanmu sendiri,tidak harus dari aku yang memberitahu....kupikir kalau pak Dion mencari tahu....maka akan bertemu denganku tanpa harus aku yang datang padamu dan mengatakan aku orang yang sudah menolongmu "


" ya Tuhan Rania ? " Dion begitu terharu,memeluk dan meraih kepala Rania,mendekapnya erat kedadanya.


" harusnya kamu katakan ini padaku " dia berbisik lirih.....dan Rania mendongak....tersenyum manis membuat perasaan Dion kian menyeruak kepermukaan....perasaan yang tumbuh dan kian menjadi lebih dalam dari tadi malam,dia sadar dia semakin menyayangi Rania lebih dari seharusnya.


" bukan dengan diam seperti ini "


" sekarang kan sudah tahu.... lalu apa yang akan kamu berikan padaku " mata Rania berkedip manja,mengalungkan lengannya dileher Dion dan membiarkan tubuhnya setengah menggantung dalam pelukan pria itu.


" setelah hari ini,dan apa yang terjadi tadi malam....aku akan datang kembali....dengan satu kejutan....." Senyum Dion penuh misteri .


" hei....itu namanya bukan kejutan lagi "


" tapi aku bisa menebaknya "


" OhYa . ...katakan tebakanmu itu " tidak tahan pada senyuman menggoda Rania,Dion melayangkan ciuman yang luar biasa dan Rania membalasnya.


" mungkin seperti perkataanmu tadi malam,kamu ingin menikahiku ? " Rania mengatakan dugaannya saat ciuman itu terlepas......dan Dion tersenyum penuh arti tapi dia tidak berkomentar apapun selain hanya mengangguk,tak merelakan Rania jauh darinya.


" kalau aku membawakan cincin untuk pernikahan kita,coba katakan kamu ingin kupilihkan jenis yang seperti apa ? "

__ADS_1


" terserah pak Dion " Rania kesulitan mencegah tangan Dion yang kembali bergerilya diseluruh tubuhnya....sedangkan dia masih dalam rengkuhan pria itu.... dia melepaskan diri secara lembut dengan memegang wajah pria itu yang berlabuh dititik sensitif antara bawah cuping telinga dan lehernya.


" pak Dion....kamu ada rapat yang tidak mungkin kamu batalkan bukan ?" Rania menahan senyum geli melihat wajah Dion yang merengut gemas tapi juga memilih mengikuti perkataan Rania itu.


" sayang sekali ada rapat itu....kalau tidak, mungkin aku akan membatalkan niatku,dan tidak jadi pulang kekota " Rania berkeras menarik tangan Dion yang bergerak begitu malas mengikutinya untuk keluar kamar dan mereka menuruni tangga.,seperti seorang bocah yang terpaksa melakukan sesuatu sedangkan dia harus menuruti perkataan ibunya itu.


" jadi berapa hari pak Dion baru kembali ? " ketika menuruni tangga itu,tangan Dion tidak lepas dari pinggang Rania dan mereka diperhatikan Emira yang baru keluar dari kamarnya dan berdirj dimuka pintu,gadis itu merasa senang melihat keintiman pasangan ideal itu.....!


" mungkin satu bulan "cetus Dion mengedipkan mata bercanda pada Rania.


" yah...kalau kamu tahan " Rania membeli candaan Dion tersebut dengan ringan.


" kemaren kamu bilang satu Minggu baru kesini lagi,tidak tahunya datang tadi malam "


" bukannya kamu senang ? "


" yang senang itu aku apa pak Dion " Rania menahan bibir pria itu,mencegahnya untuk tidak mendaratkan ciumannya lagi dan melihat kesana kemari,takut dan tidak ingin ada yang melihat mereka berciuman,dan dia melihat Emira yang memperhatikan mereka sejak tadi,wajahnya tak bisa disembunyikan oleh rasa malunya....tapi Dion malah tidak mempermasalahkan itu,....walaupun dia juga melihat keberadaan Emira dimuka pintu kamarnya.


" mungkin aku yang paling merasa diuntungkan ....aku yang menang banyak " ucap Dion dengan mata yang penuh isyarat,mereka berhenti diujung anak tangga terbawah karena Emira mendekat kearah mereka dan mengangguk hormat pada Dion sebagai atasan dikantornya itu.


" pagi pak ? kapan pak Dion datang ? tadi malam ya ? " sapa Emira berbasa-basi.


" iya,sekitar pukul sepuluh " Dion bicara tanpa menatap bawahannya itu,masih fokos kewajah gadis disampingnya yaitu Rania....

__ADS_1


" ayo sayang kita sarapan " dia mempererat rangkulan di pinggang Rania dan mengajaknya menuju ruang makan,Rania sesaat menoleh pada Emira yang sebegitu detil memperhatikannya,dan tersenyum kecil sebagai isyarat bahwa dia terpaksa mengabaikan asistennya itu untuk sementara waktu..... tapi tadi Emira melihat ada banyak kissmark dileher Rania yang walau hanya berbentuk samar dan tertutupi dengan baik oleh rambut terurai Rania tetap tak bisa ditutupi dari pandangan jeli Emira..... dia hanya menduga.....tentulah pasangan ini menghabiskan malam dalam kemesraan yang panjang.


__ADS_2