
Ketika Dion dan Darren kembali keruang kerja setelah rapat usai,Dion mendapati ayahnya duduk disofa ruang kerjanya dan sedang menantinya.
" kapan ayah datang ? " Dion memeluk ayahnya dan duduk disampingnya.
" dari setengah jam lalu " Yanuar Anggara menyandarkan punggungnya kembali,mengamati putranya dengan seksama.
" kata Darren kamu dan dia sibuk menyelidiki kasus kecelakaan yang menimpamu ? "
" iya " Dion menarik nafas lega,setidaknya alasan yang dikatakan Darren saat dia dua malam tidak pulang kerumah adalah alasan yang tidak mengada-ada.
" dan sudah mendapatkan titik temu "
" apa orang itu ayah mengetahuinya ? "
" ya ayah....sedikit lagi,aku masih menyuruh orang untuk mengumpulkan bukti "
" tapi haruskah kamu sampai tidak pulang dua hari ini ? " Dion mengalihkan tatapannya,serba salah harus bicara apa....ayahnya kalau berdialog dengannya seperti bisa membaca semua yang dirasakan dan dipikirkannya.
" apa kamu berkencan dengan wanita satu malam lagi ? ayah pikir itu sudah lama menghilang selama satu tahun ini,ayah juga mengira kamu mulai serius pada seseorang dan berniat menjadikannya teman hidup sesungguhnya " tepat seperti yang diucapkan oleh ayahnya,perkataan itu adalah benar adanya,dan Dion tidak ingin mengelak dari itu semua,lebih baik dia mengungkapkan terus terang saat ini,toh ayahnya sudah lama berharap dia mencari pasangan hidupnya,menikah dan membentuk satu rumah tangga yang utuh dengan banyak anak kecil didalamnya.
" tidak ayah " Dion menggeleng,menepuk tangan si ayah untuk menenangkan dan membuyarkan dugaan negatif nya.
" aku akan menikah tapi sampai aku membereskan kasus ku dulu,tapi aku berencana untuk melamarnya sekarang dan kalau bisa diusahakan secepatnya "
" apa kamu sudah mendapatkan calonnya ? " ayahnya terkejut sekali,tapi senyumnya menunjukkan kesenangan hati yang dia rasakan.
" kapan kamu membawanya kedepan ayah ? "
__ADS_1
" lihat keadaan ku dulu,jika tidak terlalu sibuk.....aku akan menjemputnya dan membawanya pada ayah "
" dia siapa ? apa kamu sudah mengenalnya sangat jauh dan memastikan dia yang menjadi pilihan hidupmu?" Dion termangu mendapat pertanyaan itu,ayahnya benar.....dia sudah memantapkan hati untuk menikahi Rania,tapi dia sedikitpun tidak mengetahui tentang gadis itu.....sama halnya Rania yang tidak tahu apapun tentangnya.
" sekarang gadis itu dimana ? " tanya ayah begitu penasaran sekali,sudah lama dia menantikan ini,menantikan putranya sendiri membawakannya seorang wanita sebagai calon menantunya dan berikrar untuk menikahinya.
" tidak bisa kah ayah melihatnya mungkin dari sebentuk foto atau apa ? " Dion mengusap wajahnya,tidak mungkin dia tidak memperlihatkan foto Rania disaat ayahnya tampak begitu bersemangat sekali ingin mengetahuinya,dan dengan tanggap dia mengeluarkan hapenya dikantong jasnya,membuka aplikasi galeri dan menemukan foto Rania,memperlihatkannya pada ayahnya.....Yanuar Anggara tersenyum lebar saat melihat foto Rania yang sedang menggunakan celemek dan memasak didapur itu.....begitu natural dan menawan sekali,wajah sumringah gadis itu tampak menyatu dengan latar belakang kondisi dapur difoto itu....ayah sampai berdecak beberapa kali.
" ini kah dia ? " ekspresi ayahnya seperti tidak percaya,meletakkan tampilan layar hape tentang foto Rania itu agar menghadap kearahnya ,mendekatkannya kesamping wajah Dion....seperti mencocokkan keserasian gadis itu dengan putranya.
" seperti tidak cocok " seloroh ayahnya yang membuat Dion tersenyum masam....Yanuar tertawa lepas melihat wajah Dion itu.
" apa ayah tidak salah lihat....? ini terlalu cantik untukmu Dion " pak Yanuar tergelak sambil menepuk bahu Dion seperti senang menertawakan putranya itu.
" apa ayah tidak mengakui ketampanan anakmu ini ?" kesal Dion,tapi dia juga tak urung tersenyum.
" ya itulah " ayah mengusap matanya yang sedikit berair karena tertawa....
" kelihatan sekali dia sangat muda .....berapa usianya ?"
" dua empat "
" hah....dia bahkan selisih usia sepuluh tahun darimu, dan namanya ? "
" Rania "
" Rania saja ? lebih lengkapnya Dion ? "
__ADS_1
" Rania Shabira,ayaaaah..... berhentilah bertanya terus....ayah tidak tertarik padanya kan ? " Dion merasa gemas ,tapi juga setengah mengeluh dan sikapnya itu bukannya membuat ayahnya kesal padanya,justru makin merasa lucu saja.
Bagaimana Dion tidak bersikap begitu,karena dia tahu ayahnya seperti menginterogasi itu,ujung-ujungnya akan bertindak sendiri,....tidak masalah baginya jika ayahnya setelah ini akan mencari tahu siapa Rania sebenarnya.....karena ayahnya punya banyak mata-mata suruhannya yang akan mengawasi Dion jika terasa aneh baginya.....seperti hubungan nya dulu dengan Jenita.
Walaupun mereka saling berjauhan ayahnya tahu tentang siapa wanita itu dan menolak keras saat Dion mengutarakan pendapatnya untuk menikahinya.....dan ternyata insting ayahnya itu benar....alasan ayahnya menolak wanita itu sebagai menantunya karena dia berpendapat wanita seperti Jenita lebih mengutamakan prinsip karir dan hidup yang cemerlang untuknya sendiri,sedangkan dia sebagai orang tua yang sudah lama mencicipi Asam manis kehidupan.
Menjalani banyak sepak terjang perjuangan tentang proses meraih harta ,tahta dan wanita....itu tidaklah harus dilakukan sendirian.....sebagai sesama pasangan haruslah seiring sejalan....dan pak Yanuar tidak melihat itu pada diri Jenita....sebagai keponakan dari istri Rayyan Delvano itu....itulah membuatnya menyatakan ketidakrestuannya dan berharap Dion mengakhiri asmaranya dengan gadis itu,dan harapannya terkabulkan.....putranya ternyata memilih jalan sesuai yang dikehendakinya....dan berharap diperjalanan selanjutnya Dion akhirnya menemukan wanita pilihannya itu.
Tapi setelah sekian tahun.....setelah kembali dari luar negeri putranya itu justru lebih fokos mengembangkan karirnya....itu sesuatu yang menyenangkan sekaligus membanggakannya,tapi juga sangat meresahkannya....karena usia Dion yang sudah terlampau mapan untuk membangun rumah tangga dan dia tidak mau faktor usia itu nanti menghambat Dion untuk menikahi wanita nya dan terlambat mendapatkan keturunan....sedangkan dia berharap Dion memiliki ahli waris untuk penerus perusahaan besarnya.
Dia juga tahu banyak hal....sekian informasi dari orang suruhannya kalau Dion sesekali berkencan ....tapi kenyataan nya itu selalu berakhir hanya sebatas untuk satu malam......memikirkan petualangan cinta Dion seperti itu,ayahnya semakin diliputi kecemasan dan selalu memperingati Dion disetiap kesempatan....Dion selalu mendapat wejangan darinya,tentang sikapnya yang tidak mendukung tindak-tanduk putranya yang menurutnya salah dimatanya itu.....nasehatnya memang selalu dilontarkan dalam kelembutan khas seorang ayah yang bijaksana yang selalu tidak mengharapkan dan menginginkan anaknya salah arah.....selalu menyelipkan pesan pada Dion setiap dia memiliki waktu berbincang agar secepatnya dia mendapatkan pasangan serius yang satu pemikiran dan satu perasaan untuk berumah tangga dan mengakhiri petualangan cinta itu.
" ayah akan iseng untuk mencari tahu soal Rania...."
" ayah mulai tertarik sama dia ? "
" tertarik untuk calon mantu apa salahnya ayahmu ini harus sangat kepo,karena dia yang akan menua bersamamu kan ? apa salah nya kita tahu bibit dan bobotnya dia " komentar Yanuar Anggara begitu penuh logika.
" terserah ayah....asal orang suruhan ayah itu tidak sampai terlalu nampak mempengaruhi Rania " Dion menyerahkan semua keputusan ditangan ayahnya itu.
" berarti secara foto yang nampak ini....ayah tidak bermasalah dengan gadis calon ku ini ? "
" hanya satu " ayahnya tersenyum menyeringai....kali ini sengaja ingin menggoda Dion lagi.
" apa sih ayah...." Dion mulai jaga jarak dan waspada.,setengah curiga.....ayahnya memang kerap bercanda dengannya.
" dia terlalu muda untuk mu tapi ayah rasa dia pantas untuk ayah " kelakar ayahnya dan keduanya akhirnya tertawa bebas bersama.
__ADS_1