KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 23 : MENGUNGKIT KISAH LAMA


__ADS_3

" Dion Anggara nya ada ? " kata Jenita Mahesa berdiri didepan ruangan Dion tapi ketika dia ingin masuk dia dihalangi oleh sekretaris Friska.


" Maaf Nona ? Anda siapa ? apa sudah bikin janji dengan Pak Dion ? " kata Friska dengan gaya sopannya.


" tidak ...tapi saya adalah kekasihnya " kata Jenita dengan dagu terangkatnya karena dia tidak suka pada cara Friska mengernyitkan alis herannya,bukannya apa-apa.... setahunya yang sudah bekerja sebagaj sekretaris untuk Darren dan Dion dia belum pernah melihat atau menemukan ada seorang wanita datang kekantor atasannya ini....


" kenapa ? karena kamu tidak kenal saya ? " Jenita tersenyum seperti meremehkan.


" Saya baru datang dari luar negeri....dan memutuskan untuk tinggal disini.....mempererat hubungan kami "


" Baiklah nona " Friska tersenyum memaklumi.


" Nona bisa tunggu diluar dulu,saya akan memberitahu pak Dion apa dia bisa menemui anda "


" tapi saya tidak harus sampai menunggu " wajah Jenita merah oleh rasa kesalnya....dia menarik tubuh Friska agar kepinggir dari daun pintu dan menghalangi jalannya.


" Saya akan suruh Dion untuk pecat kamu karena menghalangi saya seperti ini " Kata Jenita penuh aura kemarahan....dia tetap keras kepala dan menggeser daun pintu....mengabaikan larangan dari Friska yang hanya bisa diam dengan kepala ditundukkan.


Dion yang masih sibuk dengan pekerjaan nya tidak mengangkat kepala sedikitpun dari tampilan layar laptop saat dia mendengar langkah kaki seperti suara sepatu higls wanita ,dia pikir itu mungkin hanya kehadiran sekretaris Friska yang akan membawakan setumpuk laporan lagi untuknya.


" kenapa kamu tidak menyambutku ? " suara merdu yang menggoda dari Jenita spontan membuat Dion mengalihkan tatapan dari layar didepannya,terkejut melihat Jenita,dan lebih terkejut saat wanita itu langsung mendekat kearah kursinya dan duduk di pegangan kursi,lalu melingkarkan tangan ke leher Dion,dan mendekatkan bibir ketelinga pria itu.....aroma parfum berkelas begitu mengoar dan menggoda indera penciuman lelaki manapun....tapi entah kenapa Dion tidak bergeming....dia setengah memalingkan muka kearah lain.


" kamu sangat sibuk sayang " Dion menghela nafas,kelihatan wajahnya berkerut tidak suka dan sedikit kesal....kenapa Jenita masuk keruangannya tanpa permisi seperti ini?


" Maaf Jen.....tapi bisa kah Laen kali kalau ingin langsung kekantor ku kamu mematuhi aturan dari kantor ini....setidaknya kamu minta ijin pada sekretaris ku agar dia bisa menyampaikan apa tujuan dan kemauanmu....bukan langsung masuk keruangan ini tanpa persetujuanku " Dion menjelaskan dengan tanpa disertai senyuman,dan itu sangat tidak bisa diterima Jenita.....dia sontak berdiri dari duduknya yang tadi mendempet tubuh Dion,dan menatap pria itu dengan kerutan tidak senangnya.


" Hei....itu kan bagi orang lain ....sedangkan aku adalah kekasihmu "

__ADS_1


" kita hanya menjalin hubungan singkat dan setelah itu berpisah .....bukankah kamu sendiri yang bilang....kamu akan fokos pada karirmu,ketika saat itu aku memutuskan untuk serius denganmu ?" Jenita melambaikan tangan dengan tidak sabar,dan memegang kedua belah pipi Dion....mengusapnya hangat dengan gerakan lembut dan begitu memikat.


" kupikir kamu tidak serius saat itu Dion....kupikir percintaan kita hanya senang sama senang diantara kita,dan kamu hanya bermaksud bercanda ? "


" bagaimana mungkin pria yang mengajakmu menikah kamu anggap bercanda ? " Dion tersenyum kecut,menggelengkan kepala berulang kali,dia ingat hubungan satu bulan nya yang terjalin dengan Jenita ketika saat itu dia sedang menanjak karirnya untuk pengembangan bisnisnya dan Jenita juga dalam posisi seorang model yang tengah naik daun.....mereka menjalin cinta yang panas dan luar biasa....cukup manis....sampai Dion berpikir mungkin Jenita adalah seorang istri yang ideal untuk pasangan hidupnya seutuhnya ......karena bagaimanapun mereka sudah menjalani percintaan layaknya style hubungan luar negeri....hidup bersama dan berhubungan seperti layaknya suami istri....meski ketika awal bersama Dion Jenita sudah bukan gadis perawan lagi.....tapi sungguh dia berniat lebih serius dengan wanita ini.....sayangnya ketika mengatakan hal itu Jenita seperti menyepelekan ucapannya.....dan berkata dengan lugasnya.


" aku ingin serius berkarir dulu,dan kurasa biar lah kita berhubungan tanpa ada embel-embel keterikatan dan pernikahan....karena itu akan mengekangku dikemudian hari....bukankah cukup dengan bercinta yang sama sama saling menyenangkan dan memuaskan itu jauh lebih nyaman bagi kita saat ini ? "


Dan memikirkan itu membuat perasaan Dion kembali meradang....setelah mendapat pernyataan itu dari Jenita....dia lebih memilih perpisahan diantara mereka,dan Dion memutuskan fokos mengurus perusahaan Anggara di Indonesia saja....dan akhirnya hubungan percintaannya pun dia anggap sudah end dengan wanita itu.


Berbeda dengan Jenita yang setelah itu menjalin hubungan beberapa kali dan berkencan dengan beberapa pria sesama model dan juga para agensi....Dion lebih memilih menjalani karir yang full time......dia nyaris tidak pernah lagi terlibat hubugan lebih serius dengan siapapun selain hanya beberapa kali berkencan pada beberapa gadis dan berakhir pada asmara satu malam.....lalu dipagi hari semua akan usai ....dan bubar.....!.


" Dion sayang " Jenita memeluk pria itu ketika Dion berdiri dan ingin menjauh dari wanita itu.....memeluk leher pria itu,mengalungkannya.....dan menyandarkan kepala kedada Dion,dan sengaja menggesekkan kelenturan tubuhnya yang begitu sensual itu merapat ketubuh Dion.


" Bagaimana kalau itu kita anggap saja sebagai masa lalu,kita buka kembali lembaran baru....dan memulai segalanya dari awal....bertunangan?.....menikah....? bukannya itu yang kamu inginkan ? ayo kita menikah ? " Dion melepaskan pelukan Jenita dengan gerakan perlahan .....lalu menjauh dan duduk disofa....dia menyilangkan kaki dan menyandarkan tubuh dengan gaya yang ekstrem antara kegusaran dan ketidaksenangan,bagaimanapun dia ingin sekali mengusir wanita ini dengan kasar dan tapi attitude pada dirinya mencegahnya untuk tidak bersikap sopan pada wanita.


" tapi kenapa ? " Jenita seakan tidak percaya mendapat penolakan itu.


" aku dengar kamu tidak bertunangan dan belum menikah dengan orang lain ? "


" memangnya kenapa ? itu hanya sebentuk kabar yang tidak pasti kebenarannya " sahut Dion berkilah dari kenyataan bahwa ucapan Jenita memang benar adanya.


" yah....itu berarti aku memiliki peluang untuk bisa menjalin hubungan denganmu kembali " Jenita berani duduk disamping Dion dan memeluk lengan pria itu.


" tapi tetap aku tidak bisa Jen....meskipun statusku masih lajang untuk sekarang ini ....apalagi disaat sekarang.....kita dan prinsip kita berbeda.....kamu tidak pernah serius melihat arti pernikahan....sedangkan aku sebaliknya " masih mencoba mengenyahkan tangan Jenita dari lengannya,dan ketika Jenita menolak dan berkeras dengan sikap agresifnya....Dion berdiri dan kali ini berdiri tegap didepan Jenita.....memasukkan tangan kesaku celana,menelengkan kepala dan dengan kata penekanan yang penuh ketegasan dia kembali bicara.


" tolong silahkan keluar dari ruangan ku Jen....aku sekarang begitu sibuk sekali "

__ADS_1


" Dion " wajah Jenita begitu terlihat marah,merengut dan berdiri.....berhenti didepan wajah Dion.


" apa yang membuatmu menolak ku ? mungkin anggap hari ini kamu kesulitan menerimaku,tapi aku akan mencoba bersabar....dan kembali meraih hatimu....kita akan bersama kembali,aku janji akan menyenangkanmu kembali seperti hari-hari yang pernah kita lalui....pada pernikahan....OhYa bertunangan dulu " kata Jenita panjang lebar,tapi Dion tidak merespon dan hanya diam mendengarkan.....Jenita merasa gemas....dan berjinjit sedikit,menarik tengkuk Dion untuk mencium bibir pria itu,bermaksud menggoda pria itu kembali,berharap Dion akan kembali luluh....berhubungan intim....dan jatuh dalam pelukannya....tapi sayangnya harapannya tidak sesuai rencana,Dion melepaskan bibir Jenita yang memagut bibirnya,menyentakkan tubuh wanita itu,menariknya dari dekat tubuhnya dan dia beranjak kepintu dengan perasaan marah yang tak tertahankan.


" silahkan pergi Jen....dan kuharap kamu tidak kembali kekantor ku dengan cara yang seperti ini " Dion membuka pintu ruangannya dan berkata dingin pada Jenita yang hanya diam tak berkutik dengan wajah merah dan perasaan malunya oleh penolakan itu.


" Friska " sekretaris Friska yang melihat Dion berdiri dimuka pintu dan terlihat wajahnya begitu marah,cepat-cepat menghampiri bosnya itu karena namanya dipanggil Dion dengan suara dan wajahnya yang luar biasa gusarnya.


" lain kali tolong jangan ada yang masuk keruangan ku tanpa seijin ku,cegah orang itu bagaimanapun caranya..... " Dion menatap tajam Friska dan sekretaris itu berkata untuk pembelaaan dirinya walalupun dengan kepala ditundukkan.


" saya sudah mencegah nona itu pak....tapi dia marah terhadap saya " Dion mendengar keterangan itu kian meradang hatinya....dia beralih menatap Jenita yang beranjak kepintu dengan sama kesalnya.


" silahkan pergi Jen....atau kamu kurasa tidak ingin aku memanggil security untuk menunjukkan jalan menuju pintu luar gedung ini ? " Jenita sekalipun sangat marah,tapi dia menahan dirinya... ingin melewati tubuh Dion dan tapi Dion memilih meninggalkan pintu kembali melangkah masuk menuju ruangannya mengabaikan kata-kata peringatan dari Jenita setelahnya.


" aku tetap kembali Dion....meskipun kamu mengusirku " dia tahu harga dirinya sudah jatuh oleh rasa malu,tapi keinginan besar untuk mendapatkan Dion kembali membuatnya menghalau perasaan marahnya yang tak terkendali pada penolakan pria itu....dia hanya yakin dia mampu dengan kecantikan nya itu bisa meraih hati Dion kembali dan dia akan menjadi ratu untuk singgasana kemewahan menjadi istri dari seorang sultan.....ya.....dengan menjadi istri Dion lah dia akan meraih predikatnya kembali,seorang wanita berkelas,....yang tidak akan meredup walaupun karirnya sudah sangat merosot dan melenceng dari jalur dunianya saat ini.....dia sendiri yang sudah merusak karir yang sudah susah payah dia bangun akibat terlalu banyak skandal yang dia perbuat itu,dan sekarang dia merasakan hasil yang dia perbuat.....karirnya sebagai model nyaris tamat....dan dia memilih jalur ini .....selama ada kesempatan untuk menggapai Dion kembali,dia akan menutup mata dari penolakan kecil itu.


" tutup pintunya Friska....dan jangan pernah dilain hari aku melihat dia masuk keruangan ku tanpa seijin ku"Dion tanpa membalikkan badan dan masih dengan tubuh membelakangi pintu ,menghadap kemeja kerjanya,berkata dengan volume suara ditinggikan dan dengan kegeraman yang tertahan.


" Anda mendengar kan Nona ? " kata Friska sedikit memberanikan diri menarik tangan Jenita setengah menariknya, tapi Jenita menghempaskan nya dengan marah


" Pak Dion menolak anda "


" kuperintahkan padamu ....jika saya resmi menyandang gelar Nyonya Anggara,maka kamu pertama kali yang akan aku pecat dari sini " Friska hanya berwajah datar,tanpa tanggapan dan Jenita akhirnya pergi dengan segala kemarahan yang tersimpan.


#######*******########


*Visual Jenita Mahesa*

__ADS_1



__ADS_2