KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 42 : TENTANG ABIAN,RICHO DAN ARNELLA


__ADS_3

Ketika Richo dan Arnella sampai dimuka pintu kamar Abian Delvano dan memencet bell,tapi setelah sepersekian menit....tidak juga ada yang membuka pintu,sampai akhirnya Richo ingin mengeluarkan hapenya dan bermaksud ingin menelpon paman kesayangannya itu,namun tidak jadi keburu pintu dibuka dari dalam,dan seorang gadis belia cantik yang mungkin masih seumuran dengan Arnella dan Rania,atau mungkin justru lebih muda,berpakaian gaun sexy dengan panjang diatas lutut dengan belahan dada yang begitu menantang dan berkata pada mereka.


" kalian mau mencari siapa ? "


" aku ingin menemui om ku Abian,dia tadi malam yang memintaku datang kemari,sekarang om dimana ?" Richo tak sabar dan sengaja melesakkan tubuhnya melewati tubuh gadis itu,sehingga salah satu sikunya menyenggol dada gadis cantik yang masih sangat muda itu,dan persentuhan itu membuat kelelakian Richo sontak berdiri,tubuhnya menegang dalam rangsangan,sesaat menoleh pada gadis itu dan memainkan sirat mata nya yang menggoda iman para wanita,dia melihat gadis itu tidak menunduk untuk sedikit sungkan,tapi juga membalas pandangannya dengan aura liar yang sama.....melihat semua ketidakwajaran didepan matanya itu,membuat Arnella,menarik tangan Richo lalu mengguncangnya....hatinya begitu panas luar biasa.


" berhenti bermain mata dengan wanita lain didepanku Richo " suara judes Arnella bernada penuh ancaman.....dan Richo sangat merasa tidak senang jiwanya yang suka bermain - main itu dikekang oleh kekasihnya ini.


" kalau kamu tidak suka,tidak usah mengikutiku,dan silahkan meninggalkanku " tanggapan ketus dan santai dari Richo itu membuat Arnella bungkam dari sikap protesnya,Arnella mendelik marah pada gadis itu yang melenggang anggun dan juga menatapnya dengan sorot mata sinisnya,lalu tersenyum seperti meremehkan.


Richo melihat Abian yang keluar dari kamar dengan pakaian setelan jas dan seperti sudah siap untuk berangkat kekantor,terkejut saat melihat Richo datang pagi - pagi sekali ke kamar yang dibokingnya untuk satu malam tadi.


Pria yang masih terlihat ganteng dan gagah serta masih awet muda itu meski usia nya sudah nyaris 55 tahun langsung menyambut Richo dengan senyum cerah.


" Ada apa kemari pagi- pagi begini Richo ? " sapa Abian mendekat pada Richo dan melihat pada Arnella yang berdiri dibelakang Richo.....isyarat matanya bermain dengan lirikan panas pada Arnella yang tersenyum dengan godaan yang sama.


" dan kenapa membawa gadismu segala ? "


" bukannya paman yang meminta ku tadi malam agar datang kehotel ini ? aku kan tidak membuka isi chat paman karena sedang di club'....pas ketika aku sudah sampai diapartemen,baru kubaca.....kupikir itu sangat penting sekali jadi aku ingin menghubungi paman balik,tapi waktu sudah pukul setengah dua belas" Richo menunjuk dengan dagunya gadis cantik tadi yang melenggang kembali kekamar dan melewati mereka berdua,aroma parfum luar biasa menyengat dan menarik selera penikmat laki-laki membuat Richo menelan ludah beberapa kali.


" Dan benar kan ? kalau dilihat dari keadaan ini kayaknya paman pun begitu disibukkan dengan adegan menggiurkan bersama gadis itu " Richo bermaksud meledek pamannya,dia memang sangat tahu tabiat Abian sejak dari SMU dan sering kedapatannya bermain dengan banyak wanita di club' atau bar....mungkin oleh sebab itu hingga detik ini Abian sampai sekarang lebih senang hidup melajang tanpa pernikahan....menurutnya hidup seperti yang dia jalani jauh lebih menyenangkan dari pada harus terikat pada simbol yang bernama perkawinan,bayangkan saja.....dia setiap hari bisa berganti wanita tanpa harus terfokos pada wanita yang sama.....termasuk bermain cinta dengan wanita istri saudara kandungnya sendiri.


Abian nyatanya tidak berkomentar apapun dan duduk disofa ruang tamu,menyilangkan kaki dan membiarkan Richo untuk duduk didekatnya, disampingnya,.....dia sekali lagi menatap Arnella yang lebih memilih duduk berseberangan Sofa dengannya,merasa ketika Richo pertama kali membawa gadis itu padanya untuk memperkenalkannya sangat tertantang untuk mencicipinya juga.....ibarat sebuah makanan yang terhidang dimeja....Arnella ini adalah makanan yang sangat mengundang selera dan seperti menggiurkan bagi lidah kita.


Richo yang melihat ketertarikan pamannya ini pada gadisnya,bukannya cemburu tapi perasaan nya biasa saja.....dan dia memahami itu sebagai sesuatu yang wajar.....kalau pamannya memang seperti tertantang dengan barang baru yang masih segar dan muda.....sedangkan Richo menganggap Arnella ibarat daging yang sudah berkali - kali dia nikmati dengan varian masakan hampir semua sudah dia rasakan,sehingga dia sudah sedikit bosan untuk makan hidangan itu....dan sangat ingin mencoba wanita yang baru juga.

__ADS_1


" aku memang tadi memintamu untuk datang....tapi tidak dengan bersama seseorang,karena sulit melakukan pembicaraan ini dikantorku " Abian berkata tenang.....dan mulai melanjutkan.


" tapi biarlah kalau pacarmu itu ikut kemari " dan Arnella merasa senang karena kehadirannya disitu tidak membuat gerah pamannya Richo.


" paman tahu sendirilah Nella seperti lem karet yang maunya ingin menempel denganku,padahal aku ingin bilang aku mau menemui paman sekalian kekampusku " kata Richo menjelaskan alasan Arnella yang mengikuti dia sampai kemari.


" pagi-pagi dia sudah datang ke apartemen.....disaat aku mau pergi....mungkin karena tadi malam tidak dapat jatah , yekan ? " Richo seperti bicara dan mengikutsertakan Arnella agar mengiyakannya.....tadi malam dia pulang di bar dalam keadaan setengah mabuk dan mengabaikan panggilan telpon dari Arnella beberapa kali,dia sibuk hangout bareng teman-temannya diclub ditemani banyak ladies cantik dan membuat beberapa temannya itu teler berat.....tapi beberapa ada yang langsung chek in memboking kamar hotel untuk berkencan dengan para ladies itu,dan karena Richo sedang mencemaskan kalau Arnella akan datang keapartemennya nanti,dia mengabaikan ajakan salah satu ladies untuk memboking dan menghabiskan satu malam bersama.


Jadi karena itu dia memilih pulang ke apartemen dan berharap akan menemukan Arnella untuk menyalurkan hasrat kelelakiannya....ternyata Arnella pun tidak ada.....dan baru datang pagi-pagi sekali.


" aku kesal padamu Richo....kamu bersenang - senang tanpa mengajakku,salah satu ladies temanku mengirim fotomu sedang minum dengan teman-temanmu " sahut Arnella dan wajahnya menunjukkan begitu banyak aura kemarahan yang belum tersalurkan sejak tadi malam.


Dia sudah ingin pergi ke bar itu untuk mendatangi Richo dan teman-temannya oleh perasaan panas yang tak terbendung.....tapi sayangnya mobil yang ingin dibawanya pergi dipakai oleh ayahnya yang juga pergi entah kemana tadi malam.....kata ibunya mobil ayahnya sendiri,mengalami sedikit kerusakan.....karena itulah dia marah setengah mati,hampir semalaman dia tidak bisa tidur menanti kepulangan ayahnya yang pulang nyaris dini hari dipukul 4 pagi.


" Sudahlah....kalian tidak usah berdebat urusan kalian dihadapan om ini " tegur Abian tenang....menepuk bahu Richo.....


" kamu ikut om ke kamar....ada yang ingin om bicarakan " Abian lebih dulu berdiri,dan mengangguk pada Arnella.


" maaf .....kami terpaksa meninggalkanmu sendiri dulu,gadis cantik ....om dan Richo mau bicara berdua "


" tidak masalah om " Arnella mengangguk,senang karena om Abian tidak menunjukkan gelagat tidak suka pada keberadaannya.


" aku bisa menunggu Richo disini "


" terserah kamu " Richo berdiri,berucap lirih ....hanya melihat Arnella sekilas.

__ADS_1


" tapi jika kamu merasa tidak tenang dan ingin pulang....silahkan kamu pergi duluan " dia berjalan mengikuti Abian Delvano yang lebih dulu sampai dipintu kamar,Abian masuk dan memeluk gadis yang habis semalaman tadi menemaninya di ranjang dan mengeluarkan selembar cek dari kantong celananya,menyerahkannya pada gadis itu.


" terima kasih om .....senang melayani om " gadis itu sesaat melihat tulisan dicek itu,sepuluh juta....untuk tarif dia satu malam dan tersenyum senang,mencium pipi om tampan yang menawan ini beberapa kali,lalu melambai tanda permisi setelah meraih tasnya diatas tempat tidur dan berbisik sekali lagi.


" om....lain kali....jika ingin memboking saya....om tahu kan nomornya " Abian hanya mengangguk kecil menanggapi tawaran yang sangat genit itu dengan kerlingan mata manjanya.


ketika melewati Richo yang masih berdiri dan bersidekap dimuka pintu gadis itu mengusap genit pipi Richo sekilas dan memainkan matanya.


" ganteng....aku pergi dulu ya ? " dan Richo tersenyum sumringah menanggapi belaian nakal itu,mengangguk dan tetap menatap punggung gadis itu yang keluar dari kamar menuju pintu.


" tentu pelayanan yang sangat memuaskan om ? " kata Richo masuk kekamar dengan satu pertanyaan dan seperti sebuah sindiran yang sarat keingintahuan.


" kamu bisa memboking dia jika ingin...." sahut Abian tenang menuangkan satu gelas anggur dan menyodorkannya ketangan Richo.


" tarifnya cuman sepuluh juta untuk satu malam berapa kali pun kamu mau "


" dan om sangat puas ? " Richo meminum seteguk anggur yang disodorkan Abian.


" puas...." hanya itu tanggapan Abian....menatap Richo lama dari atas gelasnya...


" tapi ada yang lebih ingin kuketahui dan om.akan baru puas kalau sudah mendapat jawaban darimu...."


" apa om ? " Richo bertanya santai tanpa ingin mengetahui apa yang ada dibalik suara Abian yang penuh misteri.


" kurasa kamu hanya punya pacar yang bernama Arnella saja .....ternyata ada gadis luar biasa cantik sebelumnya .....Rania Shabira.....bukankah dia kekasihmu ? ataukah hanya mantanmu ? " mata tajam Abian mengamati Richo tanpa melewatkan ekspresi itu satu jengkal pun dari pandangannya dan Richo sangat kelihatan terkejut ketika pamannya ini melontarkan pertanyaan tentang mantannya itu.

__ADS_1


__ADS_2