KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 31 : SAAT LOGIKA TAK LAGI BERKUASA


__ADS_3

" Pak Dion " Dion yang menggeser hape untuk mengangkat panggilan dari Darren itu mendapat sapaan bernada tidak sabar sang asisten.


" kenapa lama sekali kamu angkat ? kamu sedang tidak disibukkan melakukan hal aneh dengan Nona Rania kan ? "


" memang kenapa kalau aku melakukannya ? "


" sudah kubilang.....kamu jangan menyamakan gadis itu dengan yang lain "


" siapa bilang.....semua nya memang berbeda kok "


" maka dari itu batalkan rencanamu "


" Darren... kamu menelponku hanya untuk menggangguku supaya aku tidak jadi berbuat apapun? "


" iya....sebagian " wajah Dion tertekuk kesal mendengar jawaban Darren....dia sambil berjalan keluar menuju pintu dengan tangan memegang hape yang ditempelkan ketelinga.


" sekarang apa aku sudah berhasil menghambat aksimu ? "


" tutup telponnya Darren " Dion berseru pada kelakar ringan Darren itu,dia sudah berada diluar rumah untuk menuju kegarasi,berencana mengambil pakaian dibagasi mobil, seorang security mendekatinya....begitu heran melihat Dion yang keluar rumah dengan hanya mengenakan celana panjangnya dan bertelanjang dada


" Tuan ? apa ada masalah ?" dia menyela pembicaraan Dion dengan Darren itu.....


" iya....tolong ambilkan pakaianku didalam bagasi mobil " Dion menyerahkan kunci mobil pada security itu,lalu berbalik membatalkan tujuannya untuk kegarasi....lalu duduk diteras,melanjutkan pembicaraannya dengan Darren itu.


" aku ingin menyampaikan sesuatu " kata Darren setelah hanya mendengarkan saja percakapan Dion dengan security nya.


" tentang CCTV diparkiran gedung Athena "


" ya....apa yang kamu dapatkan ? " suara Dion terdengar penuh semangat,walaupun dia mengecilkan volume suaranya....dia masuk kedalam rumah dan duduk disofa ruang tamu,tapi masih membiarkan pintu luar terbuka,menunggu security tadi mengambilkan pakaiannya.…...dia juga membalas pandangan Rania yang masih berdiri disekat pembatas antara ruang tengah dan ruang tamu dan sedang memperhatikannya.

__ADS_1


" coba periksa kiriman rekamannya dari orang suruhanku ke we'a kamu,yang kusalin dan kubagikan padamu,tadi aku sudah memperhatikan detil keseluruhannya....wajah Charlie memang tidak terlalu tampak dari rekaman itu kalau hanya dilihat sepintas lalu,tapi kalau dilihat lebih teliti begitu jelas persamaannya dengan rekaman dari Rania "


" oke....nanti aku periksa....ada lagi yang ingin kamu sampaikan selain ini ? " kata Dion memutus pemberitahuan Darren.


" iya......soal Leonel Adithama "


" ya....bukannya besok kita akan mendatanginya ?....apa kamu sudah mengatur hadiah - hadiah apa saja yang akan kita berikan padanya ? "


" kurasa itu tidak harus pak Dion lakukan "


" kenapa ? bukannya dia yang sudah membawaku kerumah sakit itu ? "


" mungkin memang dia juga,tapi ada orang atau gadis lain selain dia "


" maksudnya " Dion semakin memegang kuat hape dalam genggaman tangannya,dia mencondongkan tubuh dari duduknya,menahan siku dilututnya.


" berarti memang benar yang menolongku malam itu seorang wanita ? "


" Darren.....aku tidak mengerti " sekali lagi Dion melihat pada Rania,tapi gadis itu sudah menghilang dari tempatnya semula dan dia mengarahkan tatapan pada ujung anak tangga teratas dan dia melihat sekelebat gerakan gadis itu memasuki kamar utama.


" karena Leonel seperti dugaanku semula yang merasa pernah melihatnya....dia adalah orang yang sama dengan teman nona Rania ketika dia mendatangi gadis itu ketoilet wanita malam kemaren "


" kenapa kamu bisa seyakin itu ? bukannya data itu hanya fotokopi dari KTP pria bernama Leonel itu ?" tanya Dion sangsi , menganggukkan kepala pada security yang membawakan pakaiannya dan meletakkannya di atas meja depan sofa yang dia duduki,lalu setelah itu mengangguk untuk permisi setelah sesaat Dion berucap terima kasih singkat padanya.


" sepulang dari kantor aku penasaran jadi aku berusaha keras mendapatkan rekaman CCTV bagian luar halaman ruang IGD yang terjadi di malam kecelakaan kamu "


" kamu berhasil mendapatkannya ? "


" mereka tidak mau memberikannya padaku,jadi aku hanya meminta diperlihatkan rekaman itu ditanggal kejadian malam itu....dan hasilnya sangat mengejutkan "

__ADS_1


" wah Darren.....apa aku akan memberi mu penghargaaan untuk kehebatan mu ini yang dengan cepat mengungkap semuanya ? "


" itu belum apa-apa .....yang utama hanyalah saat kamu dengar pengakuan itu langsung dari nona Rania "


" kenapa lagi aku harus melibatkan Rania ? "


" karena aku melihat direkaman itu nona Rania dan Leonel yang membawa kamu kerumah sakit,Leonel....begitu mirip dengan foto kopi KTP itu,juga mirip dengan teman nona Rania yang mendatangi kita ditoilet kemaren malam di pestamu "


#########


Dion yang setelah menutup pembicaraan dengan Darren bergegas menaiki tangga menuju lantai satu dan ingin masuk kekamar,tapi kedahuluan saat Rania juga membuka pintu dari dalam kamar untuk keluar,gadis itu berniat untuk tidur dikamar sebelah....tapi Dion malah menghalangi langkahnya dan menarik tangan gadis itu untuk membatalkan niatnya.....dan masuk kekamar kembali lalu dengan cepat menutup pintu kamar dalam satu hentakan dan memeluk Rania yang sontak gelagapan pada sikap mendadaknya itu dengan menarik pinggang gadis itu.


" Pak Di...." ucapan Rania terhenti.....tak bisa melanjutkan saat Dion tidak memberinya kesempatan untuk berpikir atau memberontak lebih jauh .....memagut bibirnya habis-habisan dan Rania tak bisa sedikitpun untuk membebaskan diri,


" Pak Dion " masih mencoba bicara,tapi ciuman Dion sangat kuat bersarang dibibirnya....awalnya Rania tidak ingin membalasnya....tapi karena ciuman dan pagutan itu semakin panas dan tak terbendung....dia akhirnya kalah serta takluk.....memilih menyerah....menerima dan tak menolak....tanpa syarat....


" jangan menghentikan ku....tolong Rania.....aku tidak bisa ....." Dion menyempatkan diri berkata seperti itu...matanya sudah berlumur api gairah yang tak terkendali,dan sama dengan Rania yang tak mampu serta tak ingin melakukan penolakan lagi.....semua dari pria ini sangat melemahkan otaknya....melumpuhkan akal sehatnya....dia tidak dibiarkan untuk berpikir secara logika walau sekejap saja.


" biarkan kita menyatu malam ini....please....jangan patahkan keinginanku " mata Dion dilumuri api .....dan Sama mampunya dia untuk membakar Rania juga.....ciuman dan pagutan itu tak terhentikan....semakin menjalar ke segala arah.....bahkan ketika dengan kekuatan tubuhnya Dion menggendong Rania ketempat tidur dan matanya seperti meminta ijin tapi juga seperti berharap lebih agar Rania tidak menolaknya.


mata Rania hanya mampu mengerjap dengan sayu...dia tidak memiliki kekuatan untuk menggeleng atau mengangguk sedikitpun selain dari pancaran mata itu seperti penerimaan mutlak yang dipahami Dion,berada dibawah Kungkungan pria itu dan membiarkan dirinya dikuasai sepenuhnya.....Rania bahkan hanya bisa meresapi dengan sepenuh perasaan dan kekuatan hatinya...meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia sudah jatuh pada kepemilikan pria ini.....dia takluk dalam kendali pria ini.....dia tidak ingin menolaknya karena dia tahu sadar dia mencintai Dion Anggara hari ini dan kedepannya....!


ketika tak ada yang tersisa untuk menghalangi kedua tubuh mereka yang berpadu serasi dan dalam pelukan rapat tak terpisahkan lagi.....dan baru kali ini Rania tidak bisa menahan buliran bening yang jatuh dari kedua sisi matanya.....saat Dion memasukinya secara lembut dan kehati-hatian....dengan kemantapan dan sedikit keraguan.....dengan kekuatan tapi penuh dengan balutan kasih sayang.....dan Dion pun terkejut ketika merasakan sentuhan awalnya....wajahnya yang tersentak ingin mundur dan dia menatap Rania yang mencengkeram bahunya....memejamkan mata.


" Rania ...." Rania membuka matanya dan Dion sungguh tidak bisa melanjutkan itu....dia tahu bahwa ucapan Darren tentang Rania itu berbeda.....dan dia membuktikannya....bahkan....ini terlalu sulit baginya untuk terus maju.....dia tidak mungkin mengambil kesucian Rania.....dia bisa merasakan sentuhan ini....tidak tertembus dan belum tersentuh oleh siapapun.


Tapi dia juga tidak sanggup untuk disuruh mundur oleh Rania sekalipun.


" kamu yakin ? aku adalah pria yang pertama ini bagimu ? " Dion menangkup wajah Rania tapi gadis itu tidak memberikan jawaban apapun.....seperti membiarkan dan memberikan peluang bagi Dion untuk tidak mundur.

__ADS_1


" aku mencintaimu Rania " ,Dion tak bisa menterjemahkan luapan rasa bahagianya karena Rania tidak menolaknya, mereka berpandangan dalam satu sepersekian menit saat Dion terus menekan masuk dan menekan lebih jauh....Rania menggigit bibir dan meringis dan menarik kepala Dion kebantal dan pria itu menenggelamkan ciuman dilehernya sedikit menggigitnya....dan jiwa mereka melebur menjadi satu,tapi Dion sempat menangkap satu jeritan kecil Rania yang sempat lolos dari kerongkongannya saat Dion meluluh lantakkan nya dalam kepemilikan seutuhnya.....Dion sudah mengambil sesuatu berharga darinya itu malam ini !!!


__ADS_2