KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 16 : PINDAH RUMAH


__ADS_3

" Kita mau kemana pak Dion ? " Dion menoleh pada Rania,pria itu memberi isyarat kalau dia tidak bisa menjawab pertanyaannya itu....karena harus menelpon dan dia melambaikan hape didepan wajah menyuruh Rania menunggu.


Telpon darinya diangkat Darren diseberang sana dan Dion langsung bicara .


" Siapkan rumah yang ada dipinggiran kota....aku akan tinggal disana "


" pak Dion ingin tinggal disitu ? " Darren seakan tidak percaya,rumah yang baru setengah tahun dibeli Dion itu letaknya jauh dari pusat kota.....dan buat apa juga Dion akan tinggal disitu....lagipula bagaimana dia akan menjelaskan pada tuan besar sebagai ayah Dion


" Nanti kujelaskan....kamu cukup memastikan bahwa semua hal yang kubutuhkan sudah siap termasuk pembantu dan security .....yang lebih utama aku hanya butuh security sebagai pihak keamanan "


" setahuku masih aktif 3security terdahulu dan satu operator CCTV ,kalau pembantu .....aku belum mencek...."


" Baiklah .....kamu langsung on the way kesana,dan ini aku juga dalam perjalanan kerumah itu " Rania mendengarkan seluruh percakapan itu dengan berbagai campuran rasa gamang dan tidak menentu....kenapa nasibnya jadi bakalan berubah secepat ini.


" kamu tadi ingin bertanya apa padaku ,Ara ? " setelah menutup telpon Dion kembali menoleh pada Rania.


" Aku akan tinggal di rumahmu pak ? " Rania tidak bisa membayangkan kalau dia akan berada dalam pengasingan sekarang.


" seperti disembunyikan ? " dia menyakinkan seolah pada dirinya sendiri,tapi Dion mengangguk tertahan....


" maaf Rania....aku mengkhawatirkanmu....satu- satunya cara agar aku bisa tenang pada keselamatanmu adalah meninggalkanmu disana untuk sementara waktu sampai aku selesai mengumpulkan bukti baru....yang sangat menguatkan dan mampu menyeret bos Abian kepada pihak yang berwenang " Dion menjelaskan dalam ketenangan tapi itu terasa menggelisahkan bagi Rania.....apa dia harus meninggalkan apa -apa yang ada dalam hidupnya selama ini ?

__ADS_1


" kenapa keteranganmu terasa meresahkan sekali "


" karena ini kasus pelik Rania,kamu secara tidak sengaja menjadi saksi kunci dan merekam sesuatu yang sebenarnya tidak kamu inginkan....disitulah masalahnya" Dion mengamati Rania begitu dalam,kali ini sengaja menghentikan mobilnya ketepi jalan....tatapannya seperti kesejukan untuk memberi jalan ketenangan.


" kamu jangan cemas....kamu tidak akan kesepian disana....aku akan mencari seorang gadis seumuran denganmu anggap sebagai teman sekaligus assistenmu,kamu kalau perlu sesuatu tinggal bilang padanya .... nanti juga akan ada pembantu untuk memenuhi semua keperluan makanmu.....dan kamu tidak akan sendirian " meskipun suara Dion sarat akan sesuatu yang meyakinkan tentang gambaran hidupnya nanti kedepannya,tapi entah kenapa dia merasa sulit harus menerima itu ....dan hal itulah yang membuatnya bungkam dalam bingkai kediaman....dan Dion sangat memahami perasaannya itu....mencoba kembali berbicara banyak hal untuk memberinya keyakinan.


" Secara realnya.....hidupmu berada dalam bahaya " Rania mendongak saat tangan Dion menggenggam tangannya hangat .....seperti satu kekuatan baru yang tercipta.


" kamu sekarang menjadi orang penting yang harus kuutamakan untuk kulindungi....please....lakukanlah dan terimalah permintaanku untuk sekarang ini....tinggalah dirumahku.....untuk beberapa waktu sampai aku janji akan mengembalikanmu pada keadaan mu yang lebih baik tanpa rasa takut ataupun was-was " pada akhirnya Rania mengangguk tapi dia tidak berkata apa-apa namun bagi Dion itu sudah lebih dari cukup untuknya.


########


" Darren....tolong pesankan beberapa lembar pakaian dan gaun untuk Rania,dia yang akan tinggal disini " Darren melirik pada Rania yang melakukan hal sama....gila.....Darren berpikir impulsif...apa pak Dion akan menjadikan gadis ini wanita simpanan yang disembunyikan ? tapi Dion seperti memahami isyarat pikiran yang dia berikan lalu mengetuk dahi Darren lembut....dan berkata


" kita bicara didalam ....dan Rania " Dion menoleh pada Rania yang masih berdiri diteras dibelakangnya,seperti tidak ada keinginan untuk mengikuti mereka,diam saja dan tidak tahu harus berbuat apa.


" hei ..." Dion berbalik,meraih tangannya dan menggenggamnya erat....menariknya untuk mengajaknya masuk kedalam.


" kenapa kamu masih berdiri diluar sayang...aku akan menunjukkan kamar yang akan kamu tempati " Rania masih merasa takjub melihat pada tangan pria itu yang terasa hangat dan memberinya banyak rasa aman dan tenang....lalu kewajah Dion yang menyorotnya lembut dan pada bibirnya yang tersenyum memanjakan.


" Darren....sementara aku menunjukkan kamar Rania....kamu urus permintaanku tadi " Darren mengangguk dan memberi jalan bagi bosnya itu untuk menaiki tangga utama menuju lantai dua.

__ADS_1


#########


ketika Dion membukakan pintu kamar utama sebenarnya Rania ingin tercengang pada pemandangan kamar luar biasa mewah yang sudah terpampang didepannya itu,tapi dia juga ingin merasa tercekik....kenapa kehidupan begitu cepat mengubahnya.. ...sekarang dia lebih seperti seorang putri yang diletakkan disebuah sangkar emas...


semua serba wah....Lux dan mewah.....tapi dia seperti akan terisolir dari dunia.


" Kamu akan menempati kamar ini....dan untuk sementara....sendiri " Dion menekan kedua bahu Rania agar duduk ditepi tempat tidur dan tidak memperhatikan bahwa gadis itu mulai merasa canggung dan berubah gugup berada sedekat itu dengannya.....wajah Rania sontak memucat tapi juga kemerahan saat mendengar ucapan janggal Dion tadi.....untuk sementara sendiri ? apa Dion berencana untuk tinggal juga dirumah ini dan kalau dugaannya tidak salah.. .pria itu akan tidur dikamar ini....oh ya ampun ? Rania tanpa sadar menepuk jidatnya untuk menegur otaknya yang berkelana,dan Dion baru menyadarinya....membungkuk didepan Rania dan memandang wajah gadis itu dari jarak dekat hanya terpisah satu jari telunjuk.


" kenapa kamu Rania ? ada masalah ? tidak ingin tidur sendirian disini ? " cecaran pertanyaan iseng nya itu yang dia sudah tahu jawabannya seketika membuat Rania panik....dia langsung meloncat dari duduknya ketika bergeser saat Dion duduk disampingnya,seperti dia sedang disengat serangga saja.....tapi justru gerakan spontannya itu membuat tubuhnya ingin jatuh dari tempat tidur dan Dion berhasil menahan pinggangnya,menariknya,hingga dia terjatuh diatas pangkuan pria itu.


" le....lepaskan aku " Rania berontak,secepatnya membuat gerakan aktif dan kakinya mampu memijak lantai,tapi Dion tidak melepaskannya,tetap memeluknya dan tersenyum lebar.


" bukannya berterima kasih karena tadi pinggangmu bisa encok akibat jatuh kelantai " pria itu menatap seperti menyudutkannya dan Rania merasa seperti es krim di letakkan pada mesin microwave... mendadak lumer dan meleleh.


" iya....kalau begitu terima kasih .....pak ....Dion " Rania sengaja memamerkan style polos wajahnya dan Dion tidak tahan untuk tidak....berhenti pada bibir ranum kemerahan gadis itu yang pernah satu setengah jam lalu dia dapatkan.....dan itu tak bisa membuatnya membendung keinginan untuk memagutnya sekali lagi.


" sekarang turunkan aku " tapi suara Rania terlambat untuk didengarkan pria itu....ucapan dan keinginannya tidak digubris olehnya ...dan srkali lagi Dia berada dibawah pengaruh kekuasaan bibir pria itu....dan Rania tidak memiliki kekuatan untuk menghindarinya.....karena sama seperti Dion .....dia entah kenapa seperti seseorang yang mendamba sesuatu dari pria itu ...dan anehnya walaupun itu terasa begitu cepat untuk tumbuh tapi dia tahu dia kesulitan untuk menyingkirkannya.


Ciuman dan pagutan Dion sudah menjalar kemana- mana dan tak ada satupun yang mampu untuk menghentikannya.....seperti ssesuatu yang candu.....kesulitan untuk berhenti ketika merasakan kemanisan dari semuanya.....ketika hampir beranjak turun menjelajahi leher dan semakin menurun....itu lebih dari sekedar hasrat yang menggelora....dan Rania sudah tidak mampu untuk berpikir.....berada dibawah Kungkungan pria itu dia hanya bisa merasakan dan bergelut dengan perasaan yang membuat nyaman itu.....dimana pikiran polosnya ? hei ... bahkan dia seperti tidak memiliki akal untuk menyaringnya... .kenapa dia bisa takluk untuk semudah ini.....


" pak Di....on....tidak " Rania mencengkeram bahu pria itu setengah mendorongnya .....mengumpulkan semua keberanian dan melumpuhkan semua keinginan....bahkan tubuh Dion yang memeluknya sedikitpun tidak bergeming saat mendongak dan menatapnya.....ketika pandangan mereka beradu...Dion bisa merasakan pandangan seribu gairah berlumur penolakan dari Rania itu ....dan dia memahaminya....menghormati pencegahan gadis itu,sangat menghargai keputusan Rania untuk menolaknya....dan dia perlahan menggulingkan tubuhnya kesampjng....diranjang king size itu .....sambil mengusap rambutnya yang begitu berantakan dia menoleh dan menatap pada Rania yang begitu cepatnya menggeser tubuhnya kesudut kekepala tempat tidur,tapi masih tidak terlalu jauh darinya....gadis itu menyilangkan kedua tangan didepan dadanya yang mengenakan kemeja presbody dengan kancing itu, dan tapi kancing depan itu sudah terbuka keseluruhan akibat kelihaian tangan Dion tadi dan jemarinya dengan gerakan cepat menutupnya dengan kepala ditundukkan.

__ADS_1


__ADS_2