KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 21 : NYONYA ANGGARA ???


__ADS_3

" pak Darren " sudah satu jam dalam perjalanan menuju rumah Dion di pinggiran kota, tapi antara Darren dan Emira sedikitpun tidak terlibat percakapan yang berarti....Darren menoleh sekilas.


" ya " singkat dan jelas....hanya itu jawaban Darren yang membuat Emira begitu sangat gemas,bagaimanapun sejak Darren merekrutnya sejak tahun lalu sebagai staf diperusahaan Anggara,dia sangat tertarik pada pria ini....sayangnya posisi Darren yang jauh tinggi dan berkuasa nomor Dua setelah Dion membuat dia sadar diri.....dan hanya mengagumi pria ini dari kejauhan.....ber angan andai suatu hari Darren menoleh sedikit saja padanya.


" bolehkah aku tahu sesuatu ? " Emira bertanya dalam kehati-hatian,dan sedikit rasa segan....walau dia sudah tahu asisten bos besar Anggara ini terkenal karena prilakunya yang low profile.


" tentang ? "


" Apakah Rania Shabira itu kekasih pak Dion ? " Darren menunjukkan ekspresi tidak suka ditanya hal seperti itu,tapi hanya sesuatu yang tersirat kecil saja.


" kamu bisa nanti mengobrol dan bertanya langsung dengan Nona Rania,karena sepanjang yang kuketahui hingga saat ini hanya sebentuk jawaban kalau bos Dion ingin gadis itu diperlakukan dengan sangat istimewa...bukan hanya sangat....tapi harus...dan kita sebagai bawahan yang ditugaskan....tidak bisa mengulik lebih lanjut....jadi tetap bekerja dengan bijak dan simpan saja pertanyaan itu sebagai PR kamu di Laen waktu....sampai sini....kamu mengerti nona Emira ? kuharap tidak ada lagi yang kamu tanyakan berkaitan soal hubungan pak Dion dengan nona itu,karena itu tidak mencakup urusan pekerjaanmu " wajah Emira seketika memerah mendengar jawaban Darren yang begitu tegas,lugas dan sangat gamblang serta penuh penekanan yang teramat menohok dan membuatnya meradang....ingin marah tapi tak bisa....dia hanya merutuk keingintahuan besarnya yang tadi tidak bisa dia tahan untuk di ucapkan.


" ya sudah....susah amat....nanti aku tanya nona Rania sendiri,jika aku dia pilih untuk jadi asistennya " sahut Emira cuek dan terlihat masa bodoh....untuk menumpahkan rasa kesalnya pada si asisten,dia tidak peduli kalaupun setelah ini Darren akan kesal atau mungkin marah padanya,tapi diluar sepengetahuannya,dia tidak tahu kalau Darren menyembunyikan senyum tertahannya pada jawaban Emira tadi.


" Kalau tidak boleh kepo terhadap urusan pak Dion,kurasa aku boleh mengalihkan topik pembicaraan tentang kamu ? "


" dalam hal apa dulu ? "


" Gak jadi " Emira mengedikkan bahu,seperti tidak peduli.


" paling nanti jawabanmu intinya .....itu bukan mencakup ranah pekerjaanmu Emira ? " Emira menirukan ucapan yang Darren ucapkan tadi....sebegitu menggemaskannya,dan Darren tak kuasa untuk tidak tersenyum lagi,dan ini dia tidak harus menahannya

__ADS_1


" kenapa yakin sekali ? dan juga kenapa tadi bertanya kalau sudah tahu jawabanku akan begitu ? " Darren balik bertanya dari ekspresi santai diwajahnya.


" bisa jadi juga aku memberikan jawaban yang termudah kan ? yang tidak seperti pertanyaanmu soal Nona Rania ? "


" dan bisa jadi aku berubah pikiran...tidak tertarik pada dirimu "


" ooohhh....jadi ini soal ketertarikanmu pada diriku ? "


" salah " Emira meringis,menggeleng cepat pada bicaranya yang keceplosan itu


" maksudnya duniamu tidak semenarik tugas yang akan kuhadapi...." dia memilah kata agar bisa membetulkan ucapannya.


" Hem.....tapi sebaiknya keingintahuanmu yang besar pada urusan diluar kuasamu harus kamu hilangkan dari sekarang....karena itu bukan hanya membuat kamu berada pada masalah baru....tapi juga membuat mu kemungkinan kehilangan pekerjaanmu " putus Darren seperti peringatan tegas untuk Emira yang mau tidak mau mengerucutkan wajahnya dalam rupa penasaran sekaligus rasa herannya....yah...seperti yang Darren bisa tangkap soal Nona Rania itu,gata-gara dia merekam sesuatu yang tidak seharusnya dia ketahui lebih lanjut dia berada pada masalah besar yang kemungkinan akan menimpanya,walaupun secara sepihak itu sangat luar biasa untuk bosnya....tapi tetap Bos Dion harus membayarnya dengan perlindungan mutlak terhadap gadis itu....sebab setelah ada rekaman itu....nyawa Rania berada digaris pertaruhan.


Rania yang sedang berdiri dibalkon menatap keseputar rumah dari siang hari itu dikejutkan oleh ketukan dipintu kamarnya ....dia baru saja selesai berbenah isi kopernya dan memasukkan pakaian nya kedalam lemari....juga memasukkan tumpukan pakaian yang dibelikan oleh Dion dan dibawakan oleh seorang kurir.....merasa lelah dia menghirup udara siang hari dipukul 3 sore itu dibalkon dan berencana untuk menelpon Leo....mengabarkan kalau dia kemungkinan akan tidak masuk kerja untuk satu Minggu kedepan dan beralasan dia pulang kerumah ayahnya....yang pasti dia tidak akan bicara dulu kepada Leo sampai dia merasa situasi bagi dirinya lebih tenang dan kondusif untuk berbagi pada sahabatnya itu.


Dia membuka pintunya dan seorang wanita agak tua berusia sekitar 60 tahun membungkuk hormat padanya....tapi Rania lekas -lekas menarik tubuh wanita itu agar tegak berdiri ke posisi yang sewajarnya....dia merasa terlalu berlebihan diperlakukan seperti itu.


" ini dengan Nyonya Rania Shabira,istri dari tuan muda Anggara ? " apa ? Rania bahkan lupa untuk menutup mulutnya saking terkejutnya.....kenapa wanita ini menyebutnya begitu ...memangnya dia ini siapa ?


" Maaf...ibu....bibi...." Rania wajahnya sudah menyorot dalam kemerahan .....dia mendadak jadi canggung,linglung dan sangat salah tingkah....tapi anehnya wanita didepannya itu seperti tersenyum memahami keadaannya ,menilainya secara sepihak sesuai alam pikirannya saja....tanpa ingin mengetahui lebih jauh hal yang sebenarnya.

__ADS_1


" Pak Darren Erlangga memerintahkan saya memudahkan urusan rumah tangga disini sebagai perwakilan dari tuan Anggara.....katanya saya mengikuti perintah Anda sebagai Nyonya Anggara dirumah ini....tolong arahan serta bimbingannya " Rania kian tercekik tak ada kata ataupun sahutan beberapa waktu,bisa -bisanya asisten Darren mengatakan dia istri dari bosnya itu ?....dia akan menanyakan itu nanti ditelpon pada Darren....dia ingin tahu apa maksud pria itu....


" Nyonya....ada yang ingin nyonya tanyakan pada saya,sebelum saya siap untuk bekerja "


" Bibi ? " Rania bicara dengan nada beku....memilih kata yang sekiranya tidak membuat wanita dewasa ini serba salah padanya.


" pak Darren yang bilang ke bibi kalau saya yang akan dilayani bibi disini ? " wanita itu mengangguk.


" Baiklah.....kalau boleh tahu nama bibi ? "


" Bi Yati nyonya....panggil saja seperti itu " Rania manggut-manggut,menyimpan rasa gemasnya yang luar biasa untuk dia tanyakan pada Dion atau Darren nanti.


" apa saya kelihatan seperti Nyonya ? " Rania berbasa-basi balik bertanya,tersenyum tipis...mengenyahkan rasa canggung ART didepannya itu.


" Iya....Nyonya Muda....Nona juga lebih tepatnya....nyonya sangat cantik......seperti putri " Rania meringis... merasa jiwanya merintih...antara malu tapi juga sedih....kenyataannya dia bukan Putri kan ? dia hanya sosok penting sesaat yang jiwanya berada dalam perlindungan dari Sultan seperti pak Dion.


" terima kasih Bibi .....semoga bibi sangat membantuku "


" iya Nyonya....jangan sungkan untuk menegur apa yang salah yang tidak berkenan bagi Nyonya " kata pembantu itu dengan kalimat sopannya,dan Rania meraih tangan wanita itu,menepuknya hangat.....dia menggeleng tapi dalam hati seperti satu teguran tersendiri,posisi kita sama kok bi....aku belum layak diibaratkan putri dirumah ini,aku hanya seorang tamu....yang sangat dihormati.


" panggil saja saya Rania,Ara...Nia...tidak usah dengan sebutan Nyonya....nona atau sebangsanya " tapi dia mendapat gelengan kuat seperti bantahan yang tidak terima dari BI Yati.

__ADS_1


" Tidak berani Nyonya....nanti saya akan dipecat dari pekerjaan ini ....jangan meminta saya seperti itu " Rania tercenung mendengar jawaban jujur dari BI Yati...dan sepenuhnya menerima dan memahaminya.....walaupun itu sangat bertentangan dengan keinginannya.


__ADS_2