KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 29 ; JAWABAN YANG MENGGEMASKAN


__ADS_3

" kamu tidak ingin bertanya kenapa aku kesini Rania ? " tanya Dion pada Rania yang sejak tadi begitu lama baru kembali dari dapur,dan sekarang setelah situasi normal terjadi diantara mereka dan Rania sudah tidak memiliki kesibukan apa- apa lagi gadis itu bukannya sesuai yang Dion harapkan untuk duduk didekatnya,malahan dia duduk disofa lain yang agak jauh dari Dion,hal itu membuat Dion justru sangat gemas padanya.


" tidak " Rania menggeleng,memamerkan wajah bingungnya ditanya hal seperti itu.


" kenapa aku harus bertanya ? bukannya ini rumah pak Dion ? jadi yah....terserah pak Dion kan mau datang dan pergi kapanpun ? " astaga .....Dion sedikit terpana mendengar jawaban lugas dan mengena itu ....serta diucapkan Rania sangat apa adanya dan tidak dengan embel-embel untuk mengusik perhatiannya.


" iya sih " Dion meringis,menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu,bingung harus mencari celah percakapan apa karena Rania tampaknya menanti dia akan memberikan jawaban apalagi.


" aku hanya heran harusnya kamu bertanya saja bukannya tadi pagi aku bilang akan baru kembali setelah satu Minggu,dan kamu seperti keberatan aku baru kembali selama itu,....dan akan menunggu ku disatu Minggu kedepan ? "


" lalu .....pak Dion berharap aku mengusirmu karena tidak sesuai seperti kenyataan ? kan aneh jadinya ? "


" yah....paling tidak sambutannya bukan seperti ini,misal sedikit menyenangkan lah....memelukku kek....apa kek gitu....bukannya ...." Dion menghentikan suara lirihnya yang bernada keluhan kecil itu dan memberi Rania isyarat dengan dagu terangkat.


" duduk yang jauh dari ku begitu....memang aku ini siapa kamu ? " Rania tersadar itu,meringis dan tersenyum kecut,dia bangkit dari duduknya dan berjalan perlahan kesamping Dion,tapi belum sempat Rania ingin mendudukkan pantatnya,Dion sudah menarik tubuhnya cepat dan dia nyaris ingin terjatuh kedalam rengkuhan pria itu,tapi Rania memindahkan duduknya juga secepat kilat disamping Dion saja,dan menatap Dion dengan tampang serba salah serta begitu salah tingkah.


" me....mang aku.... siapa kamu,pak Dion ? " Rania mengulang kalimat pertanyaan yang diucapkan Dion barusan.


" kan yang bertanya itu aku tadi,kok....jadi kamu yang menyontek kata-kataku " gemas Dion antara kesal dan gregetan.....sikap Rania yang seperti itu membuat jiwa lelakinya kian menggelegak ditempat.....dia merengkuh bahu Rania kuat dan mendekatkan wajahnya,untuk melihat reaksi gadis itu,dia menatap Rania dalam....diluar dugaan wajah Rania begitu bersemu.....tapi meski terlihat ada ketakutan karena kedekatan Dion dengannya tapi gadis itu malah tersenyum kecil seperti menantangnya.


" hee....masalahnya aku kan bingung pak Dion " Rania mengusap-usap hidungnya seperti berpikir.

__ADS_1


" kan aku disini sebagai tamu untuk pak Dion lindungi dan semua ini kuperoleh karena pertolonganku pada Pak Dion dari rekaman itu....jadi antara tamu dan pemilik rumah apa harus sebegini dekatnya juga ?"


" oouhhh...." Dion ber oh panjang menyetujui ucapan Rania meski dia menolak jawaban itu....dan sangat ingin menerkamnya saat itu juga tapi jawaban Rania itu sanggup membuatnya berpikir dan mengajuk hatinya sekali lagi untuk bertanya tujuan dia datang kesini untuk apa.


" karena itu kamu duduk jauh dariku ? "


" heeh....mungkin begitu "


" kamu lupa apa yang kukatakan di telpon dan apa yang bisa kamu tangkap dari penjelasan Darren tadi ? " Dion bertanya begitu diplomatis,sekarang dia melepaskan rangkulan tangannya pada Rania,dan bersikap lebih santai,menyandarkan tubuhnya kesandaran sofa dan menaikkan kedua kaki kemeja .....dia menatap Rania tanpa melepaskannya dari ekor matanya dan gadis itu menoleh melihatnya.....setengah mengangguk dalam keraguan.


" kamu ingin aku tadi bersikap sebagai nyonya dirumah ini,begitukah maksudmu ? "


" nah....itu kamu tahu "


" sulit mengubah panggilanku dari pak Dion ke hal seperti itu...."


" bukan hanya itu....tingkah lakumu juga harus mencerminkan sebagai Nyonya Anggara dirumah ini " Dion mulai memasuki Rania pada topik tujuannya,dia masih dengan gaya santainya,menarik sejumput ujung rambut Rania,lalu menciumnya kehidungnya....aroma wangi buah dari sampo yang digunakan Rania,sangat mengusik indera penciumannya.....dia sangat menyukai wangi dan kesegaran itu.


" terutama terhadapku.....bersikaplah seperti istriku layaknya....karena aku sangat membutuhkan itu " Dion merendahkan nada bicaranya,dan mendekatkan wajahnya pada Rania,tapi gadis itu tidak terkesan menolaknya....melainkan dia hanya memiringkan kepala dan wajahnya sedikit menjauh dari wajah Dion....menarik rambutnya yang dipegang Dion tadi.


" kan tidak harus sampai seperti itu juga .....terutama saat ini,saat tidak ada siapa - siapa di sekitar kita,kan tidak harus bersandiwara berlebihan " ucap Rania yang lagi - lagi menohok Kehati Dion....memang benar juga kan apa yang dia katakan,tapi kenapa Dion yang justru tidak terima ?

__ADS_1


" sekarang kita sudah jelas kayaknya kan ? pak Dion datang kerumah ini malam ini,entah karena alasan apa,dan karena lelah menyetir sebaiknya istirahat saja....pak Dion akan tidur di kamar utama yang kutempati bukan ? aku akan tidur dikamar sebelah yang tadi malam pak Dion tiduri,kita bertukar tempat "


" please ....kenapa kamu membahas soal tidur kita? disaat aku belum selesai bicara " Dion begitu setengah gregetan....aura dari wajahnya akhirnya membuat Rania bungkam dari cerocosannya tadi.


" asal kamu tahu Rania.....kamulah yang jadi tujuan aku datang.... disini .....didetik ini....dan untuk urusan tidur kamu tidak harus mengaturku,aku bisa tidur dimana pun " Dion berhenti,wajahnya mengerut kesal dan gemas sekali secara bersamaan


" termasuk kamu tidak bisa juga melarangku tidur diranjang yang sama denganmu khusus untuk malam ini " Dion menyentuh pipi Rania sesaat tapi tidak mengelus atau mengusapnya hanya menekannya,lalu melepaskannya,berdiri dari duduknya dan menarik tangan Rania yang masih sedikit tercengang ditempatnya,menatapnya tanpa tahu harus mengatakan apa,lalu melihat pada tangan itu....yang meraih dan memegang tangannya,sedikit menekan untuk menariknya.


" ayo Rania. ...kita tidur dan masuk kekamar yang sama " Rania ingin syok ditempat....mendapat kalimat bersayap penuh penegasan tanpa berniat untuk menerima penolakan itu....Dion menatapnya yang masih duduk disofa


" Pak Dion.....i....ing....in tidur bareng aku ? " suara Rania sekarang tak dapat lagi membendung rasa gugupnya....matanya mengerjap sedikit takut saat mendongak dan membalas tatapan Dion,....dan hal itu semakin membuat Dion didera rasa gemas yang tak terkendali,tapi dia mencoba untuk menahan diri


" ya....tidur....satu kamar...dan seranjang sama kamu"


" jangan main-main....pak Dion mengerjaiku kan ? pak Dion meledekku ? " sorot mata Rania berubah ngeri,wajahnya berubah pias seketika.....


" mana ada seperti itu,kita kan belum menikah....pak Dion kalau melucu jangan topik ini deh...."


" Rania...." Dion tersenyum mencoba menyabarkan diri dan hati.


" pikiranmu sampai melantur kemana sih ....kita bobo bareng' saja ...tidak akan terjadi apa-apa " meski berkata seperti itu tapi matanya menyorotkan satu alarm peringatan yang terasa menakutkan.....bulu kuduk Rania seketika meremang.

__ADS_1


" tidak mungkin..." Rania menggeleng kuat.


" mana ada tidur biasa antara pria dan wanita tanpa melakukan hal yang lainnya ? aku tidak percaya " dia menuntaskan argumennya dan Dion kali ini sungguh tak bisa menahan tawa lepasnya.


__ADS_2