KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 36 ; BATASAN ITU


__ADS_3

Rania yang sedang mengobrol dengan Emira di teras rumah dihentikan oleh kedatangan mobil Darren yang memasuki halaman,tapi pria itu menghentikan mobil sebatas samping teras rumah saja,dan dia keluar dari mobil,lalu mendekati dua gadis yang sedang duduk dikursi itu.


" pak Darren " Rania berdiri dari duduknya menyapa pria itu dengan hangat,


" ada apa ? "


" pak Dion meminta aku untuk menjemput nona " kata Darren menjelaskan maksud kedatangannya....dia mengamati sebegitu jeli walaupun hanya dalam satu kali tatapan sopan kewajah nona muda yang merona ini....terpancar jelas kalau dia seperti seseorang yang sedang kelihatan bahagia,apa karena kedatangan Dion tadi malam ?


" maksudnya ? " Rania terpana dalam ketakjuban dan ketidakpercayaan.....pak Dion menyuruh Darren untuk menjemputnya ?


" kemana ? "


" kekota....mungkin untuk memberi kejutan bagi nona"


" kejutan apa ? "


" aku tidak tahu Nona....pak Dion tidak bilang apapun ,hanya saja dia berpesan sebelum bertemu dia mau nona fitting gaun untuk makan malam dan berdandan kesalon kecantikan " Emira bahkan mendengar itu seketika bangkit dan antusias menyemangati Rania.


" wah...wah.....Ran...." Emira menutup bibirnya yang keceplosan menyebut Rania saja dan dia cepat-cepat meralatnya.


" nyonya.....alangkah romantisnya ....iri banget dah sama nyonya ,cepetan nyonya....ayo bersiap " Emira mendorong - dorong tubuh Rania dengan satu tangan merangkul setengah menarik tangan Rania yang masih tertegun ditempatnya


" ayo nyonya ...mikir apalagi sih.....pak Dion tentu ingin nyonya tampil luar biasa cantik baginya malam ini"


" tapi Emi....." Rania menghela nafas gundah.

__ADS_1


" Aku kan jarang atau hampir tidak pernah dengan hal beginian " dan dia mengalihkan tatapan pada Darren....


" pak.Darren.....aku harus bagaimana ? katanya setengah mengeluh setengah melakukan pengaduan dan itu dipahami oleh asisten Dion itu.....bagi Rania ....yang pernah menjalin hubungan dengan Richo.....mereka kalau untuk berkencan....paling berkencan saja....jalan kemanapun....kemal....taman...pantai...makan malam diresto....atau ngedate diapartemen Richo saja....tidak lebih dari itu,tidak harus begitu khusus dan seformal ketika dia mendengar undangan pak Dion ini,dia jadi merasa sangat tidak nyaman....terutama dengan cara seperti ini makin ada banyak pembuktian tentang dinding tebal perbedaan diantara dirinya dan pria CEO itu....


" menurut saya " Darren tersenyum kalem seperti penghiburan untuk Rania.


" bersikap biasa dan wajar saja....santai dan sederhana.....jalani saja....toh kamu sudah menjadi nyonya Anggara " setelah itu Darren mengedipkan mata,seperti dari ucapannya itu dia ingin Emira menangkap makna dan maksud kata-katanya.


" pak Dion tidak menginginkanmu yang aneh-aneh lainnya.....seperginya kita dari sini....aku akan menemani nona untuk mampir kesalon dulu dan kebutik....dan Nona hanya menjadi nyonya Anggara diranah publik...."


" terima kasih pak Darren " mata Rania memancar penuh rasa senangnya mendengar saran memukau dari Darren itu.....yah setidaknya dari ucapan Darren dia akan belajar untuk tidak insecure ketika berdampingan dengan Dion.....memikirkan hal itu,ada sedikit kegugupan yang menyusup dihatinya,khawatir kalau tampilannya tidak memuaskan bagi Dion Anggara.


" iya....nona....sekarang naiklah keatas dan bersiap serta berkemaslah....aku tunggu .....lima belas menit cukup ? " Darren memberi perintah lembut tapi juga seperti kalimat pembatasan dalam penegasan yang harus dan tak bisa tidak dituruti oleh Rania


" tentu.....pak Darren " karena saking begitu antusias dan senangnya pada tanggapan Darren itu,Rania nyaris kelepasan bersikap,dia tanpa sengaja mengulurkan tangan dan memegang telapak tangan Darren....sebagai perwujudan dari emosinya.....dan bukan hanya Darren yang terkejut tapi juga Emira yang berada didekat Rania .....Darren yang tanpa sadar memandang tangan Rania yang menyentuh tangannya itu spontan membuat Rania menghentikan gerakannya,sesaat tertegun.....lalu cepat-cepat melepaskan tangannya seperti orang yang tersengat arus listrik saja,dia memandang Darren serba salah dan wajahnya memerah salah tingkah.....


" tidak papa nona " Dan Darren bicara dengan mendatarkan raut mukanya.


" baiklah .....kalau begitu tunggu aku ya pak Darren " senyum Rania sebelum dia masuk kedalam rumah diikuti oleh Emira.


###########


" kau tau Emi....aku kok jadi gugup sekali " kata Rania ketika dia berganti pakaian pada Emira yang juga masuk kedalam kamar dan duduk disofa sedang memperhatikannya.


" kok kamu secanggung itu Rania...." cetus Emira berdiri dari duduknya ,membantu gadis cantik itu merapikan atasan gaunnya yang dimasukkan kedalam rok melebar sebatas lututnya.....

__ADS_1


" seperti kata pak Darren tadi.....kamu itukan seorang nyonya....yang harus bisa membiasakan diri " sesaat Rania tertegun lagi.....kali ini ucapan Emira seperti sebuah tamparan baginya.....dia seorang Nyonya ? dia bahkan belum memiliki predikat sekedar tunangan sahnya Dion Anggara,apalagi sampai mendapatkan titel nyonya.....itu kenapa terasa jauh dan tak terjangkau olehnya.....dia disini....hanyalah seorang gadis yang mendapat balas Budi dari pak Dion....dalam perlindungan....dan terlibat asmara satu malam yang meluluhlantakkannya pada kenyataan....kalau dia ......sudah.....tidak perawan !


itu yang lebih utama.....kenyataan itu terasa tajam menusuknya.....dia tidak tahu apakah pertemuan ini adalah untuk mensahkan hubungan nya dengan Dion Anggara yang terasa begitu cepat terjadi....bahkan seperti sebuah mimpi....tahu-tahunya tadi malam....dia sudah jatuh....sejatuh-jatuhnya dalam pelukan cinta pria itu,dan anehnya....dia sedikitpun sulit untuk meyakinkan hatinya bahwa dia tidak menyesalinya.....seperti layaknya sebuah pemberian penuh kerelaan....itulah yang terjadi tadi malam.....Dion memang mengambil sesuatu darinya tapi dia tidak seperti kehilangan.....dia hanya tahu entah kenapa dia merasa Dion Anggara pun memiliki perasaan yang sama dengannya.


" Emi ...." suara Rania bergetar karena gugup.....dia mendadak hatinya bergemuruh hebat,mau sampai kapan dia membohongi pandangan orang - orang disekitarnya ? sampai kapan ini berakhir....lalu setelah berakhir.....apa yang akan dikatakan Emira kalau dia sebenarnya bukan nyonya Anggara ? haruskah dia jujur saja pada gadis ini ?


" kamu seperti orang yang demam panggung saja ...seperti orang yang baru kencan pertama kali....sedangkan kamu tahu pak Dion adalah suamimu" Emira memegang tangannya seperti memberikan ketenangan ekstra.


" Sebenarnya bukan itu maksudku Emi....aku bukanlah istri....." Rania menahan ucapannya,sesaat Emira tertegun melihat sikapnya itu,yang terasa aneh....tapi tiba-tiba dia menyunggingkan senyum penuh pengertiannya.....memeluk bahu Rania dan menepuknya lembut.


" kamu bicara apa ? tidak usah mendapat pengulangan....aku tahu kok kamu siapa ? "


" Ka.....kamu....tahu ? tentangku ? " Rania mengerjapkan mata,suara terpatah-patahnya makin kentara terdengar.....setidaknya dia sedikit bisa bernafas lega....tidak harus membohongi orang yang sekarang dekat dengannya ini,dan tidak harus menutupi identitasnya ini ,dia tidak harus merasa berdosa karena harus bersandiwara didepan Emira.


" ya iyalah.....coba dengar.....apa tebakanku tentangmu " ucapan Emira yang penuh teka-teki membuat Rania mengerutkan alisnya,penasaran tapi juga bikin jantungnya berdegup tak tenang menanti kelanjutannya.


" memang apa yang kamu tahu Emi ? " tidak mungkin kan pak Dion memberitahu sesuatu sedangkan dia sendiri yang membuat peraturan agar dia menjadi nyonya dirumah ini.


" kamu itu kan baru saja menikah siri dengan pak Dion....dan entah dengan alasan apa pak Dion belum mengumumkan dirimu secara legal keranah publik....jadi istilah kasarnya yah...." Emira seperti menghibur Rania,sekali lagi merengkuh bahu gadis itu.


"kamu itu wanita simpanan dia " Dan Rania hanya bisa terhenyak ditempat mendengar pernyataan Emira itu,jadi itu dugaan yang diketahui Emira ....Rania hanya tersenyum kecut dalam hati.....kalau menikah siri itu jelas melenceng Emira.....tapi kalau wanita simpanan ? yah.....apa itu sekarang simbol yang berhak dia sandang setelah kejadian tadi malam.....Dion berhasil melegalkan kepemilikan dirinya seutuhnya untuk pria itu


" itu sangat bertentangan Emi....itu tidak sesuai kenyataannya .... .aku tidak menik....."


" Nona Rania " suara teguran Darren yang tiba-tiba muncul dimuka pintu,membuyarkan segala hal yang ingin diungkapkan Rania didepan Emira....tentang keinginannya untuk bersikap jujur itu.....dan dia mendapati Darren kali ini menatapnya begitu tajam seperti sebuah peringatan.

__ADS_1


" aku sudah menunggu selama lebih dari lima belas menit nona.....ternyata nona begitu lama....dengan menghabiskan waktu berbincang dengan Emira....maaf nona .....cobalah menghargai waktuku yang terbuang sia-sia.....dan memahami keadaan serta posisiku yang menunggumu ini " Darren bicara tegas tanpa basa-basi tapi masih dalam lingkup suara yang sopan dan anggukan kepala dengan kesan yang menawan....Rania tak bisa menutupi rasa bersalahnya untuk kali ini.....dan dia hanya berucap lirih...


" maafkan aku pak Darren....sekarang ayo....kita pergi ...." dan Rania menoleh sesaat pada Emira dengan perasaan nya yang mendadak begitu terlihat sedih sekali. ...sedih karena dia merasa sesak untuk menyimpan semua sandiwara ini.....dan sedih.....karena dia tadi nyaris ingin membuka aib kehormatannya sendiri,sedangkan itu adalah hal terlarang yang tidak diinginkan Darren .....sang asisten yang merupakan kepanjangan tangan Dion Anggara,yang berarti larangan mutlak dari pria itu juga.


__ADS_2