KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 59 : SKENARIO YANG BERHASIL


__ADS_3

" Rania " Emira yang berteriak diambang pintu juga mendapatkan hal yang sama,dia didetik yang sama dipukul kuat tengkuknya oleh temannya Charlie dan dia terjatuh,ditangkap tubuhnya oleh pria itu dan mulutnya ditutup dengan sapu tangan yang mengandung obat bius,dua orang gadis diruangan itu mengalami nasib yang sama,Rania pingsan didekat tubuh Charlie dan pria itu menahan tubuhnya dengan pelukan kuat tangannya.



" apa yang akan dilakukan dengan nona Emira ini ? " tanya teman Charlie memapah tubuh Emira ke sofa,lalu membaringkannya.



" kita hanya akan membawa nona Rania,jadi Emira kita cukup mengikat kaki dan tangannya,Charlie mengeluarkan gulungan tali dari balik jaketnya yang tadi dia simpan dibagian dalam baju....dia melemparkan tali itu pada temannya yang spontan bereaksi,mengikat kedua tangan dan kaki Emira menjadi satu kesatuan.


" obat bius tadi cuman bereaksi selama 20 menit,artinya setelah itu Emira akan tersadar dan jika dia terikat itu akan menghambat gerak dia untuk memberikan laporan pada pak Dion,kalaupun dia bisa membebaskan diri keberadaan kita sudah jauh dari sekitar sini....ayo ...." Charlie masuk kedalam kamar dan mencari sebuah selimut dari atas tempat tidur yang sudah tertata rapi,dia keluar kembali dan menyelimuti seluruh tubuh Rania dengan selimut,lalu menggendongnya,dia menaikan maskernya dan menutup sebagian wajah nya,bergegas keluar menuju pintu diikuti temannya,dia menutup pintu kembali dan mereka melangkah menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai dasar.



Didalam lift temannya yang berada di operator CCTV menelpon dan memberitahunya bahwa dia sudah keluar dari sana dan juga sudah berada di lift yang akan membawanya kelantai bawah yang sama.



Ketika di lantai dasar pintu lift membuka dan Charlie bersikap tenang dan santai tapi seperti terburu-buru melewati pos satpam yang menyapanya.



" ada apa....siapa yang kamu gendong itu ? " dia memperhatikan wajah Charlie lalu beralih menatap dengan ekspresi mengawasi ke tubuh Rania yang tertutup selimut dan wajahnya tersembunyi sebagian dibalik selimut.

__ADS_1



" ini adik saya pak,dokter menganjurkan membawanya kerumah sakit sekarang,dia mengalami pendarahan " Charlie menyahut tenang,singgah sesaat untuk menjelaskan secara singkat dan jelas



" Oouhh......iya pak .....silahkan.....ada yang perlu dibantu ? " satpam itu mengangguk hormat mengiyakan tanpa ada sedikitpun persangkaan yang bukan-bukan.



" tidak .....terima kasih " mengangguk cepat dan Charlie bergegas pergi,disambut dilobby oleh temannya yang berada di ruang CCTV,dan tak lama Ditha yang sudah siap di dalam mobilnya,keluar dari area parkir bagian luar dan mereka bertiga masuk bersamaan kedalam mobil.....lalu mobil pun dikemudikan Ditha keluar dari halaman gedung apartemen megah itu,dengan membawa pergi Rania dan hanya menyisakan Emira yang masih tertinggal di apartemen Dion dalam keadaan pingsan dan tubuh yang terikat kuat oleh tali.


########


Marco sebagai teman Charlie yang tadi masuk ke apartemen bersama Charlie di perintahkan charlie untuk berjaga tak jauh dari rumah Dion dipinggiran kota,dan dia melaporkan kalau Rania dijemput oleh Darren untuk pergi kekota sehingga Charlie dan Ditha yang berada di mobil di pertigaan dimana dulu Dion berkelahi dengan Charlie,mereka menunggu mobil Darren itu lewat lalu mengikuti mereka sampai kekota,dan dari sanalah semua perencanaan itu di mulai,Charlie berhasil mencuri salah satu kartu nama dan petugas pelayan restoran di bagian dalam hotel itu,dan memberikan pelayanan di meja Dion saat malam itu,sehingga dia mengetahui semuanya dan ikut untuk menyajikan hidangan itu,setelah itu dia bisa dengan leluasa memperhatikan dari jauh sambil melayani meja tamu resto yang lain.



Dia juga dan dengan bantuan Thomas untuk mendapatkan meja dorong panjang dan tinggi ketika temannya itu berhasil menyelinap masuk keruangan mencuci dan melipat semua perlengkapan hotel,lalu meneror Dion dengan tulisan itu.



Disisi lain Marco dihari kedua....masih berjaga tidak jauh dirumah pinggiran kota itu,berharap salah satu satpam atau siapapun penghuni rumah itu keluar dan dia bisa melakukan sesuatu untuk mendapatkan salah satu nomor telpon baik itu telpon Rania,Emira atau Darren.....dan penantiannya tidak sia-sia,dia dipukul 11 siang melihat Emira keluar rumah dengan berjalan kaki,dan dia mengikuti dengan jarak 5 meter.

__ADS_1



Dan hal yang tak terduga serta sangat menolong harapan mereka terjadi tanpa susah-susah melakukan suatu kejadian yang tidak diinginkan seperti mencelakakan salah satu anggota dirumah itu terjadi jika terpaksa,Emira pada kenyataannya keluar rumah untuk membeli pulsa hape dan dia berjalan menuju salah satu kios yang merangkap counter hp.....melihat hal itu tentu saja Marco begitu senang sekali,benaknya langsung bekerja dan dia menebak bahwa sudah bisa dipastikan Emira melakukan pembelian disitu,berharap kalau sesuatu yang dia beli itu sebentuk pulsa.



Marco melangkah lebih dulu mendahului Emira menuju kios itu dan berpura-pura ada sesuatu yang ingin dibeli,dan Emira sampai ketempat itu tak lama setelah kehadirannya,gadis itu mendekati penjual pulsa dan berkata ingin membeli pulsa saja,bukan sejenis paket,....tentu saja hal itu sangat menyenangkan kedengarannya ditelinga Marco.....dia sengaja berdiri tak jauh dari Emira,dan mengeluarkan hapenya,menekan tombol perekam dan dia berpura-pura melihat nomor paket yang tersedia di counter yang ada dibalik kaca.



Dari situlah dengan begitu mudahnya dia mendapatkan sesuatu yang mungkin suatu saat itu sangat bermanfaat dan menguntungkan Charlie,lalu terjadilah skenario di supermarket dimana sekawanan Charlie melakukan sesuatu yang akan mencederai Dion,untuk melengahkan pria itu,dan Ditha bertugas untuk membuat Rania lengah,dengan adegan kereta dorong Rania yang sengaja dia tabrak dengan tubuhnya dan akibatnya kereta itu terjungkal menindih tubuhnya,dengan maksud setelah Ditha terjatuh Rania akan menolongnya dan dia menarik tangan gadis itu lalu menutup mulut nya dengan sapu tangan bius,disaat semua orang yang ada disitu perhatiannya akan teralihkan pada rak-rakan yang menempatkan biskuit kaleng kemasan itu terbalik jatuh dan menimpa Dion.



Rencana itu hampir berjalan sesuai kehendak mereka dimana Marco dan Thomas sudah berdiri tak jauh dari situ untuk membantu Ditha,sayangnya malam itu Rania tidak jadi mengulurkan tangannya untuk membantu Ditha dan malahan berlari kearah Dion untuk memperingatkan dan pada kenyataannya menolong pria itu....Charlie yang refleks terkejut dikira akan menggoyang rak itu supaya bergetar hebat dan kalau bisa runtuh tapi sayangnya sesaat tertegun dan rak hanya bergoyang sedikit sehingga yang jatuh itu apa yang ada dipajangan rak paling atas saja,sehingga kondisi Rania ketika kaleng biskuit itu menimpa tubuhnya masih dalam keadaan baik-baik saja dan hanya mengalami cedera ringan.



Tapi kekecewaaan mereka terbayar ketika Marco melaporkan keberhasilan nya dengan mendapatkan nomor telpon Emira yang mungkin suatu saat akan berguna,lalu mereka merancang semua penculikan itu dengan begitu rapi,Ditha menyewa sebuah mobil dengan kartu identitas orang lain korban pencopetan yang kebetulan dia temukan ditoilet wanita sebulan yang lalu,dan dia masih menyimpan itu,tanpa sempat memiliki waktu untuk mengembalikannya,hingga Charlie kabur dari rumah sewanya dan menginap di apartemennya pria itu mengalami kegelisahan dan kecemasan karena jiwanya sedang terancam untuk dihabisi oleh anak buah bos Abian,dia menceritakan secara jujur dan gamblang apa yang tengah menimpa dirinya dan berharap kekasihnya itu mau memberikan saran dan bantuannya,hingga mereka memiliki ide untuk mengikuti Dion ketika bertemu dijalan dimana Ditha baru kembali dari luar kota dan Charlie habis berkelahi dengan Dion disana.



Dan sekarang didalam mobil Ford sewaan warna hitam itu mereka berempat ditambah dengan Rania yang pingsan akan keluar jauh dari batas ibukota menuju salah satu persembunyian yang sudah terencana.

__ADS_1


__ADS_2