
" Di ...on " Jenita tidak jadi melanjutkan ucapannya,terkejut saat melihat Rania ada juga disitu....Rania menatap kearah wanita itu tidak mengerti mengapa dia seperti tadi ingin menyebut nama Dion.
" Dion nya ada ? " pertanyaan itu tertuju pada Friska dan Jenita mencoba mengabaikan keberadaan Rania yang ada di dekat Friska.
" pak Dion sedang meeting nona " sahut Friska mencoba terlihat kalem padahal sudah pasang ancang-sncang dalam mode tegasnya,dia tidak mau pak Dion akan memarahinya lagi.
" OhYa....kalau begitu aku tunggu diruangan ya saja,tentu sebentar lagi dia akan balik kan " melirik pada Rania sekilas,seperti ingin memberitahu seberapa tidak sungkannya dia dengan posisi Dion diperusahaan itu lebih untuk agar Rania paham kalau dia dekat dengan Dion.
" jangan nona " cegah Friska cepat,berdiri dari duduknya.
" pak Dion berpesan pada saya kalau nona tidak diijinkan untuk masuk "
" memangnya kenapa ? " Jenita mengedikkan bahu keras kepalanya,bahkan sangat tidak menghargai ujaran dari Friska.
" kamu hanya seorang sekretaris....bahkan aku tidak bisa percaya,jangan-jangan kamu hanya mengada-ada " dia mengibaskan tangannya menatap pada Rania yang sedikit tercengang mengikuti perdebatan itu
" nona....sekali lagi saya tekankan,nona tidak boleh masuk sembarangan keruangan pak Dion karena sudah jelas-jelas pak Dion mengeluarkan larangan itu " Friska berdiri berhadapan dengan Jenita dan kali ini Jenita kesal sekali,tak bisa menahan diri dan ingin menyingkirkan tubuh Friska agar ke pinggir dari muka pintu dan dia bisa melewatinya tapi sayangnya keinginannya itu terhalang oleh kehadiran Dion dan Darren yang keluar dari lift khusus dan mendekat pada mereka.
__ADS_1
" Ada apa ini " kata Dion yang memandang Jenita dengan pancaran mata tidak senangnya.
" kamu kesini ? mau apalagi Jen ? " dia bertanya dengan suara kaku,melihat sekilas pada Rania yang terpaku,lalu melihat pada Friska yang cepat-cepat menganggukkan kepalanya hormat.
" nona ini berkeras ingin masuk dan menunggu anda didalam ruangan pak " lapor Jenita cepat,menatap dengan berani pada Jenita yang membalas pandangannya dengan mendengus kecil.
" tolong Jenita,hormati peraturan yang kukeluarkan diperusahaan ini " Dion mencoba bersikap sopan
" aku kesini untuk melamar pekerjaan,apakah hanya karena hal ini kamu masih akan mengusirku juga ? " Jenita benar-benar memasang tampang yang menghiba dan sangat butuh dikasihani.
" maaf Jen...." Dion menarik nafas,mengusap tengkuknya dan mengalihkan pandangan,sengaja berlams-lama berhenti hanya untuk menatap Rania.
" tapi perusahaanmu sedang tidak membutuhkan perekrutan karyawan " Dion masih sangat kesulitan untuk bisa bersikap ramah pada wanita ini.
__ADS_1
" lagipula apa yang membuat mu ingin bekerja didunia yang jauh dari karier mu selama ini ? "
" Dion .....kamu kan tahu aku meski seorang model tapu juga sempat kuliah,artinya aku tidak mengabaikan sekolah dan menyelesaikan study dijurusan manajemen akuntansi.....sekarang aku sedikit meredup di bidang ini,dan ingin juga berganti jalur,mempraktekkann ilmu yang kudapatkan " dengan mata memprihatinkan nya Jenita mencoba mengemukakan alasannya.
" Baiklah.....itu jika kamu memang tertarik kamu bisa ajukan lamaran ke bagian HRD,bukan padaku langsung.....karena kalau padaku,mungkin kamu tidak akan mendapatkan rekomendasi dariku,itu bukan tugasku ....." Dion memasukkan tangan ke saku celana,menjelaskan dengan suara tenangnya.
" tapi aku tekankan sekali lagi .....kamu jangan kecewa, kalau kamu nantinya tidak diterima.....kan aku sudah bilang padamu di awal ini.....aku sedang tidak membutuhkan tambahan karyawan.....jadi silahkan kamu pertimbangkan perkataanku ini " Dion ingin masuk keruangannya,tapi sebelum itu dia mendekat pada Rania dan meraih tangan gadis itu agar berdiri dari duduknya
" ayo sayang " Rania menutut saja dan tidak berucap apapun ....tapi dia melihat pada tatasnnm membara yang dipamerkan Jenita padanya,lalu tanpa aba-aba....wanita itu berkeras menahan tubuh Dion yang akan meninggalkan tempat itu dengan mengajak Rania,memegang bahu Dion dengan kedua genggaman kuat tangannya.
" kamu Setega ini padaku Dion ? setidaknya apa susahnya bagimu langsung menerimaku begitu saja dan aku siap sedia ditempatkan dimana pun sesuai kemampuan ku ? " semua orang ditempat itu terbelalak melihat keberanian yang Jenita tampilkan itu,bahkan Jenita ingin sekali,menghempaskan tangan Dion yang sedang memegang tangan Rania.
" Sudahlah Jen " suara Dion sudah mulai sedikit tidak sabar dan diterpa gelisah menghadapi kegigihan sekaligus ketidakmaluan yang Jenita lakukan ini,merasa ingin muak pada tingkah keras kepalanya yang tak berarah.
" kalau kamu ingin sungguh-sungguh bekerja padaku,bawa saja semua kelengkapan administrasimu dan lamaran kerjamu ,biar diperiksa oleh HRD,sekarang....kalau kamu belum membawa aapun kesini,kamu bisa pergi dari sini....." Dan Dion menutup pembicaraan itu dengan gaya sepihak lalu dia masuk keruangannya betsma Rania,setelah menutup pintunya.
__ADS_1