KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 30 ; PERTANYAAN DAN PERNYATAAN


__ADS_3

" melakukan hal lainnya ? " Dion pura-pura menampilkan style wajah polosnya,sedikit dibaluri rasa bingung,heran....dan seperti sangat tidak mengerti.


" wah....wah....ini menarik sekali "


" menarik apa ? " suara Rania yang sarat bantahan tadi dan sangat menggebu-gebu sekarang dia yang setengah berseru, berbalik dalam kebingungan.


" apanya yang menarik ? "


" ya iyalah....pertanyaanmu sekarang memancingku untuk melakukan hal lainnya selain tidur saja ....sekarang Rania " Dion menahan senyum gelinya.


" otak ku jadi tercemar karena ucapanmu tadi,tolong jangan memancingku "


" siapa yang memancingmu ? " Rania terbelalak....wajahnya memerah dan matanya melotot gemas pada Dion.


" aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya tadi "


" tapj tadi aku juga hanya berniat untuk tidur saja,namun pikiranmu yang terlalu Travelling kemana-mana....akibatnya aku jadi ingin melakukan hal -hal lain itu....sekarang bagaimana ini ? kamu harus bertanggung jawab atas akibat yang kamu katakan " Dion berucap setengah menantang Rania,dan gadis itu berdiri cepat,sangat kesal menanggapi ucapan pria itu.


" Travelling ......? pak Dion memang sengaja memancingku kan ? "


" tidak....hanya ingin membuktikan apakah kamu juga tidak tergoda untuk melakukan hal lebih lainnya denganku.....berhubung kamu sekarang begitu takut sekali,aku jadi yakin...." Dion menarik pinggang Rania kedekatnya,tapi tidak untuk memeluknya,hanya berbisik menambahkan ketelinga gadis itu.


" hal - hal menarik itu tentu kamu sudah tahu"


" tidak " Rania menggeleng lagi....bersikukuh tidak terpengaruh pada ucapan Dion ini.


" aku tidak tahu,dan tidak berniat ingin tahu "


" lalu kenapa tadi pagi kamu begitu sulit melepaskan aku ? kamu takut aku pergi dari sisimu ? kenapa " tanya Dion yang membuat Rania terdiam.....tak memiliki jawaban apapun untuk sesi pertanyaan itu,ya....bukannya dia sangat tidak ingin kehilangan pria ini,bahkan tadi ketika Dion diketahui nya datang kerumah ini....perasaannya tak bisa terlukiskan oleh rasa bahagianya....dia ingin menghambur memeluk Dion....dia ingin melabuhkan kepala pada dekapan hangat nya seperti tadi pagi,dan ini belum pernah dia rasakan sebelumnya bahkan ketika dia pernah menjalin hubungan dengan Richo dahulu.

__ADS_1


" Rania jawab aku...." Dion mengangkat dagu Rania yang menunduk itu,kata-kata nya penuh tekanan dan mendesak gadis itu agar menjawabnya.....Rania begitu gugup setengah mati.....bibirnya bergetar kebingungan


" ak...aku.....aku juga tidak tahu....hanya sulit sendirian setelah pak Dion menempatkan ku disini....tapi kupikir semua akan cepat berlalu seiring waktu,aku akan belajar beradaptasi dan tidak canggung lagi disini....setidaknya sampai pak Dion berhasil mengungkap semuanya....dan aku akan kembali pada kehidupanku semula ....."


" Dan aku melepaskanmu setelah itu ? kita akan berpisah dan menjalani kehidupan kita masing -masing ? " tanya Dion melanjutkan kalimat yang dilontarkan Rania setelah tadi memotong gadis itu bicara.


"kamu yakin.....itu gambaran yang terjadi antara kita kedepannya ? kamu tidak berpikir yang lebih dari itu ? "


" berpikir apa ? " Rania berucap dengan suara datarnya.


" kehidupanku dan kehidupan pak Dion bukankah begitu berbeda .....dan aku tidak berpikir lebih selain menjalani apa yang diberikan padaku saat ini .....tidak berani berharap lebih dari saat ini....." Rania kesulitan melanjutkan perkataannya....membalas tatapan Dion dengan sama dalamnya.


" selesaikan urusan pak Dion secepatnya untuk mengungkap kasus itu,dan aku akan lebih cepat kembali pada kehidupan asalku "


" kamu tidak menyukaiku Rania ? "


" aku terlalu menyukaimu " sahut Rania jujur dan tidak berniat untuk menutupinya....dia juga mencari jawaban yang sama Dimata Dion.....tapi kenapa itu seperti menguji pertahanannya.....dia takut akan kalah saat pria itu menyorotnya seperti itu....seperti sekarang....lembut ,dalam dan seperti menenggelamkan....perbedaannya hanyalah....saat ini antara dia dan pak Dion tidak memiliki keterikatan apapun....mereka tidak menjalin hubungan spesial apapun....hanya oleh sebuah moment dimana dia bisa mendapatkan rekaman itulah....maka segalanya jadi berbeda....Dion dan dia jadi saling memiliki keterikatan lebih dari sebelumnya sekalipun mereka tidak saling mengenal satu sama lain.


" kenapa kamu seperti menertawakan ucapanku ? " Dion mengerutkan alis herannya.


" ya karena ucapan pak Dion begitu lucu sekali "


" tapi aku tidak sedang bercanda kali ini "


" apa pak Dion juga tidak sedang meledekku ? "


" tidak " Dion melepaskan tangannya dari wajah Rania.....dia merasa salah tingkah sendiri,bingung juga harus mengatakan apalagi disaat Rania tidak percaya seperti ini.


" mungkin aku terlihat lebih serius sekarang ini " dia membuang muka....lalu mengalihkan bicara.

__ADS_1


" Rania....kamu masuk kamar lebih dulu....siapkan tempat tidur kita " berucap seakan tidak berpengaruh apapun bagi Rania yang mendapat kalimat bermakna itu dan wajah gadis itu seketika memerah lagi.


" aku keluar sebentar mengambil pakaianku di bagasi mobil "


" apa pak Dion ingin minum atau makan sesuatu ? " tanya Rania juga berusaha keras tidak terpengaruh,mengikuti kemana arah pria itu menyeretnya dalam bicara.


"biar aku siapkan ? " dia tersenyum dengan sorot matanya yang membuat perasaan Dion kian gelisah serta resah.


" tidak ada Rania.....aku hanya lapar saat melihatmu sekarang " dan pandangan Dion begitu tajam saat melabuhkan mata pada Rania.


" dan seperti ingin....." Rania terkesima takjub....tapi entah kenapa dia tidak tahan untuk tidak bertanya hal yang terasa mengganjalnya itu....pandangan dan wajah Dion menerjemahkan banyak hal yang tidak berani dia ketahui lebih jauh.


" ingin apa ? "


" seperti ini " Dion menarik perlahan tubuh Rania dan merengkuhnya dalam pelukan erat tapi lembut dipinggangnya dan mendekatkan wajahnya....berkata lirih dari suara paraunya.


" menciummu....mendapatkan mu .....memilikimu.....seutuhnya.....malam ini....sekarang....apa kamu mengerti Rania ? " mata pria itu terlihat begitu menggelap....dan sungguh ucapannya lebih dari sekedar berpengaruh....tapi juga seperti menguliti dan menghabisi Rania saat itu juga....dia ingin menolak....ingin menghindar ataupun melepaskan diri, tapi kenapa kedua kakinya seperti lumpuh total... dia tidak berdaya.....suara Dion lebih dari sekedar mengunci tubuhnya....seharusnya dia lebih bisa menolak dari pria ini karena tidak ada hubungan atau apapun keterikatan antara mereka....seperti yang sering dilakukannya pada Richo yang sering menuntut lebih padanya.


" pak Dion tidak akan melakukan itu padaku kan? " dia bertanya dengan suara lemahnya,matanya mengerjap sayu dan dia ingin mengutuk sikapnya itu


" kalau iya kenapa ? kamu akan menolak dan menghentikan ku ? " tatapan Dion seperti satu kata tak terbantahkan yang tak bisa diabaikan.


" cobalah lakukan dan kita akan lihat siapa yang menang ....aku....atau kamu " Dion mendekatkan wajahnya,bersiap untuk mencium Rania,tapi Rania menahan bibir pria itu dengan telapak tangannya dan memalingkan mukanya.


" masalahnya aku tidak pernah melakukan itu ....aku juga tidak akan melakukannya....terutama pada orang yang belum resmi menjadi suamiku....dan juga....tidak pernah ingin memberikan hal berharga itu pada seseorang yang tidak terikat padaku untuk menikahiku " Dion tercengang selama beberapa waktu seperti tidak percaya pada pengakuan gadis itu dan dia mendebat Rania untuk kali ini.


" tapi aku tahu kamu menginginkanku dan aku juga merasakan hal yang sama....Rania " Dion memegang wajah Rania untuk meyakinkannya terhadap perkataannya.


" jadi biarkan aku memilikimu.....dan setelah itu....aku akan menikahimu ? " tatapan Dion seakan terpancar dan meluluhkan serta menggetarkan Rania,dia sungguh tak kuasa menolaknya,apa karena sejak awal dia sudah terpesona pada pria ini ? tapi benarkah apa yang dikatakan Dion ini ? apakah kata-katanya Sangat bisa dipertanggung jawabkan dan bisa dipercaya ? atau hanya ini semacam modus untuk mendapatkannya saja.

__ADS_1


" kenapa Rania ? kamu menolak ku ? kamu tidak mau menikah denganku " pertanyaan Dion terhenti saat suara telpon dari hape Dion yang terdapat di atas meja,disamping jas nya yang tadi diletakkan security ketika membawakannya perlengkapan p3k tadi.....dan dengan sangat terpaksa Dion melepaskan pelukannya pada Rania.


__ADS_2