KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 60 : LIMA ORANG DI DALAM MOBIL


__ADS_3

Rania terbangun dari pingsannya,tapi dia saat itu sudah berada didalam mobil yang membawanya jauh melewati arah perbatasan kota menuju keluar kota,mobil yang akhirnya diambil alih dan dikemudikan oleh Marco itu di kendarai dengan kecepatan standar dan saat itu tubuhnya yang setengah terduduk di kursi penumpang bagian belakang diapit oleh Ditha dan Charlie dikedua sisi tubuhnya.



" ka....mu ? " Rania enggan menyebut nama Charlie ketika tersadar bahwa dia sudah berada di daerah kendali Charlie,saat ini dia sudah menjadi sandera,tapi meski begitu dia tidak akan membuka mulut seakan dia mengenal pria itu dari sesuatu yang dia lihat dan rekam di gudang perusahaan Arrayan dulu,itu justru akan semakin mempersulit dan memperpanjang daftar keterlibatan dirinya,jadi dia berpura-pura sedikitpun tidak mengenal Charlie dan menyorot pria itu dengan ekspresi bertanya.


" kamu sebenarnya siapa ? " dia mengerjapkan mata lalu beralih menoleh pada Ditha yang ada disebelah kanannya....menatap sekujur tubuhnya yang masih terbungkus selimut yang ada dikamarnya diapartemen Dion,kembali menatap Charlie.


" apa kepentingannya aku bagimu ? aku bukan siapa- siapa,kalian menyandera aku tidak berpengaruh pada apapun "



" tentu saja ada " Charlie menyorot Rania kaku,wajah tampan Charlie tersenyum,tapi saat ini jelas tidak ada kebengisan disana,karena pada dasarnya Charlie bukanlah orang jahat,namun karena keadaan lah yang menuntutnya menjadi terpaksa melakukan hal itu.


" ketika aku menyerahkan mu pada bosku,maka jiwa kebebasan ku akan kembali tertukar,aku bisa hidup tenang tanpa dibayang-bayangi ancaman "



" memang ancaman apa ? dan kamu siapa ? apa hubungannya aku dengan ancaman yang kamu terima ?" Rania bertanya tanpa bermaksud mendesak pada Charlie,dan kali ini dia berpaling pada Ditha yang menyorotnya datar saja.



" bukankah sudah aku jelaskan singkat diapartemen pak Dion tadi,kamu itu tentu orang terpenting bagi musuh bos ku itu,ketika aku menyandera kamu,dan menyerahkan pada bos Abian,aku pergi....dan aku tenang ....aku bisa hidup kembali dan bergerak bebas tanpa takut mereka akan menghabisiku "



" katakan dan jelaskan saja selengkapnya pada dia teman " Thomas yang duduk didepan angkat bicara,dia adalah salah satu tekhnisi yang juga bekerja di salah satu perusahaan besar dan dia adalah sahabat dekat Charlie sejak dibangku kuliah hingga saat ini.


" toh....setelah kita serahkan dia pada pak bos mu itu,kita akan lepas tangan,tidak ada masalah dia tahu,lagipula dia berhak tahu posisinya saat ini " Thomas adalah pria ganteng blasteran indo Jerman,dan terlahir dari wanita single parent saat dia masih berumur lima tahun,dan ibunya lah orang Jerman itu namun sudah berkewarganegaraan indo,ibunya ketika dia lulus SMU menikah dengan seorang pria berprofesi dokter dan saat itu juga berstatus duda dengan dua anak,dan sejak saat itulah.....dia dan ibunya menjadi sebuah keluarga besar dengan ayah tiri dan saudara tirinya yang beberapa tahun dibawahnya,hingga dia bisa menyelesaikan kuliahnya dan bekerja diperusahaan yang tepat untuk mengembangkan keahlian serta bakatnya.


__ADS_1


" memang nya siapa bos kamu ? " tanya Rania menyambung ucapan Thomas dengan mengarah pada Charlie,kelihatan jelas bahwa sinar matanya begitu sarat dengan keingintahuan,padahal dia memang sengaja menampilkan ekspresi seperti itu.


" dari tadi kamu bicara akan menyerahkanku pada bosmu ? "



" ya nona...." Charlie mengangguk.


" kamu akan kuserahkan pada bos Abian Delvano " bibir dan tubuh Rania sesaat bergetar mendapat keterusterangan tanpa maksud menutupi itu,bagi Charlie dia setuju dengan pendapat Thomas temannya.


" Dia adalah adik dari Rayyan Delvano,pemilik perusahaan besar Arrayan Gruf dan pesaing besar Dion Anggara,CEO sekaligus pewaris tunggal perusahaan Anggara Global Corf yang saat ini akan menjadi suami kamu "



" Hem....kalau tidak batal dia Charlie " Thomas menyambungi dengan sedikit tertawaan kecil,dia menoleh kebelakang dan sesaat mengedipkan mata nya yang mempesona pada Rania.


" kalau bos Abian tidak menggubris penukaran ini,kita akan mengontek pada bos Dion....mungkin dia akan menebusmu dengan bayaran mahal untuk kami,dan setelahnya kami akan pergi jauh dari sini.....tidak akan terlihat oleh bos Abian lagi "



" lah....kalau dia abaikan ? kita akan kemanakan dia ?"



" itu saja susah amat mikirnya " Thomas menyahut sekenanya,


" aku yang akan membawa pergi gadis ini jauh dari sini,ya jelas....dia tidak akan menolak berkencan denganku "



" lalu untungnya aku dimana ? " belalak Charlie gemas dengan sungutan kesal diwajahnya,pria itu melemparkan topi dikepalanya kearah kepala Thomas,yang tidak sempat menghindar,pria itu memelintir topi Charlie yang sempat mengenai jidatnya.

__ADS_1


" yang bermasalah disini aku,kenapa yang untung justru kamu ?"



" gampang ....aku akan mencoba berhutang dengan ayahku,untuk menerbangkan mu keluar negeri seolah aku membeli Nona itu darimu,kalau tidak berhasil,aku akan membobol kartu debit dia " sahut Thomas enteng,dan kali ini Ditha yang mendorong kepalanya dari arah belakang.



" membeli katamu ? seakan kamu menganggap nona Rania ini barang ? " Ditha menghempaskan nafas yang sama kesalnya dengan Charlie


" lagipula.....sejauh apapun kita pergi yakin dan kamu berani jamin,orang nya bos Abian masih tidak lagi mengejar Charlie ? posisi Charlie masih tidak bisa dipastikan aman " dia melipat kedua tangan didepan dada dan menyandarkan tubuhnya kesandaran kursi.



" aku kan hanya menyarankan satu solusi jitu " sahut Thomas masih dengan ekspresi sekenanya



" pala lu solusi " sela Marco mengulum senyum geli.


" lagipula kupikir bos Abian tidak mungkin tidak bersedia mengambil nona Rania untuk dia tukar dengan beberapa saham dari bos Dion....jelas itu sangat menguntungkan,dia lebih baik melepas Charlie daripada melepas Rania,karena itu berkali lipat membuatnya mendadak kaya,apalagi saat ini perusahaannya sedang keropos dari dalam "



" tapi itu menurut perhitungan kita,belum tentu arti nona Rania bagi pertaruhan untuk bos Dion,bukan begitu ? " ucap Charlie sambil memeras otaknya.


" yang dikhawatirkan aku adalah,bos Dion tidak akan melakukan penawaran apapun pada bos Abian,dan saat itu terjadi,aku cemas karena sudah terlanjur menyerahkan nona Rania ketangan mereka dan semua akan tersia-sia,keselamatan ku dan nona Rania mungkin akan masih terancam .....dan itu yang kupikirkan "



" kita tahan dulu beberapa jam,sampai menunggu reaksi bos Abian apa dia kelihatan tertarik untuk nona ini " sahut Thomas dari balik punggungnya dengan mata tetap kedepan.

__ADS_1


" mungkin nanti dia akan menelpon bos Dion dulu untuk melakukan beberapa penawaran,jika bos Dion tidak terlalu tertarik artinya dia akan mengabaikan nona Rania,dan masih tetap akan mencarimu untuk menutup saksi kunci tentang kecelakaan itu " tanpa sadar Rania yang mengikuti semua percakapan itu seperti terabaikan,dia merasa prihatin jadinya melihat pada Charlie yang terpekur dikursi disebelahnya dengan setengah melamun,bukannya marah karena dia jadi korban sandera pria itu,dia tersentuh pada keadaan Charlie yang masih tampak tertekan dan terguncang....bagaimanapun karena dia saksi kunci juga atas semua kejadian kecelakaan yang menimpa Dion dan melibatkan Charlie ini dia jadi tahu dan bisa mencerna serta menerima semua yang menimpanya adalah kondisi keterpaksaan yang dilakukan Charlie semata untuk menyelamatkan nyawanya.


__ADS_2