
Berada dalam situasi ketegangan beberapa amphire membuat Rania ingin terduduk sambil menghembuskan nafas dari urat syarafnya yang berubah drastis melorot kedasar....dia yang menarik hape dari balik kaca,mematikan rekaman dan ingin memasukkan hapenya kembali kekantong celana tapi justru hal lain diluar kondisi tidak terkontrolnya hape itu malah terpeleset dari genggaman tangannya yang ingin menuju kantong samping lutut malah terjatuh dekat kakinya berpijak dan menimpa sebuah balok bulat terbuat dari bahan seng Stainles putih metal sehingga menimbulkan bunyi keras yang bergemerincing.
Rania tersentak ditempat,secepat kilat meraih hape itu dan bergegas pergi dengan berjingkat-jingkat.....tapi dari dalam ruangan dia mendengar derap langkah kaki yang ingin mencari tahu keberadaan bunyi itu,dia tidak mungkin tetap berlari karena itu kawasan lorong atau koridor....bisa-bisa dia akan ketahuan,dan dia akan tamat ditempat....secepat kilat Rania meringkuk dan bersembunyi dibalik sebuah meja lapuk yang sudah tua dan kebetulan kondisi meja itu sedang terjungkal terbalik...jadi dia bisa menggunakan alas meja itu sebagai dinding pelindung menutupi tubuhnya saat ini.
langkah itu menurut pendengaran tajamnya berhenti sekitar 6 meter darinya dan sepertinya kedua pengawal itu....Rania menutup mulutnya....semakin berkeringat dingin dan mulai gemetar....juga berdoa dalam hati semoga keberadaannya tidak diketahui.
" tidak ada apa-apa disini " cetus salah satunya yang bernama Jerry.
" Mungkin tadi hanya suara tikus dan menjatuhkan sesuatu "
__ADS_1
" tapi tadi sepintas dari dalam aku melihat kilat cahaya pantulan Blitz kamera .....dari balik kaca pecah tadi....dan seperti ada seseorang yang menjatuhkan sesuatu " kata Denny sambil mengusap dagunya....berpikir....melirik kesana kemari....dia tadi yakin kalau penglihatannya tidaklah keliru....sangat cepat....sekelebatan dari sorot kamera hape....dia mulai cemas jangan-jangan ada yang merekam pembicaraan tadi.....dia melihat meja terbalik itu dan berencana menuju ketempat itu....tapi dering hape yang ada di kantong jas berwarna gelapnya membuatnya mengurungkan niatnya....panggilan dari bos Abian....sentral tertinggi perusahaan Arrayan Gruf itu.
" Kembalilah ketempat ini....aku sudah mau pergi....dan biar kalian urus serta bereskan Charlie untuk menyelesaikan CCTV itu " bos Abian yang bicara sarat perintah itu membuat Jerry yang mendengar dari loudspeaker yang diaktifkan mengangguk sebagai persetujuan,dia menarik tangan Denny yang sudah ingin melangkah agar berbalik ketempat semula....mereka melangkah menuju gudang tadi tapi Denny sempat menoleh sekali lagi....dan kali ini dia melihat sekilas sisi alas dari sepatu kets putih....dugaannya tidak salah....ada seseorang dibalik meja itu....namun dia terpaksa harus meredam keinginan untuk menyelidiki sementara waktu.
Rania yang mendengar bunyi langkah itu menjauh,masih tetap menunggu....tidak buru-buru keluar dari sana.....tentunya mereka kalau keluar dari gudang itu akan kembali menuju kearahnya.dan melewati persembunyiannya...dan nanti akan bertemu serta melihat dirinya....karena ini lorong satu arah....dia harus bersabar....dan prediksinya sepenuhnya benar.... terdengar kembali langkah-langkah orang berjalan datang dari gudang itu dan menuju lorong tempat dia datang dari awal....kali ini langkah itu lebih banyak....sudah dipastikan mereka berempat....tadi hanya berdua....Rania semakin merapat Kedinding....semoga mereka tidak mencurigai keberadaannya disitu.
Selesai dengan tugasnya dia berbalik dan ingin kembali kelorong tapi tercekat ditempat....dia melihat bayangan sipengawal salah satunya yang bernama Denny ingin menuju kearahnya atau kembali kegudang kah ? tidak....Rania ingin terlihat gugup dan serba salah....dia harus bersikap sewajar mungkin seolah tidak tahu apapun....merapikan maskernya.....dan menunduk....mendorong kereta bekas tempat sampah itu....dan mereka berpapasan dilorong....Denny menatap dan mengamatinya penuh curiga sejak dari dia berada di limbah pembuangan sampah itu....dan sengaja mencegat langkahnya.....
__ADS_1
" Kamu ngapain di sekitar sini,heh...." Denny dengan berani memegang pergelangan tangan Rania yang memegang kereta....dan membuat nyali gadis itu gentar serta menciut....Rania tidak ingin kalah gertak....matanya sengaja dipelototkan tajam dan dia menyentakkan tangan.
" Aku membuang sampah tuan " katanya tegas setengah berseru dengan dagu terangkat,dia menepiskan tubuh orang itu agar kepinggir dan kembali mendorong keretanya,bergegas melangkah....dan semakin dipercepat tanpa berani menengok kebelakang....sedangkan Denny mengetuk-mgetukkan jari pada dagu sambil berkerut alis tajam dan berpikir dalam....matanya yang jeli tanpa sadar terarah lurus pada sepatu kets Rania yang berwarna putih. ....tersentak saat menyadari hal itu.... dan ingin mengejar....tapi sudah terlambat.....bayangan Rania sudah hilang dibalik tikungan arah menuju dapur....dan ketika dia berlari menuju tikungan itu....dia melihat yang tersisa dipojok tikungan itu hanya kereta yang didorong gadis itu tadi.....tempat itu berakhir pada sisi dinding dapur atau kantin perusahaan....dan tidak ada siapa-siapa disana.....padahal Denny yakin gadis itu menuju kearah itu.
Rania yang merasa Denny mencurigainya...emang sengaja mempercepat langkahnya dilorong....dan menyadari bahwa Denny mengikutinya....dan dia meninggalkan kereta nya....merapat kebalik dinding dekat toilet dapur dan mengintip....saat itulah instingnya ternyata benar....dia melihat Denny mengedarkan mata kesana kemari seperti mencari keberadaan dirinya....Rania berjingkat-jingkat masuk kedalam toilet dan menutup rapat pintunya lalu melepaskan celemek dan pakaian kerja kokinya......melepaskan masker dan meninggalkan semua itu digantungan cantelan baju dalam toilet....dan keluar kembali dari toilet dan dia melihat Denny sedang membelakanginya ,berdiri dimuka pintu belakang dapur....melongok kedalam dapur tapi Rania mengambil jalan pintas masuk keruangan kantin dan membaur dengan beberapa orang yang ada disitu.
Dia mencoba bersikap tenang dan melangkah santai menuju parkiran spesial standar karyawan bawahan dibagian belakang dan mengambil motornya.....dengan benak yang terus menayangkan adegan tadi ....siapa Dion Anggara? kenapa keberadaannya berada diujung maut dan akan dilenyapkan orang-orang tadi....sudah jelas kan mereka para pejabat eksekutif diperusahaan ini....dan atau jangan-jangan lebih tinggi....mereka pemimpin perusahaan ini.
Lalu CEO Anggara....sadarkah dia bahwa nyawanya dipertaruhkan....kenapa dia jadi begitu penting dan ingin dilenyapkan....ya Tuhan....dia harus mencari tahu keberadaan orang ini....dia harus memberitahu orang itu....tapi apa urusan dia ? bahkan yang terlibat saja dia tidak mengenalnya.....semprot tajam suara hatinya yang lain ....dia harus memutar rekaman itu dan bicara sama Leo sahabatnya ....dia akan minta saran dan pendapat Leo....dia tidak bisa hanya diam saja dengan menyimpan kisah ini sendiri.
__ADS_1