
Karena Rania sedikitpun tetap tidak bergerak ditempatnya seperti terlihat kaku dan menyimpan perasaan emosi yang mereka sama- sama tahu,Dion Bangun dari posisi berbaring nya,turun dari tempat tidur dan melangkah kedekat Rania sambil membuka kancing kemejanya satu persatu dengan gerakan yang begitu melambat dan teratur seperti terhitung sesuai porsi geraknya.
Dia berhenti tepat satu langkah didepan Rania,dan sudah selesai melepaskan kemejanya dari tubuhnya lalu melemparkannya ketempat tidur.
" aku sudah melepaskan pakaianku Rania,dan kurasa kamu jika merasa aku mengendalikanmu langsung paham apa maksud ku bertindak begitu " Dion maju dan memerangkap Rania tanpa ada celah lagi....mengulurkan tangan untuk memegang ujung blus atasan Rania yang dimasukkan kedalam roknya dan mengeluarkannya sendiri dari sana.
" kamu ingin aku memperlakukanmu seperti boneka ?" Rania tercengang mendapat kata-kata dingin Dion itu yang sangat jauh berbeda dengan sikap lembutnya beberapa hari ini.....ada kilat emosi yang diperlihatkan pria itu dari balik legam hitam matanya.
" pak Dion....lepaskan " Rania berkeras,memundurkan tubuhnya,dan menarik blusnya yang dipegang Dion agar dilepaskan dari tubuhnya....dia memandang pria itu tajam.
" Richo bilang kamu bahkan melamar Jenita untuk menikah denganmu,bukankah dia wanita yang kamu impikan,apa aku salah jika aku hanya dianggap olehmu sebagai pemuas dirimu saja ? " Rania menyentakkan tangan Dion yang memegang bahu dan dagunya.
__ADS_1
" kamu lebih percaya omongan Richo atau apa yang kukatakan tadi malam ketika aku melamarnu ? bahkan mempertemukan kamu dengan ayahku,tidak bisakah kamu membaca segala niatku itu ? apa itu yang kamu bilang seseorang yang hanya menjadikanmu pemuas hasrat ku,Rania....tolong berpikir lagi " meski suara Dion tidak diucapkan dengan nada tinggi,tapi ketegasan yang dia lontarkan lebih membuat Rania merasa segan sekaligus hanya bisa terdiam.
" kalau kamu begitu percaya pada orang lain....yang jelas-jelas itu dari ucapan mantan kamu yang sudah mengkhianati kamu,lalu apa artinya semua yang kulakukan hingga tadi siang....jika aku menginginkan seorang wanita sebagai teman tidur atau teman kencan aku tidak akan membuatnya merasa akan kunikahi,aku cukup dengan membayarnya untuk pelayanan berapa kalipun yang aku mau dan kubutuhkan,berapa pun itu tarifnya....kamu paham....Rania....dan aku cukup membubarkan diri setelah itu tanpa ada ikatan berarti " Dion setelah meraih pinggang Rania untuk dia peluk sesaat,tapi setelah itu melepaskannya dalam satu kali sentakan, .....wajahnya begitu jelas terlihat merah padam menahan amarah tak terselesaikan yang mencoba sekuat tenaga dia tahan dan giginya bergemeletuk....tapi dia tidak akan pernah meluapkan kemarahan itu didepan Rania meski sangat jengkel luar biasa pada kepolosan pemikiran gadis itu.
" kamu terdengar menjijikan " Rania bergumam lirih,dengan mata berkilat nya yang juga sama ,menahan amarah tersulut dihatinya,ya .....Richo sukses membuat nya termakan omongan pria itu.
" ya " kepala Dion dimiringkan,seperti menantang Rania untuk lebih mengeluarkan amarahnya lagi.
" aku tidak akan berbalik untuk memungut seseorang yang sudah mencampakkan penawaran dariku,ketika aku memilih serius dengannya,begitu juga dengan Jenita....dia tidak mencintai aku....dia hanya mempertahankan ketinggian derajat dia dalam kelasnya....bahkan ketika karir dia meroket pun dia sudah melupakan aku,tapi sekarang.....dia turun drastis....dan berpikir untuk tetap bisa dikelas kemewahan seperti dirinya yang dulu,dia harus meraihku kembali.. ..dia tidak memiliki ketulusan itu....hanya demi sebuah posisi....dia menganggap aku sebagai batu loncatan yang bisa menaikkan pamor dia lagi,dia salah.....dia berpikir aku mencintai dia ....dan akan dengan mudah dia dapatkan lagi....? " penjelasan panjang lebar dari Dion itu membuat Rania bungkam seribu bahasa.....antara sulit menerima tapi juga terasa meragukan semua perasaan pria itu pada dirinya....jika Jenita saja yang memiliki hubungan lebih berkesan dan lama dengan Dion....dan pria itu gampang sekali melepaskannya,bukan hal yang tidak mungkin ketika Dion bersamanya dan merasa sudah terpuaskan pria itu akan melepaskannya juga tanpa sempat mengikrarkan ikatan yang sempat dia kumandangkan.
" Sebelum berpikir yang macam -macam lagi,sebaiknya kamu renungkan sekali lagi dan tolong disaring setiap informasi apapun yang kamu dapatkan dan bandingkan dengan kenyataan yang kamu terima dan kamu hadapi" Dion meraih tangan Rania,berkeras mendekat pada gadis itu yang tadi menjaga jarak dengannya.
__ADS_1
" Rania.....harusnya kamu percaya pada setiap yang kukatakan....aku tahu itu karena perbedaan usia kita yang terlalu jauh....sehingga anggap kadang.....sulit menyamakan pemikiran kamu yang masih muda dengan pemikiran aku yang sudah matang ini,tapi jujur.....dengan ini aku merasa sedikit kecewa,karena kamu meragukan aku.....dan aku bingung.....bagaimana pernikahan itu nantinya akan bisa bertahan kalau hanya oleh sedikit percikan api kamu langsung merasa terbakar seperti ini " Rania mendongak,meredam dan mencerna semua yang diucapkan Dion.....mata pria itu berlumur kejujuran dan bukan sebuah hasrat yang tidak tersalurkan.....dia merasa bersalah....merasa menyesal sudah bersikap kekanakan seperti tadi,bersikap tidak sesuai pemikiran dan jauh dari kedewasaan,Dion benar .....
Setidaknya usia dia yang mungkin masih belum bisa bersikap sesuai porsinya,kadang labil dan kadang tidak terkontrol.....dan dia baru saja memperlihatkannya pada pria ini.....itu kah maksud dari pertanyaan tuan Anggara tadi untuknya ? diakah wanita yang tepat yang akan mendampingi seseorang seperti Dion Anggara dengan banyak bentuk kekurangan yang dia pamerkan tadi ?
" aku mau mandi dulu,setelah itu kita akan keluar untuk jalan-jalan di seputar sini sekalian untuk menentukan makan malam kita,apa mau makan diluar,atau kita beli di supermarket untuk bahan mentahnya saja dan Kita akan memasaknya bersama " Dion seperti tidak terpengaruh dengan keheningan yang tercipta....mengalihkan pembicaraan itu dengan sikap tenang dan lembutnya,seakan tidak terjadi ketegangan apapun tadi diantara mereka....dia berbalik dan seperti memberi Rania kesempatan untuk berpikir lebih jauh,tapi niatnya itu terhenti ketika Rania menubruk punggungnya dari belakang dan memeluk tubuhnya erat.
" pak Dion....kurasa dalam hal ini.....aku yang bersalah kepadamu,dan tolong untuk ini kamu maafkan aku,lain kali.....aku tidak akan bersikap begini dan kamu harus membimbingku untuk itu,oleh ketidakdewasaanku" Dion refleks berbalik dan menatap Rania dengan senyum menawan yang terukir dibibirnya.
" yah.....sepertinya aku harus mulai membiasakan diri dengan sifat manja dan kekanakan darimu,tapi kupikir kalau untuk urusan yang lain kamu jadi cepat dewasa " matanya memancar penuh arti ketika mengatakan itu,Rania awalnya tidak mengerti apa maksud yang dikatakan Dion ini,tapi ketika dia mencoba memahaminya wajahnya sontak merona oleh sikap malunya.
" sekarang temani aku mandi sayang....dan kurasa kamu juga mulai membiasakan diri untuk memandikan aku dan dimandikan oleh ku " kerlingan mata Dion berubah menjadi nakal sekali,....tapi kali ini Rania menanggapinya tanpa keraguan....menggamit lengan pria itu dan setengah menyeret nya aktif masuk kekamar mandi melangkah lebih dulu.
__ADS_1
" bukannya untuk urusan ini kamu bilang aku lebih dewasa darimu ? " ucapan Rania lebih menyerupai tantangan yang mampu membuat senyum Dion lebih hadir dan mengembang ke permukaan.