Kelembutan Hatimu

Kelembutan Hatimu
Bos Dadakan


__ADS_3

"Suamiku sayang , hari ini aku ikut mas ke kantor ya, seharian di rumah rasanya suntuk sayang," Gesit merayu Damar agar mau mengajaknya ke kantor.


"Istriku yang cantik, bukanya gak boleh, takut nya nanti kamu malah capek nungguin aku kerja," ujar Damar yang takut kalo istrinya kecapean akan berpengaruh pada janin yang dikandungnya.


"Bukannya di ruang kerja mas Damar, ada kamar pribadi yang biasa mas pakai buat istirahat, nanti kalo capek Gesit istirahat di kamar mas Damar, boleh ya pliss," ujar Gesit merengek pada Damar


"Tapi sayang......,"


"Ini maunya anak kamu lho mas," ucap Gesit


"Katanya kalo gak diturutin nanti anak nya ileran, memang mas mau anaknya mas Damar ileran," Gesit merajuk memperlihatkan wajah memelas pada Damar


"Oke, baiklah," dengan terpaksa Damar menyetujui permintaan istrinya.


"Kok mukanya kayak gak ikhlas gitu, " Gesit pun terlihat sangat sedih dan hampir menangis.


"Boleh kok sayang, serius," ucap Damar.


"Ya udah aku ke kamar mau siap siap dulu, tungguin, awas saja kalo di tinggal,"


Gesit pun menghampiri Damar yang sedang menunggunya.


Damar pun terkejut melihat apa yang di bawa istrinya.

__ADS_1


"Kita itu mau ke kantor sayangku, istriku, bidadari surga ku, bukan mau piknik, kenapa kamu pakai bawa koper segala," Damar saking gemesnya melihat kelakuan istrinya.


"Mas, di dalam koper ini ada susu hamil, makanan, cemilan, terus baju ganti, dan ada sepuluh buku sains yang nanti akan aku baca, jadi mas gak usah protes," titah istrinya yang menggemaskan.


"What,...," Damar pun semakin terkejut dengan apa yang istrinya bawa.


"Mas bawa kopernya ya , aku mau masuk mobil dulu," titah istrinya.


Seperti terhipnotis oleh perkataan istrinya, Damar langsung membawa koper istrinya dan ditaruh bagasi mobilnya.


Karena adegan drama pagi dengan istrinya, mereka terlambat datang ke kantor.


Mereka langsung bergegas ke ruang kerjanya Damar, dan benar saja ketiga sahabat Damar sekaligus rekan bisnisnya Damar sudah menunggu.


Bukannya menjawab salam , ketiga sahabatnya memandangi perempuan yang datang bersama Damar.


"Tutup mata kalian , jangan memandangi istriku dengan mata mesum kalian," lanjut Damar, membuat ketiga sahabatnya tertawa.


"Hai Gesit, sudah lama tidak bertemu, apa kabar?" tanya Dion salah satu sahabat suaminya.


"Kabar baik, Alhamdulillah," jawab Gesit.


"Sayang, koper kamu sudah mas taruh di kamar pribadi, mas mau meeting dulu sebentar ya, " ujar Damar.

__ADS_1


"Aku mau duduk di kursi mas Damar, nanti mas Damar duduk saja sama rekan bisnisnya mas Damar, dan satu lagi, ambilkan buku bukunya Gesit," titah Gesit.


Damar pun menuruti kemauan istrinya, mungkin kalo kondisi istrinya lagi tidak hamil sudah dia marahin habis habisan.


"Ini bukunya, apa lagi yang mesti diambil bar mas bawa kesini," ucap Damar menahan kesal.


"Ya udah sana, mas Damar meeting, aku mau baca buku," titah Gesit tanpa dosa.


Meeting pun sedikit terganggu karena ulah istrinya, yang sebentar minta minumlah, minta makan, minta cemilan minta ini dan itu.


Sahabatnya Damar memakluminya, apa lagi istrinya Damar sedang hamil muda, pastinya emosi nya sering naik turun.


"Mas, ambilkan makananku, aku sudah lapar lagi," titah Gesit.


Sahabatnya pun tertawa kecil, melihat ekspresinya Damar.


"Sabar saja, kalo istri sedang hamil, mereka itu seperti Bos Dadakan, yang semua kemauan ya harus kita turuti, dan senjata nya sangatlah ampuh," kata para sahabatnya Damar.


" Apa katanya," mereka serempak


"Ini keinginan anak kamu," dan merekapun tertawa.


Kemudian mereka langsung terdiam saat mendengar suara istrinya Damar.

__ADS_1


"Kalian mengumpat ku,"


__ADS_2