
Pagi ini, sang Papa Dan kedua anaknya berkongsi membuat sang mama kesal dan rencananya mereka akan membuat kejutan ulang tahun untuk sang mama.
Suami dan si kembar sudah berangkat ke tempat aktivitas mereka masing masing, hari ini Gesit sengaja tidak mengantarkan twins K ke sekolah, karena harus membereskan kekacauan yang di lakukan oleh suami dan anak anaknya.
"Ada apa dengan hari ini ...., kenapa semua orang di rumah ini bikin aku naik darah, ..., belum lagi mbok Darmi dan mbok Sri bisa bisanya mendadak sakit setelah memasak tadi pagi," Gesit mengomel sendiri di dalam kamar putra nya.
"Mbok Darmi apa masih sakit, kalo masih sakit saya panggil kan dokter, dan mbok Sri bagaimana apa sudah mendingan ?" tanya Gesit.
"Saya dan mbok Sri sudah minum obat sakit kepala yang biasa kami minum nyonya, sebentar lagi pasti enakkan," ujar mbok Darmi.
"Kalo begitu kalian istirahatlah, biar cepet pulih," titah Gesit.
"Baik. nyonya," mbok Darmi dan Mbok Sri bersamaan.
Setelah sang nyonya keluar dari kamar mereka.
" Mbok Darmi, sebenarnya saya tidak tega melihat nyonya mengerjakan pekerjaan rumah sendirian, pasti sangat capek," ujar mbok Sri.
" Kita saja kadang agak kerepotan, itu saja nyonya masih bantuin masak," kata mbok Darmi.
"Tapi tadi pagi tuan sudah pesan, harus ikut bikin nyonya kerepotan, mau bikin kejutan buat nyonya kata tuan Damar," ucap mbok Sri.
__ADS_1
"Kita ikuti kata tuan Damar saja, besok kita minta maaf pada nyonya," kata mbok Darmi.
Menjelang siang. Gesit membuka kulkas untuk mencari bahan-bahan makanan yang akan dimasak untuk makan siang, tapi tidak sesuai dengan keinginan dan pesanan suami dan anak anaknya.
"Mbok Darmi ...mbok Sri, saya mau masak tapi kelihatannya persediaan bahan makanan yang ada tidak sesuai dengan masakan yang di pesan suami dan anak anak," ujar Gesit
"Terus bagaimana nyonya ...," tanya mbok Darmi.
"Begini saja biar saya ke supermarket untuk belanja kebutuhan dapur dan kebutuhan rumah sekalian, mbok Darmi dan mbok Sri istirahat saja," ujar Gesit.
"Baik Nyonya ...,"
" Oh ya , Mungkin saya agak lama, karena banyak yang harus di beli," ucap Gesit.
Setelah Gesit pergi ke supermarket di sebuah mall, dengan di antar supir keluarga nya, datang orang orang dari IO yang dipesan Damar untuk menghias halaman belakang, untuk kejutan ulang tahun sang istri, dengan tema pesta kebun.
Damar juga memesan lewat online, untuk makan siang orang rumah.
Menjelang jam lima sore ada mobil bak datang ke kediaman Damar, membawa belanjaan sang nyonya rumah.
Karena acara nya nanti di halaman belakang , Gesit tidak curiga sana sekali, pada orang orang rumah yang sedang mengerjainya.
__ADS_1
Setelah sholat Maghrib, Damar dan anak anaknya, mulai melancarkan aksinya.
"Mama Kenapa tadi siang papa yang pesan makanan, padahal kami ingin makan masakan mama yang kami pesan dari semalam," kata Keyla dengan wajah memelas.
"Makanan yang papa pesan, sana sekali bukan yang kami mau," ujar Keenan.
"Sayang, tadinya mas pengin makan siang di rumah, tapi malah kamu belanja di mall," ucap Damar.
Gesit pun yang mendengar curhatan suami dan anak anaknya, bukannya iba malah jadi naik darah.
"Mama hari ini seharian capek sendiri tidak ada yang bantuin mama, kenapa dengan kalian hari ini, kenapa bikin Mama marah marah terus bikin Mama capek, tolong dong ngertiin mama," Gesit meneteskan air matanya, karena sedihnya, capek nya tidak di hargai oleh suami dan anak anaknya.
"Mama maafkan kami, kami janji gak akan ngulangin lagi," Keenan dan Keyla bersamaan.
"Kalo begitu, sebagai permintaan maaf kami, kami sudah menyiapkan sesuatu buat istri ku yang cantik" ucap Damar.
Gesit di bawa ke halaman belakang, oleh suami dan anak anaknya.
Sesaat kemudian....
"Happy Milad mama sayang .....," Keenan dan Keyla.
__ADS_1
"Kejutaaaaaan ....," Teriak Damar.
"