Kelembutan Hatimu

Kelembutan Hatimu
Bab. 87. Arumi Bucin


__ADS_3

" Sendiri itu tenang ..., tapi sendiri itu kesepian"


*


*


*


*


*


Seminggu sudah Keenan kembali ke tanah air usai menjalani pendidikan S2 nya di Jepang.


Dan hari hari Keenan sekarang adalah kerja kerja dan kerja.


Sementara Keyla hanya sesekali membantu Keenan karena sekarang dia fokus pada program hamilnya yang mengharuskan dia untuk banyak istirahat dan tidak terlalu stress.


" Ternyata masih beberapa laporan yang belum aku cek ..., padahal ini sudah mau jam pulang kerja," Keenan merapikan mejanya dan memasukkan beberapa laporan keuangan ke dalam tasnya untuk dibawa pulang.


" Coba saja Keyla ada di sini ..., pasti semua pekerjaan akan selesai dengan cepat dan aku nggak perlu membawa beberapa berkas Laporan ke rumah," Keenan bergumam sendiri dan mengingat sosok adiknya yang meskipun menyebalkan tapi sangat terasa sepi sekali saat Keyla nggak ada di kantor.


Tiba-tiba terlintas dipikiran Keenan sosok perempuan berhijab yang dia kenal satu bulan lalu. Perempuan cantik yang begitu santun dan sangat menjaga kehormatannya, pintar dan terlihat sederhana meskipun kelihatannya dia bukan dari sembarangan.


" Arumi Putri Narendra ...., kenapa aku tiba-tiba teringat dia ya. Padahal kita nggak ada hubungan spesial ..., tapi dia itu sangat cantik , sederhana dan elegan juga seksi pola pikirnya. Kok aku jadi muji muji dia ...., wah sepertinya ada yang nggak beres dengan otak aku," Keenan pun berusaha fokus dengan pekerjaannya tapi tetap saja nama Arumi terngiang ngiang dalam pikirannya.


Sebenarnya Arumi itu adik kelasnya meskipun dari segi usia Keenan lebih muda dua tahun karena Keenan loncat kelas dari dia sekolah dasar sampai SMA , dan Arumi sangat mengagumi Keenan bukan saja karena dia genius tapi karena dia juga sangat senang membantu orang orang yang kesusahan.

__ADS_1


Mengagumi dalam diam ..., Arumi terus mencari tau tentang Keenan. Sehingga dia tau kalau Keenan mengambil S2 di negara Jepang ..., kemudian Arumi berkunjung ke tempat saudaranya yang kebetulan merupakan salah satu teman Keenan juga yang mengambil pendidikan S2 tapi beda jurusan.


Tapi Keenan tidak begitu mengenal Arumi, bahkan dia juga tidak ingat kalau pernah satu sekolah dengan Arumi. Memang Arumi bukan siswi populer di sekolah nya. Dari dulu Arumi tidak pernah berpenampilan mencolok ..., sekarang pun dia masih tetap Arumi yang sama. Tanpa makeup ..., tetap natural dan apa adanya.


Karena hal itulah yang membuat Keenan merasa kalau Arumi adalah sosok perempuan yang sangat berbeda dari yang lain.


" Mendingan sekarang aku pulang saja ..., siapa tau kalau sudah di rumah si Arumi Bucin tidak terus nyangkut dipikirkan aku," Keenan pun segera berkemas untuk pulang agar bisa beristirahat sebentar karena masih ada beberapa berkas laporan yang bekerja diperiksa.


Sesampainya di rumah Keenan melihat mobil adik kembarnya siapa lagi kalau bukan Keyla. Keenan pun segera masuk ke dalam rumahnya.


" Nggak biasanya Keyla datang kesini tanpa ngabarin aku duluan. Tapi aku juga sudah kangen sama kembaran aku yang super usil itu," gumam Keenan.


Di ruang keluarga Keenan melihat Keyla sedang berbincang dengan seorang wanita berhijab yang tidak asing lagi buat Keenan.


" Keyla ..., udah lama kamu di sini. Dan kok bisa sama ....," Keenan menghentikan ucapannya.


" Assalamualaikum ..., maaf sudah lancang datang ke rumah kamu tanpa di undang," Arumi yang tau maksud ucapan Keenan langsung meminta maaf karena dia merasa lancang sudah bertamu ke rumah Keenan.


" Oh ya Key ...., Arumi, terusin aja ngobrol ngobrolnya. Anggap saja rumah sendiri," lanjut Keenan.


Arumi makin kagum pada Keenan karena sikapnya yang sangat santun dari dulu nggak sedikitpun berubah.


" Kok bengong ..., atau jangan jangan kak Arumi naksir Abang Keenan ku yang super tampan ya," Keyla menggoda Arumi yang mukanya kelihatan sekali seperti kepiting rebus.


Arumi yang memang tidak bisa menyembunyikan perasaannya hanya menunduk dan tersenyum malu.


" Naksir juga nggak apa apa kak ..., aku malah sangat senang sekali kalau ada yang naksir Bang Ke yang seperti kanebo kering itu dan nggak ada romantis romantisnya sama perempuan," Keyla membuat Arumi semakin malu.

__ADS_1


" Jangan ngomong gitu ..., belum tentu juga kakak kamu itu naksir sama aku. Lagian aku yakin kok ..., kalau Keenan orang yang sangat baik dan santun sekali," ujar Arumi yang tanpa disadari sudah memuji Keenan di depan Keyla.


" Cie ... cie ...cie.Yang sudah terpesona sama Bang Ke di tukang usil. Belum tau saja Abang aku itu kayak gimana ..., nanti kalau kak Arumi sudah tau ..., pasti makin terjerat pesonanya," Keyla kembali menggoda Arumi.


Obrolan Amira dan Keyla diam diam di perhatikan oleh Keenan dan membuat Keenan tersenyum sendiri.


" Maaf den Keenan kenapa kok senyum senyum sendiri ..., jangan bilang kalau Aden lagi depresi alias stress karena terlalu banyak pekerjaan," ucap Mbok Inah yang dari tadi memperhatikan Keenan.


" Aku masih waras mbok Inah yang baik hati ..., memangnya mbok Inah nggak bisa bedain ya antara lagi bahagia atau lagi kena sakit jiwa," Keenan sedikit kesal karena ucapan ART nya itu.


" Maaf den ..., bukan begitu maksud mbok Inah. Habisnya den Keenan senyum senyum sendiri jadinya kan mbok Inah ngira kalau si Aden mah lagi senewen gitu atuh den. Ini mohon maaf mbok Inah teh mau bikinin non Keyla dan temannya minum ..., den Keenan mau di bikinin minum juga ?" mbok Inah pun bertanya pada Keenan mau di bikinin minum sekalian atau tidak.


" Boleh juga Mbok ...., nanti bawa ke halaman belakang saja ya mbok ke tempat biasa saya istirahat kalau baru pulang dari kantor," Keenan pun menuju ke halaman belakang ...., di sana ada seperti balai balai yang mirip gardu ronda tapi lebih luas lagi dan di sana juga sangat sejuk karena ada di atas kolam ikan dan di tengah tengah kebon sayuran dan buah buahan organik milik keluarga Keenan.


" Den Keenan ..., ini jus nya. Mbok Inah kembali ke dapur dulu ya den. Mau bikin cemilan buat Aden dan non Keyla," Pamit mbok Inah.


" Tunggu mbok ..., si Keyla dan Arumi sudah lama di sini? " tanya Keenan.


" Belum atuh den ..., Beberapa saat sebelum Aden sampai di rumah," Jawab mbok Inah.


" Ya sudah mbok Inah kembali ke dapur saja," Keenan pun asik menikmati suasana sore di halaman belakang dan tanpa disadari Keyla dan Arumi datang karena Arumi hendak berpamitan mau pulang. Saudara Arumi ..., Arman sudah di depan rumah Keenan untuk menjemput Arumi.


" Bang Ke ..., Arumi mau pamit pulang dulu. Saudara Arumi ..., Arman sudah ada di depan mau jemput Arumi tapi katanya mau ketemu Bang Ke sebentar," Keyla menyampaikan pesan dari Arman untuk Keenan.


" Arman ..., sepertinya nama itu sangat familiar ...," batin Keenan.


" Iya sebentar ..., " ucap Keenan.

__ADS_1


Sesampainya di depan Keenan terkejut ternyata yang datang Arman teman kuliah S2 nya di Jepang yang beda jurusan itu.


" Lu ..., kok sudah ada di Indonesia. Katanya masih ada urusan yang belum kelar," setau Keenan waktu Keenan kembali ke Indonesia Arman masih sibuk dengan tesis nya yang belum selesai.


__ADS_2