Kelembutan Hatimu

Kelembutan Hatimu
Tantangan Baru


__ADS_3

Menjadi orang yang peka terhadap lingkungannya, meskipun usianya masih sangat belia mungkin masih dalam kategori anak anak yang umur dibawah sepuluh tahun.


Mungkin sebagian orang banyak nggak percaya kalau Keenan dan Keyla mereka adalah milyader usianya yang masih belia.


Dan mereka adalah seorang pejuang yang sedang bergerilya untuk membantu orang orang yang kesusahan di sekitarnya.


Entah berapa orang yang telah bisa meningkatkan taraf kehidupan mereka yang tadinya tidak punya apa apa sekarang menjadi jauh lebih layak hidupnya dari sebelumnya.


Sebelum sampai rumah Keenan dan Keyla seperti biasa mendatangi beberapa orang yang baru saja mereka bantu dan menanyakan apa ada kesulitan mengelola uang yang mereka donor kan untuk usaha mereka.


Mereka akan membantu caranya mengelola dan memasarkannya agar mereka bisa merubah hidupnya lebih baik dari sebelumnya.


" Oh ya kak, mama pasti sudah nungguin kita. Sepertinya kita sudah terlalu lama bermain dengan orang orang dewasa di luar sana," ucap Keyla.


" Iya kebanyakan mereka yang kita jumpai sebenarnya bukan orang bodoh tapi cenderung pemalas dan berpikiran instan," ucap Keenan.


" Kepengin banyak uang tanpa harus bersusah payah bekerja terlebih dulu, sungguh sangat miris," ucap Keyla.


" Itulah tantangan tersendiri buat kita, bagaimana cara menyadarkan mereka kalau ingin hidup yang layak harus berusaha tidak hanya dengan kongko kongko dan mengharapkan bantuan dari orang saja," ucap Keenan.

__ADS_1


" Ya udah lah, kita pulang saja, sudah sore juga," ucap Keyla.


Mereka yang memang dari tadi ada di rumah singgah dan rumah makan gratis milik keluarganya bergegas pulang ke rumahnya.


Sesampainya di rumah sang mama sudah duduk manis di ruang keluarga tentunya dengan sang papa.


" Assalamu'alaikum. Twins K pulang mah, Pah," ucap Keenan dan Keyla bersamaan.


" Wa'alaikum Salam. Duh sayang sayangnya mama baru pulang," ucap sang mama.


" Bagaimana semuanya aman nak ?" tanya sang papa.


" Aman kok Pah, rumah singgah dan juga rumah makan gratis milik kita aman terkendali," ucap Keenan.


" Sini nak mama pijitin kakinya biar nggak pegel pegel, gantian ya kakak dulu baru adek," ucap sang mama.


" Kakak sama mama , adek sama papa tampan," ucap sang papa.


" Harusnya kita yang mijitin mama papa, bukan sebaliknya," ucap Keenan.

__ADS_1


" Nggak apa apa nak, kalian kan sudah banyak bantu papa dan mama," ucap sang papa.


Akhirnya Gesit dan Damar memijit kaki anak kembarnya.


Keenan dan Keyla begitu bahagia mendapatkan perlakuan istimewa dari kedua orang tuanya.


" Masih pegel nak ?" tanya sang mama.


" Udah baikan mah, Pah. kita mau mandi dulu udah bau asem nanti bisa bisa mama dan papa pingsan," ucap Keyla.


" Ya sudah kalian mandi dulu bersih bersih dandan yang rapi kita nanti mau makan malam di luar hunting kuliner yang kalian sukai," ucap sang mama.


" Terima kasih mah, Pah. We Love You," ucap Keenan.


" Sama sama sayang, We Love You more," ucap sang mama.


Keenan dan Keyla pun pergi ke kamar mereka masing masing untuk mandi dan bersih bersih karena seharian ini badan mereka lengket dan berkeringat.


Setelah anak anaknya selesai mandi mereka pun bersiap siap untuk menjalankan kewajiban mereka sebagai seorang muslim.

__ADS_1


Kemudian mereka berangkat jalan jalan dan makan di tempat favorit anak anaknya untuk makan malam.


Di dalam mobil, Keenan berpikir bagaimana cara mengubah pola pikir seseorang agar bisa mengubah pola hidup seseorang.


__ADS_2