
Malam pun mulai larut, anak anak sudah masuk ke kamarnya masing-masing. Tinggallah sepasang suami istri duduk berdua di sofa ruang keluarga.
" Sayang, aku boleh tanya sesuatu, tapi tolong jawab yang sejujur jujurnya," ucap Damar pada istrinya tercinta.
" Serius amat memangnya suamiku mau tanya apa sih ," ujar Gesit istrinya.
" Di titik tertentu terkadang aku merasa jenuh dengan semua rutinitas ku yang setiap hari hanya itu itu saja, dan di sisi lain aku punya tanggung jawab untuk menjalankan tugasku sebagai Presdir sebuah perusahaan," ucap Damar.
" Kalau kita bulan madu lagi bagaimana sayang, untuk refreshing dan menghabiskan waktu beberapa hari hanya dengan istri tersayang," lanjut Damar.
Memang benar apa yang di katakan suaminya selama ini mereka selalu di sibukkan dengan urusan pekerjaan bahkan waktu untuk keluarga saja terkadang tidak ada. Untung saja anak anak mereka sangat paham dengan pekerjaan papanya.
Bahkan mereka juga tidak pernah menuntut banyak hal dari kedua orangtuanya.
" Nanti ya mas,kita bicarakan lagi dengan anak anak juga, bagaimanapun mereka harus dikasih tau agar mereka juga mengerti," ucap sang istri.
" Sebelum kita bulan madu yang tempat yang jauh kita cicil di rumah dulu bagaimana, buat pemanasan nanti kalau kita sudah di luar negeri," ucap Damar sambil mengedipkan sebelah matanya pada sang istri tercintanya.
__ADS_1
" Itu sih maunya mas Damar, mau dikasih tiap hari pun pasti mau," ucap sang istri.
" Ya kan memang suami istri itu harus begitu, lebih sering lebih bagus, selain ngilangin stress, kita juga jadi awet muda sayang," ujar Damar
Sang istri pun yang mendengar penuturan suaminya hanya bisa geleng-geleng kepala.
" Boleh, tapi satu ronde saja ya mas," tawar istrinya.
" Baiklah satu ronde pun tak apa dari pada di Jeki tidak masuk ke gua nya," ucap Damar.
Hingga tengah malam, mereka baru mengakhiri pergulatan panas mereka.
Kemudian mereka bersih bersih dan meneruskan istirahat mereka yang tertunda.
Keenan dan Keyla pagi ini bersepeda menuju tempat favoritnya di alun alun kota untuk makan bubur ayam cing Ramli yang paling di minati oleh banyak muda mudi yang sedang olah raga pagi di alun alun kota setiap hari.
Setelah itu mereka mengunjungi sebuah panti asuhan di pinggir kota, untuk bermain dengan anak anak panti dan memberikan sedikit bantuan untuk mereka.
__ADS_1
Sementara orang tua mereka menghabiskan waktu berdua dengan pergi ke sebuah pantai yang masih alami.
" Setiap kali ke sini aku teringat pertama kali mengajak kamu berdua setelah sah menjadi suami istri," ucap Damar.
" Iya juga ya mas, tapi pantai ini masih sama seperti pertama kali kita datangi. Nggak ada yang berubah sama sekali," ucap sang istri.
Mereka pun menikmati keindahan pantai di pagi hari sebelum matahari terbit menyinari bumi.
" Kalau saja anak anak bisa ikut pasti mereka akan senang sekali," ucap Damar.
" Ya mereka itu unik tidak seperti anak anak seumuran mereka yang selalu bergantung pada orangtuanya," ujar Gesit istrinya.
" Keenan dan Keyla sekarang sudah menginjak usia remaja dan mereka lebih suka memanfaatkan waktu luang mereka dengan melakukan hal-hal yang berguna bagi orang orang di sekitarnya," ujar Damar.
" Dan pada saatnya nanti mereka menggantikan papa mereka, pasti papa tidak khawatir karena sudah di serahkan pada ahlinya," ujar sang istri.
" Sebentar lagi mereka pasti sudah bisa membantuku mengurus perusahaan, skill mereka sudah tidak di ragukan lagi," batin Damar.
__ADS_1