
Setelah jadwal kuliah selesai Keenan dan Keyla langsung menuju kantor perusahaan papa mereka.
Karena mereka sudah di tunggu oleh asisten pribadi mereka, katanya ada client yang ingin bertemu dengan mereka berdua.
" Maaf pak Ridwan kita sedikit terlambat," ucap Keenan pada asisten pribadinya.
" Maaf tuan Keenan ada client yang ingin bertemu dengan tuan," ucap pak Ridwan.
" Baik, saya tunggu di ruangan saya," ucap Keenan.
Beberapa saat kemudian client yang hendak bertemu dengan Keenan dan Keyla sudah di persilahkan masuk oleh mereka.
" Maaf bapak harus menunggu lama, karena kita tadi ada jadwal kuliah yang tidak bisa kita tinggalkan," ucap Keenan.
" Perkenalkan saya Reyhan Presdir perusahaan Elektronik Reyhan Company," ucap Reyhan.
" Dan saya Keenan, ini adik kembar saya Keyla. Kami disini mewakili papa saya Damar Wijaya ," ucap Keenan.
Kemudian mereka berbincang bincang mengenai kerja sama yang hendak di ajukan oleh perusahaan Elektronik Reyhan Company.
__ADS_1
" Kita akan pelajari dulu, satu dua hari lagi akan kita kabari," ucap Keenan.
" Keyla tolong draf kerja sama yang di ajukan pak Reyhan kamu pelajari dulu, nanti kamu jelaskan pada kakak ya," titah Keenan.
" Baiklah kak , siap laksanakan," ujar Keyla.
Dari tadi Reyhan memperhatikan kakak beradik kembar yang potensinya luar biasa yang ada di hadapannya.
" Mohon maaf, saya ingin bertanya tapi di luar draf kerja sama yang saya ajukan,". ucap Reyhan.
" Silahkan, dengan senang hati kita akan menjawabnya.
" Kita baru tahun ini menginjak usia lima belas menit, apa ada yang aneh dengan saya dan adik saya," ucap Keenan
" Wow, saya sungguh tidak menyangka bisa bertemu dengan duo genius, Presdir yang masih remaja yang kemampuan bisnisnya di atas rata-rata, betapa beruntungnya saya," ujar Reyhan.
" Bahkan anda berdua sepuluh tahun di bawah saya, dengan kemampuan menguasai delapan bahasa asing, amazing benar benar sempurna," ucap Reyhan.
" Anda sudah tahu, padahal kita berdua tidak pernah menunjukkan kemampuan kita hanya pada saat di butuhkan saja," ucap Keenan.
__ADS_1
" Anda terlalu merendahkan diri, padahal semua kalangan pengusaha sudah banyak membicarakan kemampuan anda dan adik kembar anda yang sudah bisa menggantikan papa anda di usia yang masih belia," ujar Reyhan.
" Terima kasih, tapi pak Reyhan terlalu berlebihan, mungkin di luar sana masih banyak orang orang yang lebih berkompeten di bandingkan kita," Ujar Keenan.
" Baiklah saya pamit undur diri, dan senang bisa berkenalan dengan Tuan Keenan dan juga nona Keyla, mudah mudahan kita bisa bekerja sama nantinya," ucap Reyhan.
" Kita juga senang bisa berkenalan dengan anda pak Reyhan," ujar Keenan.
Kemudian Reyhan pun keluar dari ruangan Keenan dan Keyla.
" Kak Keenan, pak Reyhan ganteng juga ya. Coba saja kalau umurku sudah dua puluh tahun pasti aku akan memasukkan pak Reyhan sebagai calon suami idaman," ucap Keyla.
" Lebay lu, setiap ada yang bening dikit di masukin agenda. Masih gantengan kakak kemana mana, Presdir muda yang berkarisma," ucap Keenan membanggakan dirinya.
" Nggak apa apa lagi kak, itu wujud Keyla mensyukuri nikmat Nya, yang sudah memberikan mata yang indah pada Keyla,"
" Setidaknya Keyla bisa cuci mata, nggak selalu melihat Presdir muda yang membosankan di depan Keyla," ucap Keyla.
Kemudian Keyla membicarakan draf kerja sama yang di ajukan oleh Elektronik Reyhan Company, sesuai dengan apa yang di cermati oleh Keyla.
__ADS_1
" Bagaimana menurut kak Keenan, yes or no ?" tanya Keyla.