
"Kejutan ...., Happy Milad sayang selamat ulang tahun," Danar memeluk dan mencium kening istrinya.
"Keenan juga mau peluk mama,"
"Keyla juga mau ....,"
Mereka pun berpelukan, dan pesta kecil Keluarga Damar terasa begitu di penuhi kebahagiaan.
"Mama ...., masih ada satu kejutan lagi," ujar Keyla.
"Oh ya ..., apalagi sayang," ucap sang mama.
"Mama tutup mata dulu ..., hitungan ketiga baru di buka ..., oke mam," Keenan memberikan aba aba pada mamanya.
"Satu ..... dua ..... tiga , mama buka mata," aba aba dari Keenan berakhir dan sang mama membuka matanya.
"Happy milad sayangnya mama, selamat ulang tahun, sehat selalu ya dan semoga kita sekeluarga selalu dalam lindungannya," Bu Dewi memeluk menantu nya dengan erat melepaskan kerinduannya pada sang menantu.
"Maafin mama, karena mama bilang gak bisa berkunjung ke rumah kalian karena masih banyak pekerjaan yang harus mama urus ..., mama bohong sayang," Bu Dewi pun meminta maaf pada menantu nya.
"Sudahlah mam, Gesit tau pasti ini juga kerjaannya twins K dan papanya,"
__ADS_1
"Yang penting sekarang Gesit bahagia bisa berkumpul bersama dengan formasi lengkap,'
"Apa kalian tidak memberikan sesuatu pada mama sebagai hadiah?" Gesit menggoda anak anaknya yang dari tadi sibuk dengan makannya.
"Pasti ada dong mam ..., Keenan dan Keyla sudah membuat hadiah khusus untuk mama," Keenan memberikan sebuah kotak perhiasan kecil pada mamanya.
"Bukalah mam ...., kami membuat nya untuk mama," ujar Keyla.
"Indah sekali ..., terima kasih sayang sayangnya mama," Gesit pun menciumi pipi kedua anaknya.
Sepasang anting yang diberikan si kembar, bukan hanya sebagai perhiasan tapi juga alat dengan komponen khusus untuk melindungi mamanya.
"Hadiah dari suamimu yang tampan ini, nanti ya ada di kamar ..., nanti kita buka bukaan bersama," Bisikan Damar membuat mata istrinya melotot.
"Oh ya karena Oma juga sudah membantu kami,...., kami juga ada hadiah untuk Oma," Keyla memberikan kotak perhiasan yang sama seperti yang di berikan pada mama nya.
"Terima kasih sayang, ...., Oma sangat menyayangi kalian cucu cucunya Oma,"
Damar dan keluarga nya bercengkrama, menikmati kebersamaan mereka.
Malam pun mulai larut, kemudian mereka memutuskan untuk kembali ke dalam rumah ke kamar mereka masing masing untuk beristirahat.
__ADS_1
Di dalam kamar nya Damar menyiapkan sedikit kejutan untuk istrinya. Ketika Gesit kelar bersih bersih dan keluar dari kamar mandi, Gesit melihat sesuatu di atas meja riasnya.
"Istriku sayang, terima kasih sudah menjadi cahaya kebahagiaan untuk suamimu yang sangat tampan ini dan juga anak anak kita, dan hadiah ini memang tidak sebanding dengan lelah mu, tapi aku memberikan pada mu dengan penuh cinta,"
"I love You My Wife"
Secarik kertas di samping sebuah kotak hadiah yang diberikan Damar kepada istrinya.
"So sweet banget sih suamiku ...., jadi makin cinta deh," Gesit segera membuka kotak hadiah dari suaminya.
"Masya Allah ...., kalung berlian. Kenapa beli hadiahnya yang mahal mahal, tapi tunggu kok kalungnya inisial DD ..., Damar Dinda," gumam Gesit.
"Kalo inisialnya DG ...., seperti merk kaos....," kata Damar yang baru saja masuk kamar,
"Damar .... Gesit , lumayan bagus sih. Apa mau di ganti saja, nanti mas bawa ke toko nya untuk diganti inisial nya," ujar Damar.
"Gak usah sayang, aku lebih suka yang ini, Damar Dinda ..., kenapa sih dulu pakai di ganti Gesit panggilan nya," protes Gesit.
"Ya udah ...., besok lagi panggilnya mana DeDe . bagaimana sayang,"
"" Terserah ...., suka suka mas Damar ....,'
__ADS_1