
Hari Minggu ini, Damar sekeluarga tidak ada rencana liburan seperti biasanya.
Damar sengaja bangun agak terlambat, karena masih ngantuk efek olah raga malam dengan istrinya tadi malam hingga dini hari, untuk melepaskan hasrat mereka.
Sementara sang istri sudah dari habis subuh tadi, berada di tempat favorit nya untuk memasak berbagai menu makanan dan juga cemilan, untuk anak anak dan suaminya.
Dan anak anaknya setelah sholat subuh tadi, berlatih bela diri saling adu ketangkasan, di dampingi seorang pelatih.
Menjelang sarapan paginya, suaminya pun bangun dengan wajah fresh, dan senyum ceria.
"Pagi twins K kesayangan papa,...., pagi juga istri cantik papa,"
"Pagi papa, sepertinya pagi ini papa bahagia sekali," ujar Keenan.
"Itu leher papa kok merah, papa di gigit nyamuk ya, kalo digigit nyamuk dioles minyak telon, biar gak gatal lagi Pa," ucap Keyla.
"Jan tiap hari papa juga bahagia, dan soal ...., lehernya papa, nanti papa olesi minyak telon biar gak gatal lagi,"
Gesit yang mendengar obrolan suami dan anak anaknya mulai gak sehat, karena Gesit tau suaminya kadang tidak di rem dulu bicaranya, hingga yang tidak seharusnya anak anaknya dengar, dan belum saatnya anak anaknya tau.
"Baiklah papa sayang, dan juga twins K, sudah waktunya sarapan, ...., Keen pagi ini kamu yang pimpin doa,"
"Baiklah mam, ....," Keenan kemudian memimpin doa.
Mereka pun sarapan dengan tenang, tanpa ada suara.
Setelah selesai sarapan.
" Papa mau ke halaman belakang, kalian ikutlah nanti kita belajar berkebun,"
"Oke papa ...., let's go,"
__ADS_1
"Kalian duluan, mama mau bantu mbok Darmi dan mbok Sri beberes,"
Damar dan twins K, sudah berada di kebun sayuran mereka.
mereka masing masing memegang cangkul kecil untuk menyiangi rumput yang mengganggu pertumbuhan pohon sayurnya.
"Bagaimana sekolah kalian sayang," sang Papa membuka obrolan nya.
"Membosankan ....,' jawab twins K bersamaan.
"Kalian kompak sekali ....," sang papa menggoda twins K yang menggemaskan.
"Papa lupa, kalo kami kembar," ucap Keenan sambil merangkul pundak saudarinya.
"Ya begitulah, terkadang papa juga lupa ...., kalo papa sudah punya anak," Damar tersenyum jail, mengerjai anak kembarnya.
"Papaaaaaa .....," teriak Keenan dan Keyla bersamaan.
"Hey ...., papa bercanda sayang sayangnya papa, mana ada papa lupa kalo Pama punya anak," Damar menormalkan keadaan lagi.
Akhirnya mereka meneruskan aksinya, berkebun.
Damar mengajari anak anaknya, bagaimana cara yang benar menanam dan merawat tanamannya,. baik itu tanaman bunga atau tanaman sayur mayur nya.
"Papa dulu belajar dimana, kok bisa menjadi pengusaha agri bisnis padahal kata mama papa seorang kontraktor," tanya Keyla.
"Memang nya Keyla tidak tau, belajar dari Opa ..., benar kan pap,"
"Good boy ..., benar sayang,' jawab sang papa.
"Kalian istirahatlah dulu, mama sudah buatin cemilan kesukaan kalian," titah sang mama.
__ADS_1
Mbok Darmi dan mbok Sri sudah menggelar tikar dan juga menata cemilan dan buah buahan di atas tikar.
"Minumlah jus jeruk nya, kalian haus kan," titah Gesit pada suami dan twins K anaknya.
"Mam, kami bosan, sekolah di TK, tahun depan tolong daftarkan kami di SD ya mam, please ....,"
Keenan berusaha membujuk mamanya.
"Iya mam, pelajaran nya sangat membosankan dan mama tau teman teman kami sangat kekanak-kanakan," Keyla menimpali ucapan Kakak kembarnya.
"Mama akan pertimbangkan nanti, kalian makanlah cemilan buatan mama dan Mbok Darmi, kalian pasti suka," sang mama menanggapi curhatan si jembar dengan tenang.
Damar pun tersenyum, melihat twins K merayu mamanya.
"Bukannya kalian masih anak anak, bahkan masih balita," Damar menyela pembicaraan mereka.
"Papa kami sudah besar ...., jangan selalu menganggap kami anak kecil," protes Keenan.
"Papa saja ...., sudah berumur tidak malu manja manja pada mama di depan kami," ucap Keyla.
"Kalian mau tau, kenapa mama masih kekeh kalian sekolah Di TK dulu,"
"Sebenarnya mama bisa menyekolahkan kalian di SD, tapi sebagian besar umur untuk kelas satu SD itu tujuh tahun sayang, sementara kalian masih empat tahun kurang, nanti jarak umur kalian dengan teman teman kalian terpaut cukup jauh, mungkin untuk pelajaran sekolah mama tidak meragukan kalian,"
"Bahkan untuk pelajaran setingkat SMA pun kalian sudah paham, tapi mama hanya memikirkan pergaulan kalian nanti, karena mama berharap kalian bersosialisasi dan mengenali orang orang disekitar kalian dengan bijak, mana yang baik dan mana yang tidak pantas atau bahkan tidak baik kalian harus bisa membedakan. Karena mendapat teman atau orang tulus itu tidak mudah,"
Damar pun menjadi penengah antara istrinya dan juga anak anaknya.
"Dengerin papa ya, mana kalian hanya tidak mau kalian salah pergaulan salah mengenal orang, jadi kalo kita sudah berbaur , kita harus bisa mengenal dulu bagaimana sifat
, watak dan karakter orang yang kita kenal, ..., papa yakin kalian paham maksud omongan papa,"
__ADS_1