Kelembutan Hatimu

Kelembutan Hatimu
Jalan Jalan Di Pantai


__ADS_3

Tengah malam Gesit bangun, karena belum melaksanakan sholat isya. kemudian dia tidur lagi menyusul Damar di ranjang king size nya, dan tidur dengan memeluk suaminya.


Menjelang subuh mereka pun bangun, kemudian mereka bersih bersih selanjutnya malaksanakan sholat subuh berjamaah.


Damar menepati janjinya untuk mengajak Gesit istrinya ke sebuah tempat.


"Sayang, kamu mau ajak aku kemana, pagi-pagi sekali kita perginya," ujar Gesit.


"Ada deh, nanti kalo aku bilang bukan kejutan dong namanya,"


"Bahagianya , di kasih kejutan terus sama suamiku," kata Gesit.


"Emm, maunya,...," ucap Damar.


"Emang benar kan, aku selalu di manjain dan sering juga dikerjain suamiku,"


"Tapi enak, iya kan," goda Damar.


"apanya tuh yang enak,. capek iya," sela Gesit.


"Bener kan sayang, Capek tapi nikmat,' goda Damar.


"Oh aku tau kemana arah omongan mas Damar, pasti itu ...., Gesit menjeda kalimatnya. Dasar mesum, jangan jauh jauh pikiran mas Travelling nya, ntar capek beneran," timpal Gesit.

__ADS_1


"Mas cuma bercanda kok sayang, tapi mesumnya suami pada istrinya termasuk ibadah, iya kan sayang,"


"Ya udah bekelnya di makan dulu, kamu pasti lapar, kasihan calon baby twins kita, kalo kamu telat makan," sela Damar.


Satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di tempat yang di tuju.


"Masya Allah, indah sekali mas, dan lihatlah mas ada matahari terbit," ujar Gesit dengan ekspresi yang sangat bahagia.


"Alhamdulillah, syukurlah kalo kamu suka,"


Pantai. yang mereka kunjungi, masih alami tidak ada resto di sana, hanya ada warung kopi dan juga warung kecil yang hanya menyediakan lontong pecel dan jajanan khas pantai yang harganya sangatlah murah dan terjangkau oleh kalangan menengah ke bawah.


Damar dan Gesit berjalan bergandengan di bibir pantai, terkadang Damar mengecup pucuk kepala istrinya.


" Mas Damar, duduk sini dulu, aku sedikit capek, kita istirahat dulu ya mas," pinta Gesit.


Pagi sampai menjelang siang mereka habiskan bersantai di pantai, dan semakin siang semakin banyak pengunjungnya karena weekend.


Jam sebelas siang mereka kembali ke kota untuk pulang ke kediaman mereka..


"Sayang, kamu capek?" tanya Damar.


"Calon baby twins papa , kalian sana nama istirahatlah dulu, biar nanti fress lagi,"

__ADS_1


"Iya papa, kamu istirahat dulu, we love you papa," ucap Gesit seolah olah meniru Jan suara anak anaknya.


"Papa keruang kerja dulu ya, momy and calon baby twins papa,"


Damar, merasa. sangat bersyukur atas nikmat dan karunia yang Allah berikan padanya.


"Sayang, nanti habis sholat Zuhur aku tunggu mas dimeja makan,"


"Ya sayang , mas hanya sebentar kok, tungguin ya,",kata Damar.


Setiap weekend sebenarnya Damar lebih suka di kebunnya, mengurus tanaman organik dan hidroponik nya.


"Mas, mas Damar, kamu dimana mas?"


Dari toilet. sayang, ada apa?"


"Mas Damar mau ke kebun sayuran, mau menyiangi rumput dan memberikan pupuk organik," ucap Damar


"Aku ikut ya mas, ikut nyiangi rumput nya," pinta Gesit.


"Sayang, istriku yang super cantik, duduk saja di kursi panjang sambil baca buku sains kamu, oke ,"


"Baik lah mas, aku juga sedikit capek, habis dari pantai tadi, aku duduk sini ya mas," ujar Gesit.

__ADS_1


"Tapi besok kamu beliin aku buku sosiologi, buku sains nya sudah selesai dibaca, tinggal yang aku baca sekarang,"


"Iya, besok mas beliin," ucap Damar


__ADS_2