
Perpustakaan mini yang di desain dengan apik pun sudah jadi, untuk rumah buku bukunya sang istri.
Sekarang Damar sedikit membatasi waktu istrinya, untuk membaca buku-buku nya.
Sesuai anjuran dokter kandungan, istrinya disarankan untuk melakukan kegiatan yang bisa membantu lancarnya jalannya lahiran si kembar.
Memasuki bulan ke sembilan kehamilan sang istri, Damar lebih sering berada di rumah, untuk menemani istrinya, dan berjaga jaga, karena dokter bilang terkadang waktu lahiran tidak sesuai dengan Hari Perkiraan Lahir yang diagnosa dokter kandungan, terkadang bisa maju atau pun mundur.
Akhir-akhir ini istrinya sering mengalami kontraksi palsu, dan Damar sendiri kadang merasa ngilu, melihat perut istrinya yang tiba tiba merasakan tendangan dari calon baby twins nya.
"Maafkan mas ya sayang, tidak bisa membantu mengurangi rasa kesakitan kamu, saat baby twins kita menendang perut kamu," Damar merasa kasian melihat istrinya yang tiba-tiba meringis menahan sakit nya.
"Allahuakbar...., sayang anak anaknya mama, kalian sudah gak sabar ya, pengin main sama papa mama," Gesit mengobrol dengan baby twins nya yang masih dalam kandungan nya.
"Mama yakin, kalian anak anak yang luar biasa, dan kalian sangat aktif sayang, semoga kelak kalian jadi anak Gesit seperti nama mama, untuk urusan dunia dan akhirat,"
"Aamiin ....," Damar mengaminkan ucapan istrinya.
__ADS_1
Kurang satu Minggu dari hari perkiraan lahiran, Gesit sudah sering mengalami kontraksi, dan sudah keluar flek dari jalan lahir baby twins nya.
Sehingga Damar memutuskan untuk membawa istrinya ke rumah sakit.
Setelah di periksa ternyata sudah pembukaan lima, jadi dokter menyarankan untuk tinggal di rumah sakit, menunggu pembukuan penuh, karena Gesit menginginkan lahiran normal.
"Sabar ya sayang, mas yakin kamu adalah mama yang hebat, yang kuat dan yang luar biasa," Damar menyemangati istrinya.
Jam demi jam yang dilaluinya serasa panjang, hingga dokter memberi tahu kalau istrinya sudah masuk pembukaan penuh, yang artinya, sebentar lagi baby twins nya sebentar lagi akan lahir.
Damar terus berada di dalam ruang bersalin, mendampingi sang istri, dan mengusap pucuk kepala istrinya, meniup pucuk kepala istrinya agar tidak tertidur.
Dan kemudian.
Oek oek oek , suara tangisan bayi pertama yang lahir, bayi laki laki yang tampan, dan menggemaskan.
Lima menit kemudian.
__ADS_1
Oek oek oek , tangisan kedua terdengar lagi, bayi perempuan yang sungguh cantik pun lahir dengan selamat.
"Maaf, kedua bayi bapak sudah kami bersih kan dan silahkan bapak adzan di telinga sebelah kanan bayi bayi bapak," titah sang dokter.
Damar pun menyuarakan adzan ditelinga, anak laki-laki nya terlebih dahulu, setelah itu ke anak perempuan nya.
"Sayang, terima kasih, sudah melahirkan sepasang baby yang tampan dan cantik, maafkan aku suamimu yang mungkin tanpa sengaja membuat kamu sakit hati, atau membuat kamu sedih," ucap Damar.
"Mas, kamu adalah suami terbaik yang Allah kirim untuk ku," ucap Gesit sambil mengelus kepala suaminya.
"Oh ya, baby twins nya dikasih ASI pertama nya dulu, kata dokter itu sangat baik untuk baby twins kita," titah Damar.
Satu persatu baby twins nya dilatih menyusu untuk pertama kalinya, dan Danar tertegun melihat sepasang baby twins nya begitu lincah menyusu pada mamanya.
"Subhanallah, terima kasih ya Allah, Engkau telah memperlihatkan kuasa Mu serta kebesaran Mu kepada hamba. Hamba merasa begitu hina begitu kecil dihadapan Mu, ampuni hamba Mu ini karena sering melakukan hal hal yang Engkau larang," batin Damar dan tak terasa buliran bening turun dari netra Damar.
"Siapa nama baby twins kita sayang?" pertanyaan Gesit membuyarkan lamunan Damar.
__ADS_1
..."KEENAN dan KEYLA,"...