
Setelah mendapat penjelasan dari Papa mereka, akhirnya mereka paham dan mengerti alasan Mama dan Papanya.
"Keen tau Pa, kalo kita sudah tau Sifat, watak dan juga karakter seseorang kita bisa mengambil sikap ..., benar kan Pap?"
"Good boy ..., benar sayang," jawab sang Papa.
Akhirnya drama mereka di kebun sayuran pun selesai.
"Oh ya mam, Keyla mau belajar mengaji di tempat ustadz Zacky ..., kemarin sore Key dan kak Keen mau belajar mengaji di sana, tapi kata ustadz Zacky, Papa di suruh mendaftarkan kami dulu, kenapa sih Pap,"
Tanpa sepengetahuan Mama Papanya, Keenan dan Keyla mendatangi ustadz di dekat kompleks masjid perumahan tempat mereka tinggal.
"Kalian tau, memberikan pendidikan yang baik pada anak anaknya adalah tugas orang tua nya, tugas Papa dan Mama," Damar menjelaskan.
"Jadi ..., dengan mama dan papa mendaftarkan kalian secara langsung, berarti mama dan papa sudah menggugurkan syaratnya, apa yang menjadi tanggung jawab mama papa sebagai orang tua kalian di limpahkan pada orang yang lebih paham atau orang yang memang ahlinya,"
"Dengan kata lain, mama papa tetap dapat menjalankan tugas mama papa mendidik kalian dengan mencari orang yang memang ahli di bidangnya, karena mama papa juga masih belajar masalah agama,"
"Atau papa mengundang ustadz Zacky ke rumah kita saja, agar mama papa dan semua orang rumah bisa ikutan belajar?" ujar sang papa.
"No papa ...., kami ingin punya banyak teman di luar rumah, iya kan dek," Keenan menyenggol lengan Keyla minta persetujuan.
"Baiklah ...., nanti Sore papa daftar kan kalian ke ustadz Zacky," Damar menyetujui permintaan anak anaknya.
__ADS_1
Sebenarnya Damar juga ada niat lain, Damar juga mau mengundang ustadz Zacky untuk membimbing keluarga intinya beserta orang orang yang bekerja di rumah nya untuk belajar mengkaji ilmu agama, setidaknya satu Minggu sekali.
Setelah kembali dari tempatnya ustadz Zacky, di rumah sudah ada tamu, pak Zainal ketua pengurus Masjid kompleks yang datang.
"Assalamu'alaikum ...,"
"Wa'alaikum Salam .....,"
"Ada pak Zainal rupanya, apa kabar pak," ujar Damar.
"Alhamdulillah baik pak Damar," jawab pak Zainal.
"Begini pak Damar, maksud kedatangan saya ke sini yang pertama silaturahmi dan yang kedua saya mewakili pengurus masjid yang lain mengundang pak Damar untuk hadir di masjid kompleks guna membahas acara Maulid dan sunatan massal yang akan di adakan bulan depan,"
"Kalo begitu saya permisi pulang dulu,"
"Assalamu'alaikum ....," Pak Zainal pun meninggalkan pelataran rumah Damar.
Keluarga Damar merupakan salah satu donatur tetap masjid kompleks perumahan nya, bukan hanya kalau ada kegiatan besar saja tapi setiap bulan pasi Damar menyisihkan penghasilan nya untuk pengembangan masjid kompleks.
"Anak anak bagaimana ...., sayang,' tanya sang istri.
"Mereka kelihatan sangat bahagia, bisa berkumpul dan belajar mengaji dengan teman temannya," ujar Damar.
__ADS_1
"Syukurlah ...., mereka memang twins istimewa kita," ucap sang istri.
"Sayang, di dekat masjid bukannya ada lahan kosong, kenapa gak kita beli saja," usul sang istri.
"Untuk apa, nurutin dunia gak ada habisnya, sayang," ujar Damar.
"Makanya sayang dengerin dulu, istrinya lagi ngomong juga belum selesai,"
"Dibangun TPQ buat ngaji anak anak, bukan hanya anak kompleks aja,"
"Nanti ustadz Zacky yang ngurus TPQ nya," lanjut Gesit.
"Nanti mas cari tau dulu, lahannya dijual atau tidak, atau mungkin tidak ada niat di jual tapi boleh. di beli," kata Damar.
"Minta tolong ambilkan mas minum, mas haus,"
"Gak makan sekalian ....," tanya Gesit sang istri.
"Boleh sayang ...., tapi makan kamu aja, boleh gak," goda Damar.
"Masih sore juga udah kumat mesumnya," kata istrinya.
"Berarti nanti malam boleh dong sayang," Damar menggoda istrinya. yang menggemaskan mukanya terlihat merah merona menahan malu nya.
__ADS_1