
Setelah makan malam sudah siap sang mama pun segera memanggil suami dan anak anaknya untuk segera makan malam.
Bisa berkumpul dan bercengkrama dengan anak anaknya merupakan hal yang membahagiakan bagi Damar dan Gesit.
Setelah makan malam selesai mereka pun menuju ke ruang keluarga untuk sekedar duduk-duduk santai dan nonton TV bareng.
" Oh ya anak anaknya mama, mama itu beruntung banget bisa memiliki putra putri yang baik dan juga rendah hati seperti kalian," ucap sang mama.
" Dan papa juga bangga pada kalian karena diusia kalian yang masih anak anak sudah bisa banyak membantu orang orang yang sangat membutuhkan tanpa harus memanjakan mereka," ucap sang papa.
Keenan dan Keyla hanya tersenyum mendengar perkataan mama dan papanya.
" Ma, pa seharusnya kitalah yang beruntung dan juga bangga memiliki orang tua yang bijaksana dan selalu mengajarkan pada kita arti kesederhanaan dan juga kebersamaan pada kita iya kan Key," ucap Keenan.
" Kalian memang anak anaknya papa yang luar biasa, papa yakin suatu saat kalian akan menjadi orang yang sukses dengan usaha kalian sendiri," ucap sang papa.
" Terima kasih papa tampanku, tapi kita tetaplah anak anaknya papa dan mama yang sampai kapanpun akan selalu membutuhkan kasih sayang mama dan papa tampan," ujar Keyla.
" Iya ma, pa jangan menganggap kita seakan akan kita ini sudah dewasa, kita ini masih anak anak papa nanti kita tua sebelum waktunya," ucap Keenan.
Damar dan Gesit yang mendengar ucapan anak anaknya merasa bahagia ternyata apa yang mereka takutkan sama sekali nggak beralasan.
__ADS_1
" Kalian ini ada ada saja," ucap sang mama.
" Ih mama nggak percaya ada anak anak yang terlalu banyak mikir jadi mukanya kayak bapak bapak,"ujar Keenan.
" Ada juga tuh mah Pah, bapak bapak yang selalu happy. jadi awet muda
kayak papa. tampannya. Keyla,"
Mereka pun tertawa mendengar ocehan anak kembarnya.
" Iya dong, papa dan mama akan selalu happy biar awet muda iya kan ma," ucap Damar pada istrinya.
" It's Oke mah, kita akan selalu membuat mama dan papa happy," ucap Keenan.
" I Love You mama cantik dan papa tampan," ucap Keyla.
" Love You More twins K," Damar dan Gesit bersamaan.
" Kalian istirahatlah, sudah malam ," titah sang mama.
Akhirnya merekapun pergi ke kamar mereka masing masing untuk beristirahat.
__ADS_1
Keesokan harinya mereka pun melakukan rutinitas pagi seperti biasanya.
Setelah sarapan pagi mereka pun menuju ke tempat aktivitas mereka masing masing.
Keluarga Damar memang termasuk golongan atas, tapi gaya hidup mereka jauh dari kata mewah.
Fasilitas yang mereka pakai pun fasilitas yang standar berbeda dengan kolega kolega Damar yang memang bergaya hidup mewah dan memanjakan keluarganya dengan barang barang branded.
Tapi mereka sangat bahagia dengan hidup mereka yang sederhana dan apa adanya.
Meskipun Damar sering di juluki pengusaha ternama tapi miskin hidupnya.
Damar selalu berpesan pada istri dan juga anak anaknya.
" Hidup kita itu seperti sebuah kapal, nahkodanya hati nurani kita, kapten kapalnya otak kita dan anak buah kapalnya adalah anggota tubuh kita, sistem keamanannya ada pada mata, telinga, dan juga mulut kita,"
" Dan semuanya harus bisa bekerjasama sama dengan baik agar tidak salah menentukan arah kemana kita akan berlabuh,"
" Kunci utamanya ada di hati kita yang paling dalam, tanyakan apakah yang kita akan lakukan itu benar atau tidak," ucap Damar.
" Pikirkanlah dulu sebelum kita bicara," lanjut Damar.
__ADS_1