
Keenan pun membaca draft kerjasama yang diajukan oleh pak Reyhan.
" Kakak rasa nggak terlalu buruk juga kalau kita menjalin kerjasama dengan perusahaan pak Reyhan,"
" Dan feeling kakak mengatakan kalau pak Reyhan itu orang yang jujur," lanjut Keenan.
" Dari mana kakak tau, padahal kita baru saja bertemu," ucap Keyla.
" Itu kan perasaan kakak saja, tapi kita tetap harus waspada. Dan kita juga harus tau dulu maksud dan tujuan mereka mengajukan kerja sama dengan kita," ujar Keenan.
Keenan pun menyuruh orang orang suruhannya yang punya keahlian khusus untuk mengecek kondisi perusahaan yang akan bekerjasama dengan perusahaannya.
Meskipun Keenan bisa melakukan sendiri dengan membobol sistem keamanan perusahaan mereka.
" Kita tunggu sampai besok, kalau kondisi perusahaan pak Reyhan memang benar benar sesuai dengan berkas yang kasih ke kita, kita lanjut tapi kalau ada manipulasi data, maaf maaf kita tidak akan menerima," ujar Keenan.
" Ya Keyla paham, awal dari suatu hubungan adalah kejujuran dan itu sangat penting," ucap Keyla.
" Wow, ternyata adik kembar ku brilian juga, ngga hanya mikirin soal agenda calon suami saja," goda Keenan.
__ADS_1
" Bagi Keyla itu tetap prioritas utama, biar Keyla nggak salah pilih nantinya," ucap Keyla.
" Terserah kamu saja, yang penting jangan tinggalkan tugas utama kita," ucap Keenan.
" Sambil menyelam minum air kak, itu kata pepatahnya," ujar Keyla.
" Kelelep dong," ucap Keenan.
Keyla pun merasa di kerjain sang kakak menyusun rencana untuk mengerjai kakaknya.
" Jangan coba coba mengerjai kakak, karena kakak tau apa yang ada di otak adik kembar kakak yang suka iseng bin usil ini," ujar Keenan.
" Yah, belum di jalanin udah ketahuan," ucap Keyla.
" Banyak nggak terhitung, makanya di pikirin dulu kalau mau ngerjain kakak," ucap Keenan.
Keyla pun menjadi kesal karena selalu ketahuan kalau akan mengerjai kakaknya.
" Ya sudah, lanjutkan pekerjaannya. Presdir tampan yang berkarisma mau memeriksa berkas laporan," ucap Keenan.
__ADS_1
" Silahkan Tuan Presdir yang menyebalkan," ucap Keyla.
Keenan kembali ke meja kerjanya dan memeriksa semua berkas laporan yang sudah di kirimkan dari tiap divisi.
" Kak Keenan, sudah saatnya kita pulang. Keyla udah gerah nih, pengin mandi terus dandan yang cantik biar kalau tidur nanti mimpi pangeran tampan yang baik hati," ucap Keyla.
" Ya Tuhan, memangnya yang ada di otak kamu hanya itu," ucap Keenan kesal.
" Kakak ini mimpi saja di larang, sungguh tidak punya perasaan," ucap Keyla.
" Bukan itu dodol, siapa juga yang ngelarang orang mimpi. Kata kata yang kita ulang ulang tiap hari itu akan mendarah daging di otak kita, dan menjadikan kita terobsesi untuk mendapatkannya," ujar Keenan.
" Kakak sangat sayang sama Keyla, tumbuhlah sesuai waktunya, sekarang saatnya kita menyiapkan bekal untuk masa dimana kita menjadi dewasa dan punya keluarga yang bahagia," lanjut Keenan.
Keyla pun paham akan kekhawatiran kakak kembarnya, dan dia sangat menyesal telah berprasangka buruk pada kakaknya.
" Maafin Keyla kak, Keyla kadang hanya merasa kesepian,"
" Ya sudah nggak apa-apa. Carilah teman yang benar benar tulus pada kita. Untuk mendapatkan teman yang tulus kita harus banyak berbaur jadi kita bisa tau mana yg tulus mana yang pura pura," ucap Keenan.
__ADS_1
" Keyla ngerti kak, terima kasih karena sudah jadi kakak yang hebat buat Keyla," ucap Keyla sambil memeluk sang kakak.
" Kita pulang sekarang, nanti mbok Darmi khawatir kalau sampai kita pulang terlambat lagi,"