
Bagi Keenan dan Keyla yang super genius bersekolah bertujuan untuk bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekolah dan juga berbagai karakter orang orang di sekitarnya agar mereka lebih peka, membedakan siapa yang benar benar tulus dan siapa yang hanya berpura pura.
Ocehan nggak berfaedah dari temen temen sekelasnya bukanlah hal yang membuat Kevin dan Keyla menjadi down, mereka menanggapi dengan biasa saja meskipun terkadang mereka merasa kesal tapi tidak pernah terbersit sedikitpun dendam di hati mereka yang sering di remehkan.
" Rik, sebenarnya aku itu jenuh dengan semua mata pelajaran yang bahkan sudah bisa aku kerjakan pada saat usia ku masih empat tahunan," ucap Keenan.
" Maaf ya, bukannya aku bermaksud untuk sombong atau bagaimana. Aku merasa tidak bisa mengembangkan semua ide dan juga kreativitas ku," lanjut Keenan.
" Terus kamu mau ikut program loncat kelas atau gimana," tanya Riko.
" Itulah yang kenapa aku menjadi galau, di satu sisi aku butuh teman teman sebaya dan di sisi lain otaku sepertinya tidak bekerja karena harus berjalan mundur mempelajari apa yang sudah pernah bahkan sering aku kerjakan pada saat usiaku masih balita," ujar Keenan.
" Terkadang aku merasa hidupku nggak senormal kalian," ucap Keenan.
" Memang manusia itu kadang membingungkan dikasih kelebihan bilangnya ya Tuhan ini terlalu banyak. Giliran di kasih sedikit dia juga bilang ya Tuhan ini mana cukup," ujar Riko.
__ADS_1
" Benar juga ya Rik, ngapain aku ngeluh mungkin banyak yang ingin di posisi aku seperti sekarang ini, harusnya aku lebih banyak bersyukur dari pada mengukur dan membandingkan siapa yang lebih beruntung," ucap Keenan.
" Terima kasih ya sudah mengingatkan aku," ucap Keenan.
" Sama sama, terkadang kamu juga jauh lebih dewasa dari aku, dan yang aku katakan tadi hanya apa yang aku tau," ucap Riko.
Jam pembelajaran pun segera dimulai. Keenan dan juga teman temannya mengikuti pelajaran dengan tenang dan tertib.
Begitupun juga Keyla , dia mengikuti pelajaran dengan tertib dan tenang.
Termasuk Keenan dan Keyla juga kedua temannya yang saat ini sedang berada di kantin sekolah.
" Kenapa muka kak Keenan lecek gitu, kayak kain belum di seterika," ucap Keyla.
" Nggak kakak baik baik saja hanya mungkin kakak perlu merefresh otak kakak agar lebih fress lagi," ucap Keenan.
__ADS_1
" Dasar kulkas enam pintu, kalau ngomong nggak ada manis manisnya datar seperti tembok Berlin Jerman," batin Rara.
" Udah gih cepetan di makan pesanannya entar keburu jam istirahat selesai," ucap Riko.
Mereka pun segera menghabiskan makanan pesanan mereka hingga habis tak tersisa.
Setelah itu mereka segera kembali ke kelas mereka masing masing.
" Kenapa dengan mereka kok diam saja , biasanya kerjaan mereka menghina dan merendahkan teman temannya," ucap Keyla yang lagi heran dengan sikap temannya yang seperti patung Liberti.
" Iya ya, kok aku baru ngeh dari tadi, sudah dari tadi pagi mereka tidak bersuara sana sekali," ucap Rara.
" Sekarang aku sih bodo amat, mereka mau ngomong apa saja tentang aku dan juga kak Keenan," ucap Keyla.
Keyla tidak memperdulikan sikap teman temannya yang acuh tak acuh dan lagi Keyla juga nggak pernah mengusik mereka.
__ADS_1
" Untuk apa kita ngurusin hidup mereka , buang buang waktu saja," ucap Keyla