
" Anak kangguru sama suaminya belum turun mah ?" tanya Keenan.
Mama Gesit yang lagi menyiapkan sarapan pagi pun tidak menjawab pertanyaan Keenan. Sang mama hanya tersenyum sambil mengusap pucuk kepala anak laki-lakinya.
" Biarkan saja ...., kalau kamu lapar sarapan aja dulu," ucap sang mama.
" Mama ke halaman belakang dulu ya nak, mau nganterin sarapan buat papa yang lagi berkebun," ucap sang mama.
Keenan akhirnya ikut ke halaman belakang mengikuti sang mama, untuk sarapan bareng papa.
" Lho kok ikut ke sini, nggak sarapan di dalam saja," ucap sang mama.
" Nggak asik mah, sarapan sendiri. Mendingan Keenan sarapan di sini saja bareng papa sama Mama," ucap Keenan.
" Ya sudah, kita ke balai balai yang di dekat kolam ikan saja," ucap sang papa.
Mereka menikmati sarapan paginya dengan tenang, sambil melihat ikan nila peliharaan mereka.
" Kamu kenapa nak, kok kelihatanya nggak bersemangat gitu ?" tanya sang papa.
" Keenan sedih aja Pah, sebentar lagi Keenan akan pergi belajar ke Jepang. Jauh dari mama papa, dan juga nggak bisa berantem lagi sama anak kangguru yang manja itu," ucap keenan.
" Oh, kirain kenapa. Jalanin aja, lama kelamaan juga akan terbiasa," ucap sang papa.
" Kalau kamu kangen, kan bisa video call sama kita dan juga anak kangguru kesayangan kamu itu," ucap sang mama.
__ADS_1
Reyhan dan Keyla belum juga turun untuk sarapan pagi. Mbok Darmi pun berinisiatif mengantarkan sarapan pagi untuk mereka.
" Den Reyhan ...., non Keyla. Saya mbok Darmi mau mengantarkan sarapan pagi buat Aden dan non," ucap mbok Darmi.
Reyhan pun membuka pintu kamarnya dan mengambil nampan berisi sarapan pagi untuk mereka.
" Terima kasih ya mbok ..., biar nanti saya yang membawa piring kotornya ke dapur," ucap Reyhan.
Setelah mandi Keyla kembali rebahan di ranjang king size nya. Area bawah miliknya masih terasa perih dan badannya pegal-pegal semua.
" Sayang ..., ini sarapan paginya. Kak Rey suapin ya," ucap Reyhan.
" Boleh ..., Keyla juga lagi males ngapa-ngapain. Rasanya badan Keyla remuk redam," ucap Keyla.
" Maafin kak Rey ya, ini juga pertama kali untuk kak Rey. Awalnya sakit, nanti lama kelamaan juga ketagihan," ujar Reyhan.
" Makanlah yang banyak, olah raga malam juga butuh tenaga ekstra," ucap Reyhan menggoda Keyla.
" Ih kak Rey mah ngomongnya gitu, kan Keyla jadi malu,"
Seharian Keyla dan Reyhan tidak keluar dari kamar sama sekali. Padahal mereka hanya rebahan dan ngobrol sana sini.
Menjelang Maghrib baru mereka turun untuk menjalankan sholat berjamaah bersama papa dan mamanya juga ada Keenan di sana.
" Aduh duh duh ..., mentang mentang pengantin baru, nggak ada keluar kamar sama sekali. Loe takut masuk angin Key ...," ucap Keenan.
__ADS_1
" Iri ..., bilang bos. Makanya cepat cari pasangan, biar ngerasain indahnya jadi pengantin baru," ucap Keyla.
" Masih mau ribut atau ikut sholat berjamaah ...," tegur sang papa.
Damar sekeluarga menjalankan kewajiban mereka sebagai seorang muslim. Setelah itu sang papa memberikan banyak petuah untuk putra putrinya dan anak menantunya.
Reyhan yang sudah terbiasa dengan rutinitas yang hampir sama dengan di rumahnya tidak terlalu canggung untuk mengikuti kebiasaan di rumah Keyla.
Tiga hari sudah Reyhan dan Keyla menjalani hari harinya menjadi suami istri. Cuti mereka pun sudah habis dan mereka sudah mulai masuk kantor lagi.
" Sayang kita turun yuk, papa sama mama sudah nungguin di bawah," ucap Keyla.
" Sini Keyla pasangin dasinya ...,"
" Terima kasih sayang ..., memang enak kalau punya istri," ucap Reyhan.
" Nggak usah gombal deh ..., ini masih pagi saat unjuk gigi, bukannya malah promosi," ucap Keyla.
Reyhan dan Keyla segera ke ruang makan karena papa dan mama juga Keenan sudah menunggu di sana.
" Pagi Pah ..., Mah ...., pagi juga Bang Ke," ucap Keyla.
" Morning semua ...," ucap Reyhan.
" Kita sarapan dulu ..., baru kalian berangkat kerja," ucap sang mama.
__ADS_1
Sarapan pagi yang selalu mengesankan bersama keluarga utuh, dan beberapa hari lagi rumah ini akan sepi karena Bang Ke akan pergi ke Jepang dan papa mama akan kembali ke Bogor untuk mengurus agri bisnis mereka.