Kelembutan Hatimu

Kelembutan Hatimu
Chapter 86. Jodoh untuk Keenan


__ADS_3

" Percayalah Allah akan selalu memberikan apa yang kita butuhkan ..., "


*


*


*


*


*


Setelah cukup lama berbincang bincang dengan adik iparnya meskipun lebih tua darinya ..., Keenan dan Reyhan menuju ke meja makan karena makanan sudah disiapkan oleh Keyla adik kembarnya.


" Bang Ke ..., maaf ya kalau masakan Keyla mungkin tidak selezat masakan mama tapi ya lumayan buat mengganjal perut yang kelaparan. Pan tau sendiri kalau aku itu kurang genius dalam urusan masak memasak," Keyla sebenarnya tidak terlalu suka berkutat di dapur, tapi setelah menikah dia berusaha belajar memasak demi suaminya.


" Iya ..., aku tau banget kalau kamu itu nggak suka berada di dapur ..., mungkin kalau belum menikah, setiap hari mbok Inah yang selalu masak buat kita. Tapi untuk ukuran pemula ..., masakan kamu lumayan enak kok," Keenan mengomentari hasil masakannya Keyla yang sebenarnya tidak jauh beda dengan masakan sang mama.


Keyla pun cemberut karena komentar Keenan tidak sesuai ekspektasi nya.

__ADS_1


" Terserah deh ..., yang penting suami aku tercinta ini yang paling tampan dan pengertian selalu lahap menyantap hasil masakan aku. Bukan begitu sayang ...," Keyla tidak terlalu peduli dengan komentar dari saudara kembarnya. Baginya ..., asal suaminya senang dan tidak pernah mencela masakannya, itu menjadi kebahagiaan tersendiri.


" Ini enak banget kok ..., Keenan hanya gengsi saja. Jadi nggak mau memuji masakan kamu sayang ..., lihatlah aku selalu menghabiskan hasil masakan kamu dan rasanya memang sangat lezat. Sungguh aku nggak bohong sayang ....," Reyhan berusaha menghibur Keyla yang mukanya sedikit muram karena ucapannya Keenan saudara kembar istrinya.


Keenan pun merasa sedikit tidak enak karena sudah membuat Keyla saudara kembarnya tersinggung akibat ucapan barusan.


" Maaf ya ..., aku cuma bercanda. Masakan kamu itu hampir sama rasanya dengan masakan buatan mama. Nanti kalau aku langsung memuji masakan kamu ..., yang ada kamu langsung terbang ke angkasa saking senangnya," ucapan Keenan membuat Keyla tersenyum kembali. Karena dia merasa perjuangannya untuk bisa masak sampai sekarang ini tidak sia dia. Meskipun katanya orang masak itu walaupun bumbunya sama ..., lain koki lain rasanya.


" Serius Bang Ke ..., Alhamdulillah akhirnya perjuangan aku untuk bisa masak dan menjadi koki pribadi suamiku tercinta yang tampannya tiada Tara ini berhasil. Jadi aku sekarang bisa memanjakan suamiku dengan masakan buatan aku ," Keyla begitu gembira hanya dengan hal kecil yang mungkin bagi wanita kebanyakan memasak merupakan rutinitas sehari-hari dan itupun hanya belajar dari ibu nya atau mamanya saja di rumah tanpa harus kursus sana sini.


Bagi Keyla belajar memasak lebih menguras pikiran dan tenaganya dari pada mengurus perusahaan yang notabenenya jauh lebih besar tanggungjawabnya. Tapi kebahagiaan yang dia dapat dari sesuatu yang didapat dengan perjuangan yang luar biasa itu menjadikan hal yang sangat berharga.


" Oke ..., siapa takut. Jangankan hanya menjadi asisten tapi mengurus perusahaan saja buktinya aku mampu," Keyla merasa tertantang, dan dia sangat antusias untuk bekerja kembali bersama sang kakak di perusahaan milik mereka yang sudah hampir dua tahun mereka kelola tanpa bantuan sang papa.


" Kalian itu nggak capek apa ..., mikirin masalah perusahaan melulu. Sesekali kita itu pergi berlibur untuk refreshing agar otak kita nggak penat karena hanya mikirin kerja kerja dan kerja," Reyhan sedikit mengingatkan duo K agar jangan terlalu memforsir pikiran dan tenaga mereka hanya untuk mengurus perusahaan.


" Dengerin kata suami aku ...., jangan terlalu sibuk kerja nanti kita cepat tua karena nggak pernah refreshing. Sekarang aja kita terlihat lebih tua dari usia kita," Keyla menyadari kalau dia dengan Keenan itu sejak kecil sudah terbiasa berpikir seperti orang orang dewasa dalam menyelesaikan masalah.


Dan itulah yang ditakutkan oleh sang mama karena mereka akan kehilangan masa kanak kanak yang seharusnya mereka lewati. Tapi mau bagaimana lagi, mereka hanya menjalani apa yang memang harus mereka jalani.

__ADS_1


Keenan dan Keyla sejak kecil sudah pandai mengelola keuangan mereka hingga mereka sangat sering membantu orang orang yang membutuhkan tanpa harus memanjakan.


Itulah ide mereka berdua ..., si kembar yang selalu bergerilya tanpa harus diketahui publik saat membantu orang lain yang kesusahan dan kekurangan.


" Bang Ke ..., memangnya saat di Jepang nggak ada tuh cewek yang nyantol di hati kamu. Secara saudara kembar ku ini kan sebenarnya sangat tampan rupawan ..., genius tapi sayang seperti kanebo kering. Kaku dan nggak ada romantis romantisnya sama cewek. Terus ...., Bang Ke kapan dong nyusul Keyla ...., menikah gitu biar Keyla punya kakak ipar. Kan Keyla nanti bisa ngobrol ngobrol sama kakak ipar ...., bisa shopping bareng, kayaknya asik deh kalau aku punya kakak ipar," Keyla menepuk pundak Keenan saudara kembarnya, tapi Keenan tak bergeming dan ekspresinya datar menanggapi ocehan Keyla yang bagi Keenan nggak penting untuk saat ini.


" Tau ah gelap ...., emang gue pikirin. Untuk saat ini yang ada di pikiran aku bagaimana kita bisa mengelola perusahaan dengan lebih baik lagi. Untuk urusan kakak ipar ...., itu yang nomer sekian dan kamu nggak usah jodoh jodohin aku dengan perempuan yang nggak jelas," Keenan nggak marah dengan ocehan Keyla. Dia hanya menanggapi dengan tersenyum saja tanpa ada reaksi yang lain.


" Sudahlah sayang ..., kamu nggak usah terlalu ikut campur urusan pribadi Keenan. Toh pasti dia lebih tau apa yang terbaik buat dia. Lagian untuk ukuran seorang pria dia masih terlalu muda untuk memikirkan masalah pernikahan. Jangan terlalu khawatir tentang Keenan ..., dia pria mapan dan berpendidikan dan pastinya akhlaknya juga bagus ..., Insyaallah nanti juga akan mendapatkan jodoh yang terbaik versi Allah. Ada yang bilang jodoh kita itu cerminan dari diri kita ," Reyhan mencoba memberikan pengertian pada sang istri agar tidak terlalu mencampuri urusan pribadinya Keenan.


Reyhan tau Keyla istrinya sangat menyayangi Keenan saudara kembarnya. Tapi terkadang jiwa kekanakan Keyla menyampaikan rasa sayangnya itu kurang tepat dan sedikit memaksa yang membuat Keenan kurang nyaman.


" Dengerin tuh kata suami kamu ...., aku itu masih muda belia belum pantas menikah. Aku mau menikmati masa mudaku dengan baik dan pastinya bermanfaat. Dan kamu fokus aja agar bisa cepat cepat dapat momongan buat aku punya keponakan ..., syukur syukur dikasih kembar," Keenan menggoda adik kembarnya yang memang kadang masih kekanak-kanakan meskipun sudah berumahtangga.


" Bukan begitu Bang Ke ..., aku itu saking sayangnya sama Abang, jadi aku itu peduli dan nggak mau Abang ku tercinta yang gantengnya tiada tara ini sampai jomblo seumur hidup. Apa salahnya sih ..., berteman dekat sama cewek," ujar Keyla.


" Lagian ya Key ..., nggak ada sejarahnya cowok cewek berteman dengan tanpa adanya pamrih. Yang ada ..., ngarep bisa jadi pacar mungkin atau malah menikah. Aku janji pada saatnya nanti aku akan nyusul kamu ..., punya keluarga kecil yang bahagia. Doain aja ...., seiring berjalannya waktu akan ada perempuan Solehah yang akan jadi pendamping hidupku," Keenan sebenarnya sudah ada pandangan tersendiri ..., dan sudah mengenal sosok perempuan berhijab dan sangat taat beragama tapi masih dalam tahap ta'aruf.


" Aamiin ....," Reyhan dan Keyla serempak.

__ADS_1


__ADS_2