
Keenan dan Keyla berangkat sekolah pagi pagi sekali, cuaca hari ini pun kurang bersahabat. Sang Papa sudah memaksa mereka untuk ikut mobilnya, tetap saja mereka menolak.
" Sayang mas berangkat dulu ya, cuaca hari ini sepertinya kurang bersahabat, mungkin nanti mas nggak bisa makan siang di rumah," ujar Damar sang suami.
" Ya udah nggak apa apa, tunggu sebentar aku bawakan bekal untuk makan siang, nanti dipanasin lagi kalau mau makan," pesan sang istri.
" Terima kasih sayang, istriku memang luar biasa,"
Damar memeluk istrinya dan menciumi seluruh wajah istrinya, dan lama kelamaan damar terpancing ulahnya sendiri.
Damar pun menggendong istrinya ala bridal style dan membawanya ke kamar untuk menuntaskan hasratnya.
" Mas ngapain katanya mau berangkat kerja, kok malah ke kamar lagi," protes Gesit sang istri.
" Mas lapar lagi sayang, boleh ya," damar dengan mimik memohon.
" Bukannya tadi sudah sarapan sayang, mau makan apa lagi," ujar Gesit pada suaminya.
" Makan kamu sayang, adik mas yang di bawah sudah siap perang, boleh ya nanti pelan pelan biar lebih kerasa," Damar memegang tangan istrinya menempelkan tepat di atas pedang pusaka miliknya.
Sang istri pun mengerti maksud damar dan langsung mengunci pintu kamar mereka.
__ADS_1
Damar yang sudah dua hari puasa karena anak anaknya ingin tidur satu ranjang dengan papa mamanya membuat gairahnya memuncak.
Ciuman ciuman bergairah yang damar berikan, membuat istrinya semakin terangsang dan meminta lebih pada sang suami.
" Mas, pelan pelan mainnya, biar lebih terasa nikmatnya.
Damar ******* bibir istrinya sambil tangannya bergerilya menyusuri bukit bukit indah milik istrinya.
" Bagaimana sayang, mau lebih," Damar kembali ******* bibir istrinya.dan tangan kanannya ke area sensitif bagian bawah istrinya.
" Banjir sayang, mas masuk sekarang ya mumpung minyak pelumasnya banyak,"
" Laharnya sudah tumpah sayang, terima kasih sudah mengimbangi permainan ku," damar mencium kening istrinya.
Mereka pun terkapar lemah karena kelelahan.
Setelah hampir satu jam pergulatan panas yang menggairahkan terjadi, di kamar utama.
" Mas nggak masuk kantor ?" tanya Gesit istrinya.
" Kenapa, mau lagi," goda Damar.
__ADS_1
" Ih mas, bukan itu maksudnya," Gesit memanyunkan bibirnya.
" Mas nggak kerja di kantor hari ini. Tapi mas kerjanya di rumah, ngerjain kamu sayang sampai puas dan bikin kamu juga puas,"
Damar melakukan permainan istimewa dengan istrinya sampai beberapa kali membuat ibu dari anak anaknya pun kewalahan.
" Udah dong sayang capek, besok lagi ya main mainnya," pinta sang istri.
" Tapi aku belum puas sayang," damar kembali membuat istrinya merasakan kenikmatan demi kenikmatan hingga mereka berdua benar benar kelelahan.
" Aku keluar sebentar sayang, mau ambil makanan buat makan siang," Damar mengecup bibir istrinya.
Gesit dengan langkah lunglai menuju kamar mandi untuk berendam di bathtub dengan air hangat di tambah aroma terapi.
Setelah beberapa saat berendam , kemudian Gesit mandi besar agar bisa segera melaksanakan sholat Zuhur.
Gesit menggunakan setelan gamis rumahan sederhana tapi tidak mengurangi kecantikannya.
Damar yang bersih bersih dan mandi besar di kamar Keenan, karena kamar mandinya di pakai sang istri.
Kalau mandi bareng takut khilaf lagi, karena setiap dekat dengan istrinya Damar selalu meminta lebih..
__ADS_1